
Yasmine terus saja mondar mandir di dalam kamar, dia kembali secepatnya setelah tadi diam diam mengikuti Elvier keluar. Walaupun dengan langkah tertatih dan perlahan, dia berhasil sampai di tempat itu.
Ingatannya berputar kembali pada saat dia mendengar penuturan Elvier, dia tidak menyangka kalau suaminya melakukan hal yang sama pada para manusia ular itu. Bahkan membuat dua dari keempat orang itu kritis, Yasmine tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakitnya. Yasmine mengira kalau dia akan sendirian di istana ini, tidak ada orang yang peduli dengannya, juga dengan luka fisiknya.
Tapi ternyata dia salah, Elvier melakukan hal yang sama pada mereka. Bahkan lebih kejam dari yang mereka berikan padanya, Yasmine tidak dapat membayangkan bagaimana kuatnya cambukan yang di layangkan Elvier pada Zoyya dan Jalal, sampai mereka bisa kritis. Gadis itu menghela napas pelan, luka di punggungnya masih terasa sakit saat dia bergerak.
Tok
Tok
Tok
Yasmine terperanjat kala mendengar ketukan di pintu kamarnya, dia yakin kalau itu bukanlah Elvier. Karena Elvier akan masuk tanpa harus mengetuk pintu. Yasmine tidak memperdulikannya, gadis itu lebih memilih untuk mendudukkan diri disisi tempat tidur.
Entah kenapa Yasmine kembali teringat pada penyakit yang tengah Elvier derita. Kenapa pria itu tidak jujur padanya? apa Elvier memang sudah berniat meninggalkannya?
Yasmine memijat kepalanya yang sedikit pusing, apa mungkin dia harus memberikan hatinya pada El-,
"Kenapa bangun?"
Yasmine mengangkat wajahnya kala mendengar suara Elvier, perlahan pria itu semakin mengikis jarak padanya. Kedua netra tajam Elvier terus saja menatap dalam pada Yasmine.
Tanpa ragu Elvier mendudukkan diri disisi Yasmine, tanpa memutuskan tautan kedua netra mereka. Satu tangan Elvier terlihat meraih jari jemari lentik sang Princess, sang Pangeran Terbuang menggenggamnya lembut seakan itu adalah benda rapuh.
"Apa kau membenciku, Mine?"
__ADS_1
Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Elvier, tatapan tajamnya berubah lembut dan terkesan sendu. Yasmine mengedipkan kedua matanya cepat, kenapa Elvier bertanya seperti itu padanya?
"Apa kau membenciku, Mine?" pertanyaan itu kembali Elvier ucapkan.
"Eemm- kenapa kamu tanya kayak gitu sih?" Yasmine malah balik bertanya. Jujur dia gugup saat melihat tatapan Elvier saat ini.
"Mine?" suara rendah Elvier kembali terdengar.
"Ya- ya tergantung sikap sama sifat kamu," ucap realistis Yasmine.
Dia sudah menjawab dengan benarkan? kalau Elvier terus saja menyebalkan pasti Yasmine akan selalu membencinya. Tapi kalau pria jangkung ini bersikap sebaliknya, Elvier perhatian, Elvier baik, Elvier hangat, Elvier manis seperti Snowy, mana mungkin seorang Yasmine akan membencinya.
"Kau tahu, aku berharap kalau kau terus membenciku, Mine. Tidak peduli dengan sikap ku yang selalu berubah ubah. Tapi semakin aku membuat kau benci padaku, kau semakin tersakiti. Bahkan luka yang ada di punggung mu itu berawal dari ku." ucap lirih Elvier.
"Semakin kau membenciku, aku semakin ingin cepat pergi menemui ibu ku. Aku pria jahat Mine, kalau aku tidak melibatkan mu mungkin kau tidak akan terluka. Mungkin saja kepergian ku nanti akan baik untuk semuanya, termasuk dirimu. Kau akan kembali pada keluargamu, mereka akan bersuka cita di atas kepergian ku, dan aku akan tersenyum bahagia saat kau mendapatkan pria yang lebih baik dariku. Aku yakin kau sudah tahu apa yang sedang terjadi padaku, setelah menyembunyikan botol obat itu di balik vas bunga." lanjut Elvier.
"Kenapa kamu nyembunyi'in semua ini dari aku, El? apa kamu sudah berniat meninggalkan aku dari awal?"
Suara Yasmine sedikit tercekat, dia tidak suka dengan kepasrahan yang tengah Elvier tunjukan padanya sekarang. Yasmine lebih menyukai Elvier yang arogan, angkuh, otoriter, jahat, suka seenaknya, mata duitan, dan sombongnya mengalahkan Burj Khalifa.
Bukan Elvier yang sekarang, Elvier yang terlihat pasrah pada hidup, dan pada rasa sakit yang tengah dia derita.
"Entahlah, aku hanya tidak ingin ada orang yang menangisi kepergian ku nanti. Maka dari itu bencilah aku sepenuh hatimu, Mine. Agar nanti saat kau menemukan pria lain, kau bisa dengan cepat mel-,"
"TAPI AKU GAK MAU KAMU NINGGALIN AKU EL! AKU BAKALAN BENCI KAMU SEUMUR HIDUP AKU, KALAU SAMPAI ITU TERJADI." pekik Yasmine.
__ADS_1
Dia sudah tidak tahan menahan segala emosi yang ada di hatinya, dia tidak suka mendengar ucapan Elvier, benar benar tidak menyukainya.
"Dan gak akan pernah ada pria lain atau siapapun lagi. Please jangan menyerah El, aku yakin kalau kau bisa melawannya. Atau bila perlu ambil saja hatiku, anggap saja ini adalah timbal balik karena sudah pernah merugikan mu, tolong jangan menyerah. Kalau kamu ingin lihat aku pergi dari hidup kamu, aku akan pergi. Tapi tolong jangan menyerah, aku yakin kamu tidak selemah itu, El." lirih Yasmine.
Elvier tersenyum getir, dia sebisa mungkin menahan kedua matanya agar tidak berkedip. Dalam sekali tarikan, Elvier berhasil meraih tubuh Yasmine kedalam dekapannya.
"Please jangan jadikan aku semakin jahat padamu, Mine. Bisakah kau tidak mengingatkan aku saat awal pertemuan kita, aku merasa semakin berdosa sudah melibatkan mu semakin jauh. Aku juga berdosa karena sudah mengingkari janjiku pada adikmu, padahal aku sudah berjanji akan menjaga kakaknya dengan baik. Tapi ternyata kali ini aku gagal, mereka berhasil menyakiti mu. Aku pantas di ben-,"
"Bisa gak sih gak usah ngomong kayak gitu! aku gak suka lihat kamu yang sekarang El. Jujur aku lebih suka lihat Elvier yang dulu, Elvier jahat, Elvier arogan, Elvier yang sombongnya melebihi Burj Khalifa, Elvier yang otoriter, Elvier yang angkuh. Bukan Elvier yang pasrah dan lemah seperti ini. Please, aku yakin kamu tidak selemah itu. Aku yakin kamu akan dapat solusinya, tidak bukan kamu- tapi kita." ucap panjang lebar Yasmine, membuat Elvier bungkam.
"Kita?" beo Elvier.
Kedua matanya terus saja menatap penuh arti pada Yasmine, sedangkan gadis itu sudah mengembangkan senyumannya. Kedua tangan Yasmine terlihat menangkub rahang tegas suaminya.
"Iya kita, kita akan mencari hati yang cocok buat cangkok. Bila perlu aku bakalan ngasih hati aku kalau itu memang cocok dengan hati kamu," lanjut Yasmine terlihat serius.
'Walaupun kamu belum tentu mau ngasih hati kamu buat aku, El,' lirih Yasmine dalam hati.
**MODE EL NYARI NAFKAH, OTW MODE EL NGASIH NAFKAH😂😂😂
YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
__ADS_1
BABAYYYY MUUUAACCHH**