
Riuh deburan ombak menghantam tebing curam, tidak mampu membuat kedua mata pria muda berwajah bak malaikat itu terbuka. Sang pria lebih menikmati hembusan angin laut yang berhembus kencang.
"My Lord!"
Bahkan saat salah satu pengawalnya memanggil, dia sama sekali tidak menggubrisnya. Sang pria yang di panggil Lord itu malah menyunggingkan senyuman tipis, yang membuat para pengawal saling tatap satu sama lain.
"My Lord, Yang Mulia Permaisuri- menelpon an-,"
"Berikan padaku!"
Belum sempat Sang Pengawal menyelesaikan ucapannya, Sang Lord sudah meraih ponsel yang sedari tadi terus saja berbunyi. Pria berwajah campuran itu menghela napas kasar, sebelum dia menekan tombol hijau untuk menerima panggilan dari nama kontak MY MOM.
"Love you Mom, aku ak-,"
[π²MY MOM] "AKARA PULAAAAAANGGG!"
Pria itu menjauhkan ponsel dari telinganya, kedua matanya terpejam erat kala mendengar teriakan Sang Mommy. Ini sudah kebiasaan Sang Permaisuri, saat sedang kesal atau pun murka padanya.
"Oke Mom, see you Baby,"
Sebelum dia mendapatkan teriakan untuk kedua kalinya, pria yang masih berusia 18 tahun itu segera turun dari kap mobil, setelah dia melemparkan ponsel pada salah satu pengawal.
Senyum samar tercipta di bibir cip*okable miliknya, senyuman tipis yang mampu membuat para Putri kebangsawanan lain tidak mampu menahan air liurnya.
__ADS_1
Erkan Akara Albarack Milles, di usianya yang baru menginjak 18 tahun, sudah memiliki postur tubuh tegap tinggi, tampan rupawan, jangan lupakan tahta yang dia miliki- membuat Sang Lord, itu panggilan yang biasa mereka sematkan padanya- semakin melambung tinggi. Mampu mengalahkan para Putra Mahkota kebangsawanan lain, di akademik, kepintaran dan area balap liar.
Area balap liar?
Tidak lupakan kalau Erkan adalah BABY TESLA, si jabang bayi yang tidak mau dilahirkan didalam rumah sakit. Lebih menyenangkan dilahirkan didalam mobil Tesla mahal dan mewah milik Sang Daddy, yang harganya mampu mencapai 5 - 6 Milyar.
Erkan segera memundurkan mobil Buggati hitam mengkilapnya, kedua tangan berototnya begitu lihai dalam memainkan stir dan perseneling. Kedua kakinya bergerak lincah, mampu menyeimbangkan pedal gas dan rem. Entahlah Erkan juga tidak tahu, kenapa dia terasa begitu ringan saat berkendara. Seolah setiap mobil adalah partner baginya, partner untuk mengalahkan banyak penantangnya.
Dengan kecepatan di atas rata rata, Sang Lord membelah jalanan bergurun. Di ikuti oleh dua mobil pengawalnya, ketiga mobil mewah itu seakan tengah adu kecepatan- dan Erkan lah pemenangnya, hingga mereka sampai ke area istana kebangsawanan Albarack hanya dalam beberapa belas menit. Padahal jarak yang ketiga mobil itu tempuh cukup jauh, apabila berkendara dengan kecepatan rata rata.
Braak!
Suara bantingan pintu mobil yang di lakukan Erkan, membuat para pelayan dan pengawal istana segera menunduk hormat. Pria bertubuh tinggi itu segera masuk, tanpa menghiraukan sekitar. Saat ini dia yakin kalau Sang Mommy tengah mengomel didalam sana.
Erkan tersenyum kala melihat punggung wanita yang paling dia sayangi dan cintai. Sang Lord merentangkan kedua tangan, meminta agar Sang Mommy menyambut pelukannya.
Belum sempat Erkan menyelesaikan ucapannya, Sang Mommy berbalik- dan melemparkan sandal rumahan yang dipakainya pada sang Putra. Kedua mata Erkan terpejam, kalau sudah begini ceritanya dia tidak akan berani berbicara apa lagi melawan.
"Pangeran Erkan, Tuanku memanggil Anda!"
Diam!
Erkan tetap terdiam ditempatnya, bahkan saat Yaser- penasehat sang Ayah menyuruhnya untuk segera menemui Tuan Besar istana ini- Erkan tidak menggubrisnya sama sekali. Erkan lebih fokus pada wanita paruh baya, yang masih cantik si usianya- terlihat mendekat dengan wajah tidak bersahabat.
__ADS_1
"Mandi! terus ganti baju kamu! kita pergi ke acara pesta itu, jangan kabur kabur'an lagi. Kalau kamu berani kabur lagi, Mommy sunat lagi kamu!"
Erkan reflek merapatkan kedua pahanya, rasa ngilu tiba tiba menjalar keseluruh area itu. Sang Lord menelan salivanya pahit, dia bergidik ngeri saat membayangkan bagaimana rasanya. sudah 9 tahun berlalu- tapi entah kenapa rasa sakit itu masih terasa diarea sana. Apa mungkin Erkan trauma gara gara di sunat?
"Oke Mom!" sahutnya.
"Temuin dulu Daddy!"
Sang Mommy berseru keras saat melihat putra sulungnya berjalan cepat menuju tangga, yang mengarah kelantai atas.
BABY ERKANπππ
BABY ERKAN ππππ
DADDY EL ππππππ
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NANTI SIANG MUUUAACCHH