
Dahi Elvier berkerut, kedua kelopak matanya berkedut dan tidak lama terbuka secara perlahan. Pria itu menoleh ke arah samping, dahinya semakin berkerut kala melihat tempat itu sudah kosong.
Dengan malas Elvier bangun, dia menghela napas kala merasakan kembung di perutnya. Ini adalah salah satu gejala yang sering Elvier rasakan, beberapa tahun terakhir. Dulu Elvier sering mengabaikan kesehatan, dia terlalu sibuk di dunia modeling. Berbagai macam minuman beralkohol dari kadar rendah hingga tinggi sudah Elvier rasakan.
Dan akibatnya, benda laknat itu mulai merusak tubuhnya. Elvier dapat bertahan hidup dan mampu bekerja hingga saat ini, karena dia mengubah gaya hidup serta sokongan obat obatan dari Dokternya.
Elvier bangkit, dia berjalan menuju kamar mandi. Namun saat tangannya hendak meraih knop pintu, Elvier menahannya sejenak. Suara gemercik air dari dalam kamar mandi kembali terdengar, itu menandakan kalau ada seseorang di dalam.
Elvier menghela napas pelan, sang supermodel memilih untuk menyandarkan tubuhnya di tembok. Elvier dengan setia menunggu sampai orang yang ada di dalam kamar mandi itu keluar.
Clek!
Elvier menoleh saat mendengar pintu kamar mandi terbuka, kedua matanya tidak dapat berkedip kala melihat Yasmine tengah menggosok rambut panjangnya menggunakan handuk kecil.
Bahkan saat gadis itu sengaja mengibaskan surai indahnya, dan wajah Elvier menjadi sasaran empuknya. Rambut panjang nan basah milik Yasmine mengibas tepat di wajah sang supermodel yang tengah vakum sejenak untuk menjalankan misi.
"Mine?" panggil Elvier, saat melihat Yasmine semakin menjadi jadi.
__ADS_1
"Oh, disini ada orang? aku kira jin gurun pasir." ucap Yasmine tak acuh.
Gadis itu dengan sengaja kembali mengibaskan rambutnya di depan wajah Elvier, sebelum Yasmine melenggang pergi menjauh dari suaminya.
Sedangkan Elvier hanya menghela napas pelan, dia tahu kalau saat ini Yasmine tengah memeranginya secara terang terangan. Disaat Elvier masih sibuk merenung di depan pintu kamar mandi, diam diam Yasmine melirik suaminya melalui sudut mata.
Sebenarnya Yasmine ingin sekali bertanya tentang obat yang dia temukan tadi, tapi dia harus mencari waktu yang tepat. Yasmine akan berpura pura tidak tahu apa pun sampai Elvier mengaku.
Tapi sampai kapan? sampai pria itu menyerah? tidak! Yasmine tidak akan membiarkannya. Dia harus bergerak cepat mendahuluinya, pantas saja saat di apartment isi lemari es hanya penuh dengan berbagai macam buah, terutama buah jeruk dan buah naga merah. Jadi ini juga alasan Elvier yang tidak pernah mau memakan makanan cepat saji dan makanan berlemak serta berat. Bahkan Elvier meminum teh serta kopinya tanpa gula sedikit pun.
Yasmine yang masih menggunakan kimono handuk, terlihat berjalan menuju nakas. Satu tangannya meraih sesuatu yang dia sembunyikan di balik vas bunga.
Clek!
Pria itu terlihat mengeluarkan beberapa butir obat dari botol yang rupa serta bentuknya sama seperti yang ada pada Yasmine saat ini.
"Obat apa itu?" pancing Yasmine.
__ADS_1
Elvier memejamkan kedua mata saat merasakan obat yang dia minum perlahan masuk kedalam tubuhnya.
"Obat maag," sahut Elvier tenang.
Pria itu tidak menunjukan rasa terkejut atau pun khawatir saat Yasmine bertanya padanya. Namun dahinya berkerut kala melihat Yasmine mendekat.
"Boleh aku minta? soalnya perut aku juga kembung, gara gara telat makan." bujuk Yasmine.
Dengan cepat dia meraih botol obat itu, namun ternyata dia masih kalah cepat dengan pria itu. Elvier mengangkat tinggi botol obatnya supaya Yasmine tidak dapat menjangkaunya.
"Itu obat maag kronis, tidak bagus untuk perut kembung mu. Oleskan saja minyak angin, kembungnya pasti hilang." kilah Elvier.
Pria itu memasukan botol obatnya kedalam saku celana, lalu setelah itu dia melenggang pergi keluar kamar meninggalkan Yasmine, yang tengah menatap sendu ke arah punggung lebar nan kokoh Elvier- suaminya.
"Jalankan rencana kedua," ujar Yasmine pelan.
__ADS_1
JANGAN SENYUM BANG EL, OTHOR GAK KUAT