
Yazan terlihat menghela napas pelan, kedua kakinya bergetar saat dia memulai langkah pertamanya- karena ragu.
"Aku boleh gak sungkruk'in saudara tiri kamu dari atas sini? itu lakik bikin gondok tau gak. Udah tahu Zorra nyawanya di ujung tanduk, si Yazanjing malah jalan santai," gerutu Yasmine.
"Dikira lagi jalan di catwalk apa ya!" sambungnya lagi.
Yasmine bahkan secara tidak sadar meremas kuat lengan suaminya, membuat Elvier yang tadinya fokus pada gerak gerik Haraya- kini hanya tertuju pada Sang Princess.
Dahinya berkerut dalam, kala melihat bibir tipis semerah cherry itu terus saja bergerak. Entah kenapa Elvier malah terpesona, kedua matanya enggan teralih lagi. Bahkan secara sadar atau tidak, satu tangan Sang Pangeran Kedua terulur untuk menyentuh benda kenyal manis- yang selalu membuat candu.
Plak!
Kedua mata Elvier mengerjab polos, saat Yasmine menepuk bibirnya. Pria berkaos hitam itu menatap penuh tanya pada Sang Princess.
"Enggak tau tempat! masih aja mesum!" geramnya.
Kedua mata Yasmine mendelik, sedangkan satu tangannya dia gunakan untuk mencubit perut keras milik suaminya. Yasmine tidak percaya, kalau Elvier akan meraup bibirnya di saat genting seperti ini.
"Aku hanya ingin mengecupnya," sahutnya santai, membuat Yasmine semakin mendelik.
"Kamu me-,"
"JANGAN GILA KAU HARAYA!" teriakan Yazan, membuat keduanya kembali tersadar.
Mata keduanya membulat sempurna saat melihat Haraya melepaskan ikatan tali yang mengikat Zorra, namun masih dalam kendali tangannya. Sementara Yazan- pria itu terlihat menatap memohon pada istri keduanya.
"Aku gila?" Haraya terkekeh.
"Iya aku gila! AKU GILA KARENA MU YAZAN! KARENA KELAKUAN MURAHAN MU, bukankah kau sudah berjanji saat menikahi ku. Kau bilang hanya akan ada aku dan Zorra saja, tapi apa? KAU MASIH SAJA BERSIKAP MURAHAN PADA GADIS LAIN!" raungnya.
__ADS_1
Plak!
Wajah Haraya terbanting, wanita itu membatu saat Yazan menamparnya cukup keras. Dia tidak menyangka kalau pria yang dicintainya, akan berbuat kasar padanya.
"Jaga kata kata mu selir!" tukasnya tajam.
Sedangkan semua orang yang ada disana menatap tidak percaya, terutama Elvier. Sang Pangeran Kedua terus saja mengumpati saudara tirinya, bukannya memilih cara halus- Yazan malah membuat amarah Haraya semakin berkobar.
SREETTTTTT
Tali yang Haraya pegang terlepas begitu saja, membuat tubuh Zorra meluncur bebas. Hanya butuh waktu beberapa detik saja, Zorra sudah terkapar dilantai dasar kapal dengan kondisi mengenaskan.
Haraya menyeringai pada suaminya, dia membuktikan secara langsung kalau ucapannya tidak pernah main main. Sementara Yazan, Sang Putra Mahkota masih dilanda shock. Kedua matanya menatap tak percaya pada Haraya.
"Kau yang membunuhnya Yazan, bukan aku!" entengnya.
"Kau sudah melakukan kesalahan besar Haraya," ucap dingin Yazan.
Hatinya hancur saat melihat Zorra meluncur bebas tanpa beban, dan dia sama sekali tidak dapat berbuat apa pun.
"Kau yang membunuhnya Yazan,"
"Aku sudah memperingatkan mu," sambungnya lagi.
GREP!
Yazan mencengkram erat lengan Selir kesayangannya. Kedua matanya berkaca kaca, dia tidak menyangka- wanita lemah lembut, penyabar, selalu mengalah padanya ini- berubah menjadi monster.
"Kau berubah," lirihnya.
__ADS_1
Haraya tersenyum tipis, bukan senyuman melainkan sebuah seringai kecil saat mendengar ucapan suaminya.
"Kau dan Ibu mu yang sudah merubahnya,"
Tatapan Haraya kembali menajam, wanita berambut panjang itu mengalihkan pandangannya pada Elvier dan Yasmine. Menatap dalam sepasang suami istri itu, sebelum Haraya kembali berkata.
"Apa kau ingin bertemu dengan anak anak mu, Yazan?" tanyanya dengan senyuman manis.
Dahi Yazan berkerut, namun seperdetik kemudian dia mulai paham dengan ucapan Haraya. Apa lagi saat melihat Elvier bergerak kearahnya, seakan slowmotion tubuh Yazan terhempas ke arah samping- bersama dengan Haraya.
Tangan Elvier gagal meraihnya, kedua tubuh itu meluncur bebas menghantam lautan dalam dari ketinggian puluhan meter.
"Sialan!" Elvier mengumpat, kala melihat Yazan dan Haraya sudah menghantam air.
Dia tidak menyadari kalau Haraya akan menenggelamkan Yazan di lautan. Karena setahu Elvier, saudara tirinya itu sama sekali tidak bisa berenang sama sekali, dan selalu panik saat berada di dalam air. Hanya butuh beberapa menit saja- Yazan bisa meregang nyawa.
Tanpa berpikir lagi, Elvier melepaskan sepatu kets yang dia pakai. Lalu berlari menuju sisi kapal, yang mengarah ke lautan. Melupakan Yasmine, bahkan panggilan Sang Princess tidak dihiraukan olehnya.
"ELLLL!" Yasmine berteriak kencang saat melihat Elvier meluncur bebas dari atas dek kapal.
Detak jantungnya menggila, dia tidak menduga kalau suaminya akan melakukan hal itu.
"AKU ENGAK BAKALAN MAAFIN, KALAU KAMU SAMPAI MATI, EEEELLLLL!" teriakan Yasmine menggema.
Wanita itu begitu khawatir, suasana malam seperti ini air laut akan beberapa kali lebih dingin. Dia tahu Elvier pandai berenang, tapi tidak dalam kondisi seperti ini juga. Tanpa menunggu lagi, Yasmine segera turun, dia bahkan masih sempat meraih sepatu serta ponsel yang tercampak begitu saja.
BANG EL PLISS DEH YA, JAN BEGITU DOSA INI MATA 😭😭
__ADS_1