Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Menghadapinya Bersama


__ADS_3

Yasmine melenguh pelan, saat Elvier untuk kesekian kalinya membawa dia ke surga dunia. Sudah hampir dua jam lamanya mereka bermain keringat, dan kini Yasmine mulai menyerah.


Satu bulan mengalami kemarau panjang- akhirnya sang Musafir bisa kembali menemukan Oasenya. Rasanya tidak dapat lagi di ungkapkan oleh kata apa pun.


Napas hangat dan menggebu menerpa  wajah keduanya, saat Elvier menempelkan dahi keduanya, dengan sesuatu yang masih tertanam di tempat yang semestinya.


"Lagi, hm?"


Yasmine menggeleng pelan, kalau dia mengiyakan ucapan suaminya- dirinya tidak menjamin kalau besok pagi cara berjalannya tidak akan berbeda, bahkan Yasmine yakin dia tidak akan bisa berjalan.


"Udah ih, capek," keluhnya.


Elvier terkekeh pelan, dengan gemas dia kembali mendaratkan ciuman dalam di bibir tipis yang sudah membengkak karena ulahnya itu. Bahkan  Elvier me*lumatnya ringan, membuat Yasmine kembali blingsatan.


"Bangun El! aku harus kesana lagi, yang punya baju pasti nyariin!"


Yasmine mencoba untuk melepaskan diri dari cengkraman Singa gurun, namun karena tenaganya sudah karena pertarungan tak seimbang- sia sia saja pemberontakannya. Pergerakan tubuh Yasmine, justru membuat si Lobak Arab semakin tertanam semakin dalam.


"Jangan pernah berani pergi kemana pun!" ucap Elvier pelan, namun sarat akan peringatan.


Pria bertato dilengan atas dan kini sudah merambat ke area pundaknya itu, menggulingkan diri ke sisi yang kosong.

__ADS_1


Cup


Satu kecupan dalam Elvier kembali sematkan di dahi Sang Princess, sebelum tubuhnya berguling sempurna.


"Bersihkan dirimu Sayang, setelah itu kembali keatas ranjang ini. Aku ingin memelukmu hingga besok pagi,"


Elvier bergumam pelan, namun terdengar tidak ingin dibantah. Yasmine pun terlihat mulai terintimidasi oleh aura lain Sang Pangeran. Dengan gontai Yasmine turun dari peraduannya- tubuh full nakednya dia biarkan terbuka begitu saja, menantang penuh- seakan sengaja menggoda Sang Musafir untuk kesekian kalinya.


                         🌷


                         🌷


                          🌷


"Iya aku di tolong sama saudaranya Kak Radja, tapi aku minta mereka jangan ngomong apa apa sama Kak Radja."


Elvier menganggukkan kepala, pria yang tengah menjadi sandaran tubuh Yasmine itu menghela napas pelan. Dia sangat bersyukur di negara ini masih ada orang baik, yang mau menolong istrinya dan kembali mengembalikan padanya.


"Apa ada seseorang yang kamu curigai, Mine?"


Yasmine mendongak, gerakan jari jemari nakalnya diatas dada Elvier terhenti. Wanita itu mengernyitkan dahinya seakan tengah mencurigai sesuatu.

__ADS_1


"Banyak sih yang aku curigain, ibu tiri kamu, Putri Zorrok, si Jalaludin, apa lagi mantan tunangan kamu. Tapi, aku enggak bisa menuduh tanpa bukti- nanti jatuhnya fitnah. Kata Kak Alkan, itu dosa namanya." celoteh Yasmine.


"Makanya- aku belum bisa membuka cadar aku didepan mereka, El."


Kini giliran Elvier yang memberengut, kedua tangannya yang melingkar di tubuh half naked Yasmine semakin mengerat. Bahkan kecupan ringan bertubi tubi Elvier berikan di pucuk kepala istrinya.


"Jadi, kau akan membiarkan orang lain berpikiran buruk pada suami-mu ini hm?"


Yasmine terkikik geli mendengar suara berat deepvoice Elvier, dia juga berpikiran sampai kesana sejak di ballroom beberapa jam yang lalu. Semua orang yang hadir disana pasti mengira kalau Elvier mengkhianati mendiang istrinya.


Termasuk Lavera dan member siluman ular kadut lainnya. Yasmine dapat melihat ekspresi mereka yang menatap tidak percaya, saat Elvier tengah menyusuri leher telanjangnya tadi.


"Biarin aja, aku malah ingin mereka berpikir kalau aku ini calon selir Pangeran Kedua," selorohnya.


"Aku bakalan buka cadar, disaat si dalang sudah menunjukan diri." sambungnya.


Kedua mata Yasmine berkilat, dia bertekad untuk mempertahankan cadarnya saat berada di luar kamar, walaupun tengah bersama Elvier. Sedangkan ketika dia sedang didalam kamar, jangankan hanya cadar seluruh kain yang melekat di tubuhnya- Yasmine rela melepaskannya untuk Elvier-nya.


"Baiklah Princess, hamba akan melakukan apa pun yang anda mau. Sekarang tidurlah, karena besok pagi kita harus menghadapi banyak beban hidup."


Yasmine tersenyum samar mendengar penuturan suaminya, tanpa membantah wanita yang hanya memakai dala*man itu memejamkan kedua matanya rapat.

__ADS_1



AKU PLOROTIN NIH, KAABOOORR


__ADS_2