
Yasmine menghela napas kasar melihat Hisan melesat cepat, saat Elvier menghentakkan kedua kaki pada tubuh Hisan bersamaan dengan tali yang dia pegang.
Begitu pula dengan Kaviar, pria berjambang tipis itu sama bersemangatnya seperti Elvier. Bahkan dengan tidak tahu malunya Kaviar berkedip nakal pada Yasmine, sebelum Kuda yang dia tunggangi melesat jauh. Membuat Yasmine berdecih jijik, entah lah biar pun pria itu tampan rupawan. Bahkan mungkin Kaviar lebih tampan dari Elvier- suaminya, Yasmine sama sekali tidak tertarik pada wajah itu apa lagi pada sikapnya, yang ada Yasmine malah merasa muak.
"Bagaimana rasanya di kagumi oleh dua pria, Putri Yasmine?" celetuk Zorra tiba tiba.
Yasmine yang sedari tadi diam dan hanya memperhatikan Elvier yang mulai menjauh, kini tertarik untuk menoleh. Satu alisnya terangkat saat melihat wajah jumawa kakak ipar tiri serta wanita yang hampir menjadi calon istri Elvier- suaminya.
"Dua pria?" beo Yasmine.
Gadis itu pura pura polos dan tidak mengerti apa pun saat ini, walaupun Yasmine sangat tahu kalau Kaviar tengah mencoba mencuri perhatiannya. Maaf bukan Yasmine ke ge er'an, atau berbangga hati, tapi itulah kenyataannya. Hanya gadis polos atau bodoh yang tidak bisa melihat tatapan mematikan sang Buaya Gurun.
"Kau itu bodoh atau memang polos? tatapan Kaviar padamu sangat terlihat jelas kalau pria itu begitu mengagumi, saat pertama kali melihat mu!" tukas Zorra.
Wanita itu terlihat melirik pada Zoyya yang duduk di kursi rodanya, diam diam kedua wanita itu mengulum senyum melihat keterdiaman Yasmine.
"Oh begitu, ya itu urusan dan hak dia. Kan dia yang mengagumi ku, bukan aku yang mengaguminya." balas Yasmine santai.
Senyuman tertahan Zorra dan Zoyya luntur, berganti dengan raut wajah kesal luar biasa. Gadis kecil ini ternyata sulit untuk ditaklukan dengan mudah. Yasmine tidak mudah terbuai dengan kata kata manis atau tatapan memuja seorang pria- kecuali Elvier tentunya.
"Putri Mahkota? sedang apa kamu di sini?"
Suara bass seorang membuat atensi ketiga wanita itu teralih pada sang pria. Yasmine, Zoyya dan Zorra segera membungkukkan tubuh mereka saat melihat Omma datang bersama Yaser.
"Ayah?" sapa Zorra.
Sang Putri Mahkota tersenyum tipis pada Ayah mertuanya, sementara Yasmine hanya menunduk sekejab lalu menatap tanpa takut pada Ommar.
__ADS_1
"Yazan sadari tadi mencarimu," ujar Ommar, perkataannya terdengar seperti usiran halus untuk Zorra.
Zorra menanggapinya biasa saja, atau lebih tepatnya berusaha abai dengan usiran halus Ayah mertuanya.
"Kalau begitu saya permisi, Ayah." ucap Zorra lagi, dengan susah payah dia menarik kedua sudut bibirnya agar tetap tersenyum.
Sudut mata Zorra melirik pada Yasmine, terlihat sekali kalau wanita itu tengah mengobarkan api permusuhan, begitu pun dengan Zoyya. Wanita itu pun ikut menampilkan raut wajah permusuhan pada istri mantan calon suaminya.
"Ayah mertua mau naik Kuda?" celetuk Yasmine.
Gadis itu menatap heran pada Ayah mertuanya yang sedari tadi tidak kunjung bersuara. Dahinya mengernyit kala melihat Ayah mertuanya menoleh dan menatap tajam serta dalam padanya.
"Harusnya kau melarang Elvier bertanding dengan Kaviar, Putri Yasmine." sarkas Ommar.
Pria tua itu kembali mengalihkan pandanganya pada jalur pertandingan, menatap lurus tanpa berkedip.
Bahkan Ommar dan Yaser pun berkedip cepat kala mendengarnya, mereka kira Yasmine hanya akan mengangguk atau menunduk saat mendengar ucapan Sang Tuan Bangsawan. Tapi ternyata Yasmine membalas ucapan Ommar dengan lantang terkesan berani, tidak seperti Zorra atau wanita yang hidup di istana ini, mereka hanya bisa mengangguk patuh atau menggeleng saat berbicara dengan Ommar.
Ommar menghela napas pelan, belum sempat dia membuka mulutnya suara derap kaki dan ringkikan Kuda mulai terdengar. Semakin mendekat, bahkan rasanya tanah berumput yang mereka injak sedikit bergetar.
Dari kejauhan seekor Kuda jantan yang terlihat semakin mendekat, Yasmine pun sudah melebarkan senyumannya. Namun senyum itu perlahan luntur saat melihat Kuda miilik siapa yang mendekat.
Kuda itu milik Kaviar, dan semakin mendekat garis finish. Sementara Elvier dan Hisan- Kudanya belum kunjung terlihat, membuat Yasmine sedikit khawatir.
Ringkikan Kuda yang di tunggangi Kaviar membuat lamunan buruk Yasmine terpecah. Gadis itu menghela napas pelan, agar tetap rileks dan tenang. Yasmine meyakinkan diri kalau Elvier akan baik baik saja.
"Lihat, aku yang memenangkan pertandingan ini, Princess Yasmine. Jadi maukah kau ber-,"
__ADS_1
"El?"
Lidah Kaviar kelu sekita saat Yasmine mengabaikannya, gadis itu lebih memilih berlari menyusul Elvier yang tengah menuntun Hisan dengan santai.
"Jaga batasan mu Putra Mahkota, Princess Yasmine adalah menantu kedua ku. Yang artinya dia adalah istri dari putra kedua ku- Elvier Albarack." cetus Sang Tuan Bangsawan.
Bukannya tersinggung atau malu, Kaviar malah terkekeh mendengar peringatan Ommar.
"Aku hanya ingin berkenalan dengan menantu mu Tuanku, tidak lebih." sahut Kaviar santai.
Bahkan pria itu menampilkan senyuman penuh arti pada Ommar dan Yaser. Bahkan diam diam sudut matanya melirik pada Yasmine dan Elvier, yang tidak jauh darinya.
Sementara itu, Yasmine menatap khawatir pada Elvier dan Hisan- sang Kuda. Bagaimana dia tidak khawatir, saat ini keadaan Elvier jauh dari kata baik. Dahi suaminya sedikit berdarah, lalu pakaian yang Elvier pakai nampak kotor.
"El, ka-,"
"Aku tidak apa apa, Mine. Nanti ku jelaskan, sekarang lebih baik kita membawa Hisan ke kandangnya. Hisan sepertinya kelelahan makanya dia tadi tersungkur dan membuatku terpental jauh dari tubuhnya." potong Elvier cepat dengan wajah santai.
**BANG EL BAWA ONTA DOLO YAK,
YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYYYY MUUUUAAAACCHH**
__ADS_1