Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Tak Berkutik


__ADS_3

Kedua pria yang berstatus sebagai saudara tiri itu terlihat sudah berhadapan, setelah Elvier dan Yasmine membersihkan tubuh mereka terlebih dahulu agar lebih rileks, dan Yazan diminta untuk kembali berpikir jernih oleh Sang Tuan Bangsawan- Ayah mereka, sebelum mutuskan hal yang bisa dia sesali nantinya.


Ommar sengaja mengumpulkan kedua putranya untuk berbicara dengan pikiran dingin setelah perdebatan sengit beberapa saat lalu. Karena Ommar yakin kalau Elvier dan Yazan terlibat perkelahian, putra keduanya lah yang akan mengunggulinya. Yazan yang selalu hidup dalam bayang bayang para pengawal, membuat pria itu tidak terlalu mementingkan arti membela diri. Yazan selalu mengandalkan para pengawal dari pada dirinya sendiri.


Sedangkan Elvier, karena dia tidak pernah dianggap ada apa lagi di utamakan dalam kebangsawanan keluarga Albarack, Sang Pangeran Kedua berusaha berdiri di atas kakinya sendiri. Demi bisa melindungi Ennet- Sang Ibu dan dirinya, selama mereka hidup didalam neraka yang berkedok istana.


Dan kini Elvier kembali harus menjadi kuat seperti dulu, demi bisa melindungi wanitanya, tujuan hidupnya, dan calon ibu dari anak anaknya. Walaupun rasa sakit tengah menggerogoti tubuhnya, Elvier harus kuat! dia harus bisa bertahan, tapi bukan demi dirinya seperti yang Yasmine katakan, namun untuk Yasmine, Burak dan Sang Paman. Hanya ketiga orang itu yang kini menjadi hal paling berharga untuk Elvier.


"Jadi Putri Zorra melakukan penghinaan pada kedua Mertuamu?" tanya Ommar tenang.


Pria tua itu berusaha sebijak mungkin, Ommar tidak ingin membela salah satu pihak. Sang Tuan Bangsawan tidak ingin kedua putranya saling menyakiti satu sama lain, hanya karena masalah kecil.


Kecil?


Mungkin kecil bagi Ommar, namun berdampak besar untuk Elvier dan Yasmine.


Sedangkan para wanita hanya duduk memperhatikan, termasuk Yasmine yang sedari tadi terdiam namun kedua netra hitam bulatnya terus saja mengintai Zorra dan Zoyya. Sejujurnya Yasmine belum puas, dia masih ingin memberikan sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama ini- yaitu menyumpal mulut busuk adik dan Kakak itu dengan sepatu mahal miliknya.


"Lihatlah Ayah, Putri Yasmine terus saja menatapku tajam seakan ingin membunuhku!" adu Zorra pada Ommar.


Wanita bergaun merah itu terisak lirih, entah itu drama atau kenyataan tidak ada yang tahu.Bahkan Zorra menutupi wajahnya sendiri menggunakan kedua telapak tangannya seakan tengah terzholimi.

__ADS_1


"Aku memang ingin mencekik mu!" sarkas Yasmine dalam bahasa Inggris.


Wajah Yasmine yang manis dan imut, terlihat datar penuh emosi, dengan kedua telinga tersumpal benda yang selalu dia bawa kemana pun tanpa terlupa. Beberapa hari yang lalu Elvier memberikan benda yang sama untuk dia pakai saat berkomunikasi dengan penghuni istana atau orang yang ada di negara ini.


"Suamiku kau dengar sendiri, dia ingin membunuhku dengan cara mencekik ku. Dia wanita kejam, kau harus mengusirnya dari istana ini! aku takut kalau nanti dia akan membun-,"


"Bukan Putri Yasmine yang akan membunuhmu Zorra! tapi aku sendiri yang akan melakukannya, Kalau kau atau siapa pun yang ada disini berani menyentuh wanitaku!" tukas Elvier tajam.


Zorra melipat bibirnya rapat, aura Elvier terasa lebih menyeramkan dari pada Ayah mertua atau pun suaminya ketika marah. Wanita itu menggeser tubuhnya pada Yazan, tatapan tajam penuh intimidasi yang Elvier tujukan padanya membuat nyalinya menciut.


Yasmine yang melihat ekspresi takut Zorra hanya mengulum senyum, dia sudah tahu kalau Sang Putri Mahkota hanya besar mulut bukan besar nyali. Zorra hanya bisa berlindung di bawah ketiak Yazan dan posisinya sebagai Putri Mahkota. Karena sebenarnya Putri dari keluarga Bangsawan Abraham itu, tidak bisa berbuat apa pun selain menghabiskan uang suaminya.


Pria bejubah navy itu sudah dapat menarik kesimpulan dari kejadian ini, setelah dia mendengar cerita dari kedua belah pihak. Bukannya Ommar sudah yakin kalau Yasmine tidak akan melakukan hal itu, kalau tidak ada yang memancingnya terlebih dahulu.


"Tidak bisa begitu Ayah! Putri Yasmine sudah mempermalukan istriku dan nama baik Kebangsawan Albarack dimuka umum. Aku tidak ter-,"


"Kalau kau tidak terima, aku persilahkan kau untuk menghukum istrimu sendiri Yazan, dari pada Yasmine atau Elvier yang melakukannya. Seharusnya sebagai calon penggantiku kau bisa mencari informasi akurat sebelum memutuskan sesuatu yang berakibat fatal nantinya." tukas Ommar, menyela ucapan putra pertamanya.


Aura kepemimpinan Ommar begitu terasa, bahkan Lavera yang biasanya ikut menyela memilih untuk diam. Wanita berlipstik merah merona itu tidak berani menyela ucapan suaminya. Aura Ommar dan Elvier begitu mendomisasi, membuat kedua pria itu sulit untuk di lampaui. Itulah yang membuat Lavera mati matian membuat Elvier keluar dari istana Akbarack, karena aura kepemimpinan putra tirinya begitu sangat terasa dari pada Yazan. Padahal kedua pria itu dari bibit yang sama, namun entah kenapa Elvier lebih domiman dari pada putranya.


"Aku jadi ragu padamu!" tambah Ommar lagi, membua Lavera semakin mendelik.

__ADS_1


Alarm bahaya berbunyi!


"Aku akan mengurus Zorra sendiri!" final Yazan, dia tidak bisa membantah ucapan sang Ayah. Apa lagi saat Ommar mengucapkan keraguannya secara langsung, Yazan tidak bisa berbuat apa pun lagi.


Walaupun dia juga menyadari kalau Zorra memang salah, tapi bukannya sebagai suami dia harus bisa membela istrinya. Jadi secara tidak langsung tindakannya sudah benar, bukan?


"Kalau kalian memang begitu penasaran dengan kedua orang tua istriku, aku akan membawa mereka semua ke Dubai, besok!" ucap Elvier memecah keheningan.


Bahkan Yasmine yang sedari tadi menyimak membulatkan kedua matanya, wanita bergaun peach itu berkedip cepat masih tidak percaya dengan ucapan Elvier.


'Gimana kalau Papi tahu, kalau keluarga Elvier gak ada yang suka sama aku?' gumam Yasmine dalam hati.



MAU N**GEEKSPORT MERTUA😂😂


YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAAYY MUUUAAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2