
Laju mobil Bugatti hitam yang dikendarai Elvier semakin kencang. Waktu dan jarak yang memaksa Elvier harus melajukan mobilnya di atas rata rata. Bahkan beberapa mobil para pengawal yang membawa Ommar, Lavera dan Yazan- tertinggal jauh di belakangnya.
Gerakan tangan Elvier saat memutar kemudi, tidak dapat di ragukan lagi. Jalanan Dubai yang ramai, tidak membuat Elvier kehilangan konsentrasi, di tambah lagi suasana di Kota Dubai malam ini sedikit di guyur hujan.
"El!"
Yasmine menyentak suaminya, saat pria bertato itu menyalip beberapa mobil di depan mereka, dengan kecepatan tinggi.
Yasmine mengeratkan pegangannya di sabuk pengaman yang membelit tubuhnya. Kenangan dimana saat dia dan Ezar kecelakaan yang ternyata di sebabkan oleh Haraya, kembali memenuhi otaknya.
"EL!" sentaknya lagi, saat Elvier menyalipkan mobil yang mereka naiki, diantara dua mobil besar.
"Astaga dragon ball! kalau kamu mau cosplay jadi Dominic torreto, mendingan di pending dulu deh!" omelnya kesal.
"Aku gak mau mati buat kedua kalinya!" sambungnya tak kalah kesal.
Wanita bergaun selutut itu mencoba untuk mengatur deru napasnya yang berantakan. Keringat dingin mulai keluar dari kening serta pelipisnya, untung saja Yasmine tidak mabuk kendaraan- karena kalau sampai begitu, entah apa yang akan terjadi padanya saat ini.
"Sorry, aku lupa kalau lagi bawa kamu, Mine," sesalnya.
Elvier perlahan menurunkan kecepatan mobilnya, tangan Elvier terulur untuk meraih kepala Yasmine agar wanita itu mendekat padanya. Kecupan betubi tubi Elvier berikan di dahi serta pucuk kepala istrinya. Dengan kedua mata serta satu tangannya masih fokus kejalanan Dubai.
Elvier begitu menyesali, karena sudah membuat Yasmine terlihat cemas dan pucat. Salahkan keadaan yang membuat Elvier seperti ini, bukan hanya karena mengejar waktu serta jarak- selama satu bulan ini Elvier sudah terbiasa menyetir mobil dengan kecepatan diatas rata rata.
__ADS_1
Setelah kehilangan Sang Princess selama satu bulan lamanya, Elvier terlihat tidak peduli dengan hidup serta nyawanya. Saat dia mengendarai mobil mewahnya dengan kecepatan tinggi, Elvier merasa melayang jauh- seakan menantikan kalau Yasmine akan menjemputnya.
Tapi untuk sekarang, sepertinya dia akan berdamai dengan malaikat maut untuk sementara waktu. Elvier tidak akan mau menyianyiakan hidupnya, dia tidak akan rela meninggalkan Yasmine sendirian.
"Ngebut boleh, tapi jangan nyalip nyalip!" titah Sang Princess.
Kedua matanya melotot tajam pada Sang Pangeran, yang membuat pria keturunan menara sutet itu terkekeh kecil, dan kembali memberikan hujaman kecupan di seluruh area wajah Yasmine.
🐎🐎🐎
CIIITTT...
Suara keras decitan ban yang ditimbulkan oleh mobil Elvier, menggema diarea pelabuhan kecil- yang gelap dan terbengkalai.
Bukan ketempat horor seperti ini! Yasmine kan menjadi tremor sendiri- sekarang saja kedua tangannya terus membelit lengan terbuka suaminya dengan erat. Keduanya menyusuri setiap area pelabuhan, tanpa ingin menunggu kedatangan yang lainnya.
Elvier berpikir kalau mereka berdua menunggu Yazan dan rombongannya, pasti akan memakan banyak waktu yang terbuang percuma. Disini dia dan Yasmine bukan karena mengasihani Zorra atau pun Yazan, mereka berdua ikut bergerak- karena ingin memberi pelajaran tak terlupakan untuk Haraya- karena sudah berencana menghabisinya.
"Haraya sama Zorrok dimana sih?" dumel Sang Princess.
Kedua tangannya bergelayut erat di lengan berotot suaminya, mata hitam bulat Yasmine terus saja menyusuri area gelap dan horor yang ada dihadapannya.
Bruuk!
__ADS_1
'AAAKKHHHH!'
Mata keduanya membola, kala mendengar suara jeritan seorang wanita. Yasmine yang memang dasarnya penakut pada hal mistis, semakin di buat ketar ketir.
"Itu manusia apa Nini Kun Kun yang teriak?" bisik Yasmine.
Elvier menghela napas pelan, saat mendengar suara bergetar istrinya. Elvier merasa aneh, disaat Yasmine diancam atau disakiti oleh manusia lain- wanitanya tidak terlihat takut sama sekali.Tapi saat mendengar jeritan tanpa raga, tubuh Yasmine bergetar.
'AAAKKHHHH!'
Jeritan itu kembali terdengar, dan kini semakin jelas. Elvier bahkan mengarahkan senter ponselnya kearah tangga kapal.
"Kita ke deck kapal!"
"Hah?!"
JAN NGEBUT NGEBUT BANG, DEDE SLEPET NIH
AUS KARENA SHOCK
__ADS_1