Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Mencari Perkara


__ADS_3

Burak meregangkan kedua tangan guna menghilangkan rasa pegal di pinggangnya. Pria berjambang itu bahkan memejamkan sejenak kedua matanya, Burak mencoba rileks setelah beberapa hari ini dia sibuk mengatur jadwal show Elvier- modelnya.


Sementara Elvier, pria itu masih terlihat sibuk mengotak atik layar ponselnya. Wajahnya terlihat sangat serius, bahkan sesekali guratan tipis terlihat di dahinya.


"Masukan semua bayaran ku ke rekening Yasmine, kau sudah memilikinya kan?" ucap Elvier tiba tiba, membuat Burak kembali membuka kedua matanya.


Pria berkaos hitam itu menegakan tubuh, kedua mata besarnya menatap tidak percaya pada Elvier. Si model mata duitan ini memintanya untuk memasukan semua penghasilannya ke rekening Yasmine?


Burak, tidak salah dengarkan?


"Kau tidak salah dengar, kalau memang belum percaya. Aku sudah merubah semua aset ku menjadi atas nama Yasmine dan anakku kelak. Ada beberapa yang juga sudah menjadi atas nama mu dan pam-,"


Brakk!


Burak memukul meja kerja Elvier dengan keras, kedua rahang pria itu mengetat. Bahkan dengan sangat tidak sopan Burak naik ke atas meja, demi bisa meraih kerah baju yang di pakai sepupunya.


"Bicara sekali lagi, aku benar benar akan membunuhmu Vier! sudah aku katakan kau akan sembuh," tekan Burak.


"Dan harus kau tahu, Ayah sudah menemukan orang yang akan mendonorkan hatinya untukmu, tapi orang itu tidak ingin kita mengetahui identitas aslinya. Jadi mulai minggu depan bersiaplah, kau akan menjalani operasi cangkok hati." lanjut Burak.


Pria berdarah Arab itu melepaskan cengkeramannya, Burak kembali ke tempatnya dengan napas memburu. Sedangkan Elvier terlihat tenang seperti biasanya, dia sudah terbiasa melihat Burak kurang ajar padanya.


"Aku pulang!" ucap Burak tidak rela.


Elvier menatap sepupunya datar, satu alisnya terangkat saat dia melihat Burak tidak kunjung bangkit dari duduknya.


"Ya pergi saja," ucap Elvier cuek.


Sang Pangeran Kedua kembali menyibukkan diri pada ponselnya, mengabaikan Burak yang menatap tidak percaya pada sepupu jahiliahnya. Ucapan basa basinya di tanggapi serius oleh Elvier, padahal Burak berharap kalau sang sepupu akan mencegahnya, lalu menawarinya sesuatu- makan misalnya.


"Hish dasar tidak peka!" rutuk Burak.


Pria itu bangkit, melangkah meninggalkan Elvier yang sama sekali tidak melirik padanya. Sang Pangeran Kedua lebih tertarik pada benda pipih yang ada ditangannya. Sedangkan Burak terus saja menggerakkan bibirnya, pria itu mengertuki sang sepupu yang tidak punya perasaan.


"Kak Burak?"

__ADS_1


Langkah Burak berhenti saat mendengar panggilan seseorang, dahinya mengernyit kala melihat Yasmine melangkah cepat padanya sembari mengembangkan senyuman ramahnya.


"Kak Burak mau kemana?" tanya Yasmine dalam bahasa Indonesia.


Burak tersenyum kikuk sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


"Emm- aku mau pulang. Urusanku dengan suamimu sudah selesai, kalau begitu aku pulang dulu ya Princess- bye!" pamit Burak.


Namun lagi lagi langkahnya terhenti saat Yasmine kembali memanggilnya.


"Kak Burak gak mau nyobain kue buatan aku?" tawar Yasmine.


Cu*k dilantik, pucuk di cinta ulam pun tiba.


Kebetulan Burak sedang lapar, jadi tidak salahnya kalau dia ikut menikmati kue buatan saudara iparnya, bukan? mendahului Elvier.


Ingin rasanya Burak tertawa senang saat ini, akhirnya di dalam istana ini ada penghuninya yang memiliki hati.


"Boleh!" sahut Burak antusias.


Yasmine tersenyum kecil, "Ya udah kalau gitu Kak Burak tunggu sebentar ya, aku mau bungkusin dulu kuenya. Sekalian buat Paman Ahmet juga oke! jadi tunggu di sini."


Disisi lain...


Guyuran air dingin membasahi tubuh sempurna milik Sang Pangeran Kedua, Elvier memejamkan kedua mata dengan salah satu tangannya bertumpu di dinding, sedangkan tangan yang lainya terus saja menyusuri setiap lekuk tubuh indah miliknya yang tertutupi busa sabun.


Bahkan pria jangkung itu menyunggingkan senyuman tipis, saat ini dia membayangkan kalau Yasmine tengah memanjakan tubuhnya saat ini. Jari jemari lentik Sang Princess membelai permukaan kulitnya dengan perlahan, memberikan gelayar aneh padanya. Lebih tepatnya membuat sesuatu yang masih terhalang celana da*lam itu mengembang, meminta sentuhan yang lebih intens.


Clek!


Suara pintu kamar mandi terbuka, Elvier yang masih memejamkan kedua mata dan menikmati setiap tetes air shower yang jatuh ditubuhnya, tidak berniat sama sekali untuk membuka kedua matanya.


Senyuman di bibirnya semakin melebar, kala Elvier merasakan ada seseorang yang mendekapnya dari arah belakang. Gelayar di tubuhnya semakin menjadi, kala jari jemari berkuku panjang itu mulai menyentuh dada dan perut berototnya. Disertai kecupan basah diarea punggung serta bahunya.


"Mau mandi bersama, hm?" gumam Elvier tanpa ingin membuka kedua matanya.

__ADS_1


Pria itu masih menikmati setiap sentuhan seduktif yang di berikan oleh tangan mulus, berjari lentik dengan kuku panjang berwarnanya, dan warna kulit yang sedikit eksotis.


Tunggu? Elvier membuka kedua matanya saat menyadari kalau jari manis bagian kanan itu tidak memakai apa pun.


Deg!


Kedua rahang Elvier mengeras saat melihat kalau tangan nakal itu, bukan milik Sang Princess.


Bruuk!


Dengan sekali hentak Elvier berhasil melepaskan dekapan itu, Sang Pangeran Kedua menatap nyalang pada wanita yang ada di hadapannya. Penuh perhitungan dan ancaman, bahkan dengan kejam Elvier meraih batang leher sang wanita, lalu memojokkan kedinding kamar mandi. Elvier tidak peduli dengan keadaannya yang hampir full naked.


"Lancang sekali kau masuk kesini!" desis Elvier.


Bukannya takut, sang wanita malah memberikan senyuman termanisnya pada Elvier, di sela sela napasnya yang kian menipis.


"Siapa yang mengizinkanmu masuk kedalam ruangan pribadiku dan istriku, Zoyya!" cekikan Elvier semakin mengencang, kala melihat sang wanita terlihat tidak takut sama sekali padanya.


"A-aku menyu-kai penampilan-mu saat ini,Pa-ngeran," ujar Zoyya, di antara hidup dan matinya.



EL PLIISS DEHHH JANGAN KESANA LIHATNYA



**OM AJAK OTHOR KELILING DUBAI DOONGGGGGG


HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


PUASA LANCAR


UDAH PADA SAHUR BELUM

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA SETELAH KALIAN MEMBACANYA


SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**


__ADS_2