
Suasana di kantor Solo Techno siang itu agak ramai, karena ada tamu dari calon rekanan yang melakukan pengecekan kondisi lapangan. Aleta sudah sejak pagi diminta Raditya untuk mempersiapkan material untuk meeting, sedangkan Susan menyiapkan materi untuk presentasi dalam bentuk powerpoint. Beberapa karyawan memiliki peran masing-masing untuk meyakinkan agar calon rekanan, memilih perusahaan ini untuk mengerjakan project mereka.
Setelah selesai menyiapkan material dan meletakkan di meeting room, Aleta istirahat di kursinya. Dia meminta ijin pada Raditya untuk tidak ikut mendampingi dalam menerima tamu, sehingga dia bisa istirahat di kursinya saat ini.
"Aleta..., tamunya sudah ada di depan. Tolong sampaikan ke pak Raditya, diminta menunggu di lounge atau langsung ke meeting room." tanya Tutik.
"Diminta duduk di lounge sebentar ya Tut, aku akan sampaikan pada pimpinan terlebih dahulu."
"Oke, aku langsung ke depan lagi."
Aleta segera mendatangi Raditya yang saat ini sudah siap di meeting room bersama dengan Susan, dan dua orang tim inti perusahaan.
"Selamat siang kak, tamunya sudah ada di lounge. Langsung saya antarkan kesini, atau diminta menunjukkan sebentar." tanya Aleta.
"Oh ya, langsung diminta ke sini saja. Kita sudah siap kok." sahut Raditya.
"Ya kak, Langsung saya antar kesini saja." Aleta langsung menuju ke lounge, dan berjumpa dengan Tutik.
"Tut..., tamunya diminta langsung ke meeting room sama kak Radit." Aleta menyampaikan pesan dari Raditya.
"Oke, makasih Aleta. Aku akan sampaikan pada tamunya."
Baru saja Aleta akan kembali ke kursinya, dia mendengar namanya dipanggil.
"Aleta...," panggil seorang laki-laki dari lounge.
Aleta menengok ke arah sumber suara, dan dia melihat Rio teman Tata yang sedang berada di lounge. Rio mendatangi Aleta, kemudian mengulurkan tangan untuk mengajak berjabat tangan.
"Loh kok Rio bisa sampai disini." tanya Aleta sambil menyambut uluran tangan Rio.
"Iya, papaku membuka cabang baru di kota ini. Dan celakanya, aku yang diminta handle disini. Sekarang aku lagi cari rekanan untuk mengerjakan branding untuk perusahaanku disinj."
"Berarti calon rekanan yang ditunggu bosku ternyata kamu ya Rio. Kok kamu tahu perusahaan ini dari mana?" tanya Aleta sambil tersenyum.
"Iya kali, aku tahu dari teman papa. Perusahaan beliau juga dibantu branding oleh perusahaan ini. Btw..., Aleta kerja disini."
"Iya Rio." jawab Aleta singkat.
__ADS_1
"Ayuk antar aku ke tempat bosmu. Tapi kamu harus menemani aku ya di dalam." Rio mengajak Aleta ikut pertemuan di meeting room.
"Ah tidak Rio, aku di sini baru magang. Aku nunggu di luar saja, sekarang aku antar kamu dan temanmu ke dalam ya." Aleta menolak.
" Ayo temani aku dong. Aku pingin ngobrol, maklum belum ada teman aku di kota ini."
"Sudah, nanti kita ngobrolnya. Sekarang aku antar ke dalam. Temanmu diajak, habis acara nanti aku temani ngobrol." Aleta berjanji.
Rio memberi kode pada dua temannya, kemudian diantar Aleta menuju ke meeting room. Sesampainya di ruangan, Aleta membukakan pintu dan mempersilakan mereka bertiga masuk.
"Mari bapak-bapak silakan masuk." ucap Aleta sambil tersenyum.
"Kak Radit, Bu Susan..., tamu yang dari tadi ditunggu, mereka sudah datang."
Rio tersenyum pada Aleta kemudian memasuki ruangan. Setelah mereka masuk, Aleta langsung kabur dari situ dan kembali ke kursinya. Dia melakukan pengecekan file yang ditujukan pada bosnya, secara offline maupun online.
*********************
Baru saja Aleta selesai dengan pekerjaannya, ponselnya berdering.
"Iya kak, ada apa." sahut Aleta. Raditya yang sedang menemani timnya Rio tiba-tiba menelpon.
"Harus ya pak. Sebenarnya Aleta malas kak, ini masih ada kerjaan. Nanggung banget kalau ditinggal." Aleta membuat alasan.
"Sudah ditinggal dulu saja kerjaannya. Kan bisa dikerjakan lain waktu, ayo to Aleta."
"Ya pak, saya kesana."
Dengan langkah berat, Aleta menuju meeting room. Dia mengetuk pintu, kemudian mendorong dan masuk ke dalam.
"Duduklah dulu Aleta." Raditya dan semua yang hadir di dalam tersenyum padanya.
"Ada yang mau dikonfirmasikan pada saya bapak ibu." ucap Aleta.
"Ini pertemuannya sudah selesai Aleta, cuma tadi mas Rio nanya-nanya tentang kamu. Ya sudah, mendingan kamu kita minta join sekalian kan." Susan menjelaskan.
Aleta melotot pada Rio, dan Rio beserta dua temannya hanya tertawa.
__ADS_1
"Sorry Aleta...., ampun jangan marah dong. Aku cuma bilang sama pak Raditya, ada temanku yang kerja disini. Ha...ha.." kata Rio membela diri.
"Sudah Aleta..., temani pak Rio hari ini. Kerajaanmu sudah selesai kan. Tuh dia butuh teman kan." ucap Susan.
"Waduh maaf Bu Susan, pak Rio..., kerjaan masih banyak. Lagian selesai jam kerja, sopir saya juga sudah diminta jemput oleh suami saya." Aleta langsung bicara terus terang.
Karena saat ini Devan juga sedang memimpin perusahaan cabang di Sukoharjo. Dan dia tidak mau memancing keributan karena kesalahpahaman.
Mendengar perkataan Aleta, semua agak terdiam. Tetapi Aleta kemudian menetralisir.
"Maksud saya begini bapak ibu, suami saya sekarang ini sudah pindah kesini. Dia lagi merintis pembukaan cabang baru di Sukoharjo, saya tidak mau nanti ada salah paham jika saya menemani Pak Rio. Kecuali kita ngobrolnya di lingkungan perusahaan, atau nanti habis Maghrib saya ajak suami saya ketemu pak Rio." kata Aleta sambil tersenyum.
Raditya tersenyum mendengar ucapan Aleta, dan dia sangat kagum dengan kepolosan dan kejujurannya. Jika Aleta belum menikah, mungkin dia yang akan maju untuk mendekatinya terlebih dahulu.
"Iya tidak apa-apa Bapak/Ibu, tidak perlu memikirkan saya. Karena saya juga tahu kok, Aleta kalau pergi keluar harus ada pendampingnya." Rio akhirnya bicara membela Aleta, karena waktu mereka ketemu di Bandung, Aleta juga bersama dengan Tata.
"Maaf ya pak Rio, please pahami posisi saya." Aleta menangkupkan kedua tangannya.
"Iya, tapi panggilnya jangan pakai Pak dong. Ini bukan rapat." protes Rio.
"Yupz, terima kasih Rio."
"Ya sudah, kalian lanjutkan ngobrolnya di ruangan ini, saya tinggal ke ruangan dulu ya Bapak-bapak." Ucap Raditya pamitan.
"Oke, tidak masalah pak Raditya. Semoga kerja sama kita bisa berjalan lancar dan sukses." sahut Rio.
Raditya meninggalkan meeting room diikuti orang-orang dari perusahaannya. Di dalam ruangan tinggal Aleta dan ketiga orang dari pihak Rio.
"Kenalkan timku Aleta. Andi, Angga...." Rio mengenalkan kedua temannya.
Aleta menjabat tangan kedua orang tersebut.
"Terus sementara pada tinggal dimana kalian bertiga?" tanyanya.
"Kami bertiga sementara masih kontrak rumah, karena pembangunan rumah belum selesai. Kami kontrak di daerah Ngemplak, dekat dengan kantor perusahaan."
"Bagus dong, kalau aku agak jauh sih tinggalnya. Kebetulan rumahku di daerah Sukoharjo, nanti aku minta ijin suamiku dulu. Setelah mendapatkan ijin, boleh deh nanti kalian main ke rumahku."
__ADS_1
Mereka ngobrol hampir satu jam, tetapi karena Rio mengingat jam kerja Aleta yang baru magang disitu, akhirnya dia segera undur diri.
**********************