
Yasmine menghela napas lega kala mereka sampai di area istana, wanita itu menoleh pada Elvier yang masih berusaha memarkirkan mobil Ferrarinya.
Setelah berjuang membujuk sang bayi besar agar mau mengiyakan permintaannya, akhirnya Yasmine kembali berhasil membuat Elvier bangkit. Pria arogan, angkuh, mata duitan, sombongnya tidak tertolong itu akhirnya menurut, bahkan saking gemasnya Yasmine sampai mengigit ujung hidung lancip Elvier, karena pria jangkung itu terus saja menempel dan bergelayut padanya seperti anak monyet.
Padahal tadi Yasmine sedang menggantikan Elvier menyetir karena dia tidak tega membiarkan Elvier berkendara dalam keadaan hati tidak tenang. Sebelum pria itu kembali mengemudi saat mereka mulai memasuki kota Dubai yang begitu padat.
Elvier masih khawatir kalau Yasmine menyetir sendiri dijalanan ramai Dubai, walaupun wanitanya sudah lihai dan tidak asing lagi dengan jalanan ramai, tetap saja Elvier khawatir.
"Ayo big Baby, katanya mau aku bikinin salad buah." bujuk Yasmine.
Wanita muda itu mengulum senyum geli saat melihat rona merah di kedua pipi Elvier. Sang Pangeran merona karena ucapan manjanya, bahkan Elvier berdehem berkali kali guna menghilangkan rasa gugup, membuat Yasmine semakin ingin menggodanya.
"Ayo Sayang, nanti aku buatin sama susu juga." goda Yasmine.
Elvier tidak menjawab, pria jangkung itu lebih memilih keluar dari dalam mobil, meninggalkan Yasmine yang tengah terkikik geli. Elvier terlihat menggemaskan saat salah tingkah, wajah tampannya yang malu malu membuat Yasmine ingin menyerangnya sekarang juga.
"Ayo Mine!"
Yasmine tersadar kala mendengar suara panggilan dari luar mobil, bahkan Elvier terlihat mengetuk kaca mobil agar Yasmine segera keluar dari sana. Yasmine mengulum senyum kala dia keluar, satu tangannya segera meraih uluran tangan suaminya dengan suka cita. Bahkan tanpa sungkan Yasmine bergelayut manja di lengan Elvier yang terbalut jaket.
__ADS_1
Karena kemeja yang tadi Elvier pakai sudah lenyap karena sengaja di buang, alhasil pria itu harus memakaiĀ jaket yang tadi pakai istrinya. Tanpa dikancingkan membuat tubuh bagian depannya terekspos bebas.
Keduanya sesekali tertawa kecil saat memasuki pintu utama istana, bahkan kedua tangan Yasmine sudah membelit tubuh Elvier langsung dari dalam jaket. Sementara Elvier- pria itu tidak henti hentinya memberikan banyak kecupan di dahi serta pucuk kepala Yasmine.
Tawa kecil mereka terhenti saat melihat Yazan dan beberapa pengawal sudah berdiri angkuh di ruang tengah istana. Ruangan yang biasa dijadikan tempat menari para penari perut saat ada acara di istana ini.
Jangan lupakan ketiga siluman ular kadut serta dua pelayannya- Jalal dan Zallima. Elvier dan Yasmine yang hanya berdua, sama sekali tidak memiliki sekutu seakan kecil dimata mereka.
"Bawa Putri Yasmine ke ruang pengadilan!" titah Sang Putra Mahkota.
Dua pengawal yang ada di sisi Yazan mengangguk patuh, dengan sigap mereka berdua mendekat pada Elvier- lebih tepatnya pada Yasmine. Sementara Elvier tak kalah sigap untuk melindungi Sang Princess, pria itu membawa Yasmine berlindung di belakang tubuh menjulangnya.
Kedua pengawal itu hendak menarik lengan Yasmine yang tengah mencengkram erat jaket Elvier, namun sebelum kedua tangan kotor itu menyentuh kulit suci istrinya, Elvier sudah terlebih dahulu menghempaskannya kasar.
"Sedikit saja kau berani menyentuh Milikku, aku jamin leher kalian akan patah saat ini juga!" ucap Elvier penuh peringatan.
Dia meremas kuat tangan sang pengawal yang sedikit lagi akan mengenai lengan Yasmine. Tatapan manja dan lembut Elvier yang sedari tadi dia tunjukan pada Yasmine, berubah dingin dan penuh intimidasi. Kedua netra Elangnya menyorot setiap manusia yang ada di ruangan yang sama dengannya.
"Kalau kau punya nyali, jangan hanya berlindung di belakang orang lain, Yazan!" cemo'oh Elvier.
__ADS_1
Elvier muak, dia sudah terlalu muak dengan semua manusia tak berhati yang ada di istana ini. Kalau saja rencana awalnya berjalan mulus, dia tidak akan sudi terlalu lama berdiam diri di tempat ini.
Elvier juga yakin kalau Zorra dan Zoyya sudah mengadukan kejadian tadi pada Yazan. Tapi pria bodoh itu hanya mendengar dan melihat dari satu sisi saja, dia tidak meneliti dan mencari kenyataan yang sebenarnya terlebih dahulu.
"Istrimu sudah mempermalukan Putri Mahkota di muka umum, kau harus nya tahu hukuman apa yang akan Putri Yasmine da-,"
"Apa kau tahu kejadian yang sebenarnya? kenapa Putri Yasmine sampai membuat istrimu malu dimuka umum?" balas Elvier tak kalah sengit, dia menyela ucapan Kakak tirinya yang tidak tahu apa apa.
"Bukankah Kaviar ada di sana? kenapa pria tidak tahu malu itu tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya padamu dan Ayahmu!" tukas Elvier, pria itu tidak memberikan kesempatan Yazan untuk menyelanya.
"Ka-,"
"Kalau saja istrimu tidak merendahkan kedua orang tua Putri Yasmine, istriku tidak akan membuat istrimu kencing dalam celana." lanjutnya, Elvier benar benar tidak memberikan ruang pada Yazan untuk menyelanya.
Sang Pangeran Kedua melirik Yasmine lewat sudut matanya, sang Princess masih terdiam dengan tatapan tak terbaca yang terus menyorot pada Zorra dan Yazan. Elvier tidak bisa membayangkan kalau Yasmine akan kembali murka pada saudara ipar tirinya, dia yakin Yazan pun akan ikut kena imbasnya, atau bahkan Sang Tuan Bangsawan dan Permaisurinya.
MILIK EL NO KECOT!
__ADS_1