
Yasmine bergurau kecil bersama Berliana dan Crystal, ketiga wanita itu sesekali tertawa membuat Lora dan Prince Aryan menatap heran pada ketiganya.
Lora yang ada digendongan Berliana terlihat nyaman, balita cantik itu memeluk leher sang Mama dengan erat, seakan tidak ingin di tinggalkan lagi. Sedangkan Prince Aryan, si tampan Dewangga itu terlihat anteng saat Crystal menggendongnya.
Padahal biasanya balita tampan itu akan merengek bila terlalu lama di gendong orang lain, yang memang jarang bertemu dengannya. Tapi sepertinya Crystal menjadi pengecualian.
"Wow wow wow, rupanya para tamu kita sedang berkeliling istana. Bagaimana? apa kalian betah berada di sini?"
Langkah Yasmine dan kedua saudara sepupunya terhenti, pandangan mereka beralih pada dua orang wanita yang tengah melipat kedua tangan di dada, dengan wajah culas dan congkaknya.
"Ada apa Putri Zorra? ada yang bisa aku bantu?" tanya Yasmine sopan.
Kali ini dia akan berusaha sabar demi kehormatan keluarganya, tapi kalau para ular itu berulah lagi jangan salahkan dirinya, kalau akan ada Zoyya yang kedua di istana ini.
Zorra menyunggingkan senyuman sinisnya, jujur dia masih tidak terima dengan perlakuan Yasmine pada Zoyya- adiknya. Harusnya yang mendapat hukuman itu adalah Yasmine, bukan Zoyya. Putri bar bar itu hampir membuat nyawa adiknya melayang, walaupun Zoyya sempat sekarat- namun akhirnya dokter masih dapat menolong sang putri kedua keluarga bangsawan Abraham.
"Harusnya kau yang terusir dari istana ini! bukan adikku!" sarkas Zorra.
Kedua mata Sang Putri Mahkota memicing tajam- penuh amarah dan kebencian pada Yasmine. Zorra benci karena Yasmine selalu satu langkah darinya, padahal dia adalah Putri Mahkotanya di sini- dan suaminya adalah calon pemimpin keluarga bangsawan Albarack, bukan Elvier- adik ipar tirinya.
__ADS_1
"Kau masih membela adik mu yang tidak tahu diri itu?! setelah apa yang sudah dia lakukan kemarin?" Yasmine tidak habis pikir, kenapa Zorra tak berotak sama seperti adiknya?
Padahal Zorra sudah merasakan bagaimana rasanya di khianati, di duakan dan diabaikan oleh suaminya. Tapi wanita angkuh ini masih tetap jumawa, seakan perbuatan Zoyya- adiknya adalah hal yang biasa untuknya.
Adik Kakak gila!
"Itu karena Zoyya yang pertama hadir di dalam hidup Pangeran Kedua, kalau saja kau tidak hadir di hidup adik ipar tiriku, Adikku dan Pangeran Kedua pasti sudah menikah. Semuanya berantakan karena kehadiranmu Putri Yasmine, kau yang sudah merebut Elvier dari Zo-,"
"Lalu apa bedanya dengan mu?" tukas Yasmine.
Sang Princess melangkah maju, dia mengabaikan cekalan tangan Berliana. Sang Nyonya Dewangga tidak bodoh, dia tahu apa yang terjadi saat ini. Perebutan cinta dan tahta? dia tidak salah bukan, sepertinya tebakannya benar.
"Bukanya kau juga hadir didalam hidup Putra Mahkota, padahal kau tahu kalau suami mu itu sudah memiliki seorang kekasih. Lebih parahnya lagi, kalian lah yang membuat Kakak ipar kedua keguguran." ucap Yasmine, dengan senyuman miring di bibir tipis semerah Cherrynya.
Bahkan Berliana dan Crystal dapat mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan oleh adik sepupunya. Apa lagi saat ini Yasmine berbicara menggunakan bahasa Inggris, bahasa yang mampu di pahami oleh keduanya.
Berliana dan Crystal saling pandang, keduanya memikirkan hal yang sama saat ini.
Ada yang tidak beres dengan keluarga Albarack.
__ADS_1
"Lancang!" seru kencang Zorra.
Satu tangannya terangkat hendak menampar wajah Yasmine.
Grep!
Gerakan tangan Zorra terhenti, napasnya yang tadinya memburu karena menahan emosi, kini terlihat semakin memburu saat mengetahui siapa yang mencekal lengannya.
"Hati hati dengan tanganmu, Kakak Madu. Kau akan mendapat masalah besar kalau sampai menyentuh apa lagi menyakiti, adik ipar." cetusnya santai, namun sarat akan peringatan.
"Kau tak apa, Putri Yasmine?" tanya-nya memastikan.
Yasmine mengerjab cepat, sang Princess tidak bersuara karena terlalu shock. Wanita itu hanya menganggukkan kepala pelan dan patah patah. Yasmine belum percaya kalau Haraya yang menahan tangan Zorra, agar tidak mengenai wajahnya.
"Sebagai Putri Mahkota, harusnya kau tahu bagaimana caranya memuliakan tamu. Bukan mengajaknya berdebat, apa lagi berkelahi. Bahkan kau tidak peduli kalau ada anak balita di dekatmu." ucap Haraya tidak habis pikir.
"Ayo ikut dengan ku adik ipar, aku akan mengajak kalian beristirahat. Dan untuk kau Kakak Madu, beristirahatlah! istirahatkan hati dan pikiran buruk Mu, jangan sampai kau kehilangan bayi mu seperti aku." suara Haraya tercekat, kala mengingat semua kesedihan hidupnya kala itu.
__ADS_1
HARAYA ALBARACK, SELIR SANG PUTRA MAHKOTA