
Disinilah mereka semua sekarang...
Disebuah pesta mewah yang di adakan oleh Lavera. Bahkan Elvierย pun terpaksa harus hadir, karena titah dari Sang Ayah.
Elvier bahkan tidak habis pikir kenapa Ommar mengizinkan Lavera mengadakan acara tidak berguna ini, disaat dia tengah berduka karena kehilangan Yasmine- nya.
Elvier meneguk minuman yang ada ditangannya dengan tandas, minuman beralkohol rendah yang sudah lama dia hindari- dan kini Elvier kembali merasakannya, setelah putus asa karena kehilangan separuh nyawanya.
Entah sudah berapa gelas minuman yang di teguk oleh Sang Pangeran kedua. Elvier tidak peduli, hidupnya sudah tiada berguna lagi. Saat ini dia merasa hidup segan mati tak mau, setelah Yasmine pergi darinya.
Acara semakin meriah, kala para penari mulai berdatangan. Menampilkan tarian ballydance yang begitu memukau dan memikat para pria mata keranjang.
GREP!
Kedua mata Elvier terbuka sempurna kala merasakan ada seseorang yang meraih gelas dari tangannya. Kepalanya yang sedikit pening membuat Elvier menyipitkan kedua mata- agar dia dapat melihat siapa orang kurang ajar itu.
"Tidak baik untuk kesehatan mu, Tampan."
Dahi Elvier semakin berkerut dalam, saat dia mendengar suara orang itu. Suara yang selama satu bulan ini dia rindukan- namun sayangnya Elvier tidak dapat melihat wajah siapa yang ada di balik cadar itu.
Karena Elvier masih setengah sadar, sebenarnya dia tidak mabuk- hanya sedikit pening di kepalanya, Sang Pangeran bisa melihat penampilan orang yang tengah menatap dalam padanya.
Seorang Penari
__ADS_1
"Aku akan kembali untuk mu, tunggulah,"
Elvier tidak menyahut, pria itu hanya mengerjab sembari menatap lekat pada punggung putih yang terbuka dari bahu hingga batas pinggang. Bahkan Elvier dapat melihat sekilas, dua buah garis memanjang- seperti bekas luka yang-,
Tunggu! bekas luka?
Elvier meraup wajahnya kasar, bahkan sejenak dia melupakan rasa pening di kepalanya. Elvier melangkah semakin mendekat, pada sang penari berbaju merah menyala, yang tadi mengganggunya.
Ternyata wanita penari itu menyambut baik kedatangannya. Sang Penari wanita memutari tubuh Elvier dengan gerakan tubuh yang lentur menggoda.
Interaksi keduanya menjadi pusat perhatian, termasuk keluarga Albarack dan Abraham. Lavera melotot tak percaya saat melihat Elvier tengah menyelusuri area leher terbuka penari berbaju merah, menggunakan bibirnya.
Begitu pun dengan Zoyya- sang putri keluarga Abraham menggeram tidak suka melihatnya. Sementara Kaviar hanya menikmati kegilaan rivalnya- dalam hatinya tertawa penuh kemenangan karena Elvier secara tidak langsung sudah mengkhianati Yasmine- walaupun Sang Princess sudah tiada.
"Kau menyukainya?" bisik sang penari, tepat di depan bibir Sang Pangeran.
"Suaramu kenapa begitu mirip dengannya, apa Tuhan sedang mempermainkan hidupku kembali?"
Satu tangan Elvier mencengkram erat pinggang ramping sang Penari. Saat jari jamari lentik itu menyusuri setiap lekuk wajah dan bibir bawahnya.
"Kalau aku berkata, aku memang dia- apa kau akan mempercayainya?"
Sang Wanita penari tersenyum manis di balik cadarnya- tanpa di ketahui oleh Elvier. Tubuh keduanya masih melekat, bahkan tarian sang wanita terhenti sejenak saat Elvier kembali menyusuri area tulang selangkanya.
__ADS_1
"Apa aku harus membuktikannya sendiri, hm?" bisik seduktif Elvier.
"Kamu mau makan aku di depan semua orang, El?"
Gerakan bibir Elvier terhenti, saat mendengar panggilan yang biasa dia dengar dari wanita kesayangannya. Sang Pangeran menjauhkan wajahnya dari tubuh sang wanita. Jakunnya naik turun, saat kedua mata Elangnya bersitatap dengan manik mata hitam bulat kesukaannya.
"M-Mine?" bisiknya pelan.
"Hm, i miss you baby," balasnya seduktif.
BAYANGIN YASH NARI KAYAK GITU WKWKWK
REAKSI **EL๐๐๐๐
YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYYYY MUUUUAACCHH**
__ADS_1