Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Ada Rasa Yang Tak Biasa


__ADS_3

"Selesaikan secepatnya! aku tidak mau mendengar kata tidak bisa."


Yasmine menajamkan indera pendengarannya, kala mendengar Elvier berbicara di telepon dengan seseorang. Kedua mata gadis itu menyipit, bahkan Yasmine harus menempel ditembok seperti cicak.


"Aku tahu! pemotretan besok adalah yang terakhir, setelah itu aku akan pergi ke Dubai bersama istriku dalam waktu panjang. Terimakasih sudah menjadi Manager menyebalkan untukku, Roy!" ketusnya.


Dahi Yasmine berkerut, gadis itu membalikan tubuhnya dan bersandar di tembok. Ternyata ucapan Elvier saat itu tidak main main, si model mata duitan akan membawanya ke Dubai.


Yasmine memejamkan kedua mata, secara perlahan dia menghirup napas lalu membuangnya.


"Aku juga menyesal sudah bekerja sama dengan mu sialan! dasar mata duitan! kau terus saja menguras tenaga dan uangku Roy!" sentak nya.


Praang!


Bahkan Yasmine sangat terkejut kala mendengar suara benda pecah tidak jauh darinya, kedua matanya membola saat melihat ponsel mahal milik Elvier sudah terberai di lantai.


Yasmine berdecak, si model mata duitan ternyata tidak pandai dalam mengontrol emosinya.


"Sedang apa, kau?"


Tubuh Yasmine menegang kala mendengar suara suaminya dari arah belakang, kedua mata Yasmine mengerjab cepat karena gugup.


"I-itu, a-aku eemm- ternyata kamu di sana Sayang, aku nyariin kamu loh." kilah Yasmine.


Gadis itu secepat mungkin menghindari Elvier, untung saja Snowy muncul jadi Yasmine mempunyai alasan untuk menghindar.


Sementara Elvier sempat tidak fokus saat mendengar ucapan Yasmine, apa lagi saat gadis itu mengucapkan kata 'Sayang' pada kucingnya. Entah kenapa Elvier merasa tidak suka mendengarnya, hanya seekor kucing kenapa harus di panggil sayang.

__ADS_1


"Sayangnya Putri Yasmine, kita mandi dulu yuk. Aku mandiin, pasti kamu ganteng kalau udah mandi."


Elvier segera menoleh, kedua mata Elangnya tertuju pada kedua makhluk beda jenis itu. Namun seperti biasa, Elvier tidak mampu mengeluarkan semua yang ada di dalam hatinya saat ini. Mulutnya seakan terkunci rapat, tapi tatapannya terus saja tertuju pada Yasmine yang membawa Jey aka Snowy ke dalam kamar mandi.


🐱


🐱


🐱


Perlahan kedua mata Yasmine tertutup, dia menyandarkan tubuhnya di sofa. Sementara di atas pangkuan Yasmine, ada sang kucing yang menemani. Bahkan drama yang Yasmine tengah tonton belum selesai, namun kedua matanya tidak dapat di kompromi lagi.


Padahal waktu baru menujukan pukul 8.35 malam, belum cukup larut. Namun sepertinya hari ini Yasmine terlalu lelah, lelah dengan segala yang ada di dalam hidupnya sekarang. Namun dia tidak bisa mundur apa lagi menghindar, Yasmine harus menghadapinya dengan lapang dada.


Clek!


Pria bertato di lengan itu menghela napas kasar, perlahan Elvier mendekat pada Yasmine. Lalu berjongkok di dekat sang gadis untuk membangunkannya.


"Mine? bangun!"


Elvier menepuk kedua pipi Yasmine bergantian, namun sepertinya jiwa kebo gadis itu tengah merasuki. Yasmine terlihat begitu lelah, apa lagi dia baru menghabiskan nasi padang setengah jam yang lalu dengan porsi jumbo, itu semakin membuat tidurnya nyenyak.


" Mine? bangun dan pindah ke dalam kamar mu." ucap Elvier lagi.


"Meong,"


Elvier mendes*ah pasrah saat mendengar sahutan dari kucing yang ada di atas pangkuan istrinya, dengan lembut Elvier memindahkan Jey aka Snowy ke atas sofa.

__ADS_1


"Diam disini! jangan masuk ke kamarnya!" peringat Elvier pada sang kucing.


"Meong,"


Tanpa peduli dengan tatapan Jey, Elvier segera menggendong tubuh Yasmine dalam sekali angkat. Kedua kaki Elvier melangkah menuju kamar yang di tempati istrinya. Salah satu sudut bibir sang model terangkat, dia sengaja memisahkan kamar mereka karena Elvier tidak ingin Yasmine merasa tidak nyaman.


Elvier tahu pasti istri denda'anya itu belum siap lahir batin untuk tidur bersama, apa lagi melakukan hal yang lebih intim.


Elvier pun tidak akan memaksa atau berharap, sang model malah mengingingkan kalau Yasmine tidak meminta akan hak dan kewajibannya nanti, memberi nafkah batin sebagai suami. Apa alasannya? entahlah biar waktu yang akan menjawabnya nanti.


"Suatu nanti saat kau pasti akan mengerti, Princess." gumam Elvier.


Sadar atau tidak, Elvier bahkan mengecup pelipis Yasmine setelah mengatakan hal itu.



**HUUUAAA OTHOR PINGIN KE SANA BANG EL


HOLLA, ASSALAMUALAIKUM, MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


PUASA KEMARIN LANCAR?


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2