
Yasmine terus saja menatap penuh harap ke arah pintu besar yang di masuki oleh Elvier dan Ayah mertuanya. Yasmine berharap kalau si model mata duitan itu segera kembali.
Si model mata duitan? apa panggilan itu masih cocok dia sematkan pada Elvier olehnya? setelah dia mengetahui kebenarannya. Yasmine menghela napas pelan, kedua mata bulatnya terus saja memindai keseluruh area.
Saat Yasmine menggulirkan pandangannya ke arah lain, dia sedikit tersentak kala melihat pria paruh baya yang menjadi ajudan sang ibu mertua tiri tengah menatap dalam padanya.
'Kenapa orang itu terus aja natap aku sih?' ucap Yasmine dalam hati.
Yasmine berusaha menghindar, namun ada rasa penasaran yang selalu membuatnya penasaran ingin tahu, saat kedua mata pria itu mengarah padanya.
Apa lagi saat melihat pria itu hendak mendekat padanya, Yasmine semakin di buat tidak karuan.
"Mine?"
Napas Yasmine yang sudah dia tahan akhirnya bisa dihembuskan kala mendengar suara Elvier.
"El?"
Yasmine segera bangkit, dia mendekat pada suaminya namun sudut matanya tetap tertuju pada pria yang sedari tadi memperhatikannya.
"Kau baik baik saja?" tanya Elvier.
Kedua mata Sang Model yang menjelma menjadi seorang Pangeran itu menelisik setiap gerak gerik Yasmine, bahkan Elvier secara terang terangan menatap dingin pria yang sedari tadi terus saja memindai istrinya.
__ADS_1
"Jaga mata mu Jalal! pelayan rendahan sepertimu tidak pantas menatap istriku dengan tatapan liar seperti itu!" sarkas Elvier.
Sang Pangeran Kedua mulai menunjukan ke posesifannya, dia tidak suka kalau ada mata nakal yang menatap penuh damba pada tubuh sang gadis.
"Ah maaf Pangeran-," Jalal menjeda sejenak.
"-terbuang, aku hanya sedikit mengagumi kecantikan dan keanggunan Putri Yasmine. Pantas saja kau menolak perjo-,"
"Sekali lagi kau bersuara, akan ku pastikan pita suara mu itu hilang dari tem- aawww!" tukas Elvier memotong ucapan Jalal. Pria itu mendesis pelan kala mendapatkan cubitan di lengan, siapa pelakunya? siapa lagi kalau bukan Yasmine.
"Jangan kayak gitu sama orang tua, gak baik El!" ucap Yasmine menasehati.
Kedua mata bulatnya memicing pada Sang Pangeran, Yasmine tidak suka Elvier berbuat seperti itu.
"Tapi kalau orang tuanya jelatatan seperti tadi, jangan pita suaranya aja yang kamu ilangin El. Tapi kedua matanya juga, udah tua masih aja jelatatan sama anak kecil! inget umur pak!" lanjut Yasmine dengan berbahasa Indonesia.
Sebenarnya sebelum Elvier datang pun Yasmine ingin sekali berbicara seperti itu, namun karena dia tidak ingin di judge liar dan bar bar oleh anggota keluarga Elvier demi kehormatan Sang Pangeran kedua alias si model mata duitan, Yasmine sekuat mungkin menahan diri.
Namun sekarang, setelah dia mendengar dan melihat sendiri apa yang di lakukan Elvier pada pria tua itu, Yasmine tidak akan segan lagi untuk mengeluarkan sifat aslinya.
Yasmine sedikit memiringkan kepala agar dia bisa melihat wajah Sang Pangeran kedua. Kedua sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman manis terkesan tulus.
"Kita mau pulang atau-,"
__ADS_1
"Kita akan menginap disini malam ini, Mine." final Elvier memotong ucapan Sang Princess.
Bibir Yasmine terkatup, kedua netranya terus menatap pada Elvier yang enggan menatap padanya. Pria yang memiliki tinggi 190 lebih itu terus saja menatap dingin dan datar pada Jalal.
Yasmine terlihat mengangguk patuh, gadis itu menghela napas pelan. Dia sedikit tersentak saat merasakan Elvier menarik lengannya dan membawa dia pergi dari tempat itu.
Tapi tunggu, kalau mereka menginap disini berarti dia dan Elvier akan berada di dalam kamar yang sama bukan? karena kalau kamar mereka terpisah, pasti akan ada gosip baru di istana ini.
"El?" panggil Yasmine Ragu.
Elvier menoleh sekejap, lalu kembali menatap ke arah depan.
"Apa?" sahutnya acuh tak acuh.
"K-kalau kita nginap di sini, berarti k-kita satu kam-,"
"Menurutmu?" tukas Elvier memotong ucapan istrinya.
Yasmine melipat bibirnya pasrah, dia tidak bersuara lagi sampai dia dan Elvier sampai di sebuah ruangan yang akan menjadi kamar mereka malam ini.
LAMA LAMA KU MAKAN JUGA KAMU EL
__ADS_1
YA ALLAH LAKIK ORANG😭😭😭😭😭