
Devan keluar kamar lebih dahulu karena istrinya masih mandi. Dia langsung menuju ruang keluarga, dan disana sudah berkumpul Kakek Cokro, papa Atmaja.
"Lho sudah pada datang, Devan pikir hanya kakek yang kesini."
"Hush..., kamu itu ngomong apa. Ini calon cucu papa, ponakan Rolland, ya wajar dong kalau papa dan Rolland ikut kesini."
"Mana Rolland nya?"
"Di belakang, paling menemani Jenny jalan-jalan di sawah. Mana Aleta Van, kok tadi kita datang sepi rumah."
"Aleta sedang mandi. Bentar lagi paling dia keluar. Bibi lagi menemani Bu Rosna sama mama ke toko belanja untuk perlengkapan acara."
"Mama? Maksudmu siapa Van." tanya Cokro, sedangkan Atmaja sudah paham jika yang dipanggil mama adalah Kinara.
Devan menoleh ke papanya, kemudian setelah melihat papanya mengangguk, Devan memberikan jawaban.
"Mama Kinara kek, mamanya Devan. Yang dulu pernah Devan ceritakan. Rumah mama kan di Yogyakarta, jadi sudah dari dua hari yang lalu mama kesini."
"Oh begitu."
"Kakek, papa.., maaf Aleta telat keluarnya. Barusan mandi terus Sholat Ashar." Aleta datang dan menyalami kakek dan papanya.
"Bentar pa, kek. Aleta buatkan teh panas dulu, jauh-jauh tidak ada yang membuat minum dari tadi."
Aleta langsung menuju dapur untuk menyiapkan teh panas. Devan mengikuti istrinya ke belakang.
"Ehm..., hmmm, semakin romantis ini kak Devan dan kakak ipar kalau disini." Rolland tiba-tiba datang dari halaman belakang. Jenny mengikut di belakangnya.
"Romantis, romantis. Bawa ini ke ruang keluarga, swalayan disini."
"Ya Tuhan, kak Devan.., tega bener. Ini kita tamu, masak diminta angkat minuman sendiri."
Devan tidak menjawab malah berjalan keluar pintu ke halaman depan. Dengan bersungut-sungut akhirnya Rolland mengangkat sendiri minuman yang dibuat kakaknya.
__ADS_1
"Perusahaan diliburkan apa mbak Jenn, karena semua ikut kesini.
"Tidak sih, cuma pak Cokro dan Rolland sudah memberi pengarahan pada karyawan. Lagian besok kan hari Sabtu-Minggu, perusahaan libur."
"Oh iya ya. Maaf Aleta sudah lama di rumah, jadi terkadang sampai lupa hari."
"Tadi pas kita datang, kok sepi banget. Kak Aleta tidak pakai ART apa?"
"Ada sih, ponakannya Bi Puji nemani aku disini. Tetapi baru pergi sama mama dan Ibu diantar sopir. Tidak tahu pada cari apa tadi."
"Syukurlah, Jenny pikir Aleta tidak didampingi ART disini."
"Mbak Jenn, ke ruang keluarga. Minumannya tadi dibawa Rolland kesana semua. Ayo, Aleta temani."
Jenny ditemani Aleta kembali ke ruang keluarga berkumpul bersama.
********************
Sabtu sore Aleta dan Devan menjalani serangkaian acara Mitoni yang diatur Bu Rosna dan mama Kinara. Dua besan itu sangat kompak mengatur jalannya acara. Setelah acara mandi tujuh bulanan selesai, dilakukan pengajian sehabis Maghrib.
"Yah, kalau ditanya capai ya pasti capai mas. Tapi sangat menyenangkan bisa menyiapkan dan mengurusi acara anak sendiri."
Atmaja tersenyum mendengar jawaban Kinara.
"Terus apakah kamu sudah memikirkan ajakan dulu Kinar. Kita masih suami istri secara agama, karena aku belum dan tidak pernah untuk menceraikanmu."
"Mas Atma..., kita ini sama-sama sudah dimakan usia. Sebentar lagi putra kita sudah akan memiliki putra juga, yang sekaligus adalah cucu kita."
"Sudah tidak ada yang akan Kinar pendam dan tutupi, jika mas Atma memang serius agar kita dapat bersatu, temui papa mas. Dengan Restu beliau nikahi aku, agar sah kita secara pemerintah."
"Benarkah yang aku dengar Kinar? Baiklah, besok aku akan ajak papa Cokro ke Yogyakarta. Kami akan memintamu untuk aku nikahi secara hukum pemerintah."
Kinar menganggukkan kepalanya, kemudian pamitan untuk tidur terlebih dahulu.
__ADS_1
"Syukurlah, Kinar masih bersabar untuk selalu menungguku." Atmaja tersenyum dan berpikir sendiri.
********************
Setelah menceritakan permintaan Kinara pada papanya, esok paginya Cokro meminta Atmaja untuk mempersiapkan diri berangkat ke Yogyakarta. Lagi-lagi mereka sudah siap-siap, sehingga membuat kaget Aleta dan Devan.
"Kakek, papa..., pagi begini sudah pada rapi sekali. Pada mau kemana? Belum akan balik ke Bandung kan" tanya Aleta pada keduanya.
"Mau nganter papamu menemui.mertuanya." sahut kakek.
Aleta memandang Devan, dan suaminya hanya diam.
"Terus mama Kinar juga ikut, atau hanya kakek dan papa saja yang ketemu kakek di Yogyakarta."
"Sekalian sama mamamu, biar tidak nyasar jalannya."
"Syukurlah, Aleta sangat senang sekali. Semoga lancar sampai disana dengan membawa kabar bahagia ya kek."
Dari arah ruang keluarga, terlihat Kinara juga sudah siap untuk berangkat.
"Ayo semua pada sarapan dulu. Tadi pagi sebelum balik ke rumah Klaten, Ibu dibantu bibi sudah memasak untuk pagi ini. Sepertinya sudah disiapkan Bibi di meja makan."
Devan menghampiri Aleta dan menyerahkan segelas susu untuk ibu hamil.
"Sekarang mas, kan Aleta mau makan masakan Ibu dulu."
"Tidak apa-apa, susunya sementara diminum sebagai ganti air putih. Biar putra kita sehat." sahut Devan memaksa istrinya minum susu.
"Iya deh, sini. Tapi Aleta biasanya terus kenyang, jadi makan pagi saja yang Aleta mundurkan."
"Ya, terserah kamu saja gimana enaknya."
Setelah selesai sarapan, dengan diantarkan Ujang, mereka bertiga berangkat ke Yogyakarta. Rolland akhirnya berdua dengan Jenny berjalan-jalan di kota Solo dengan menggunakan mobil Devan.
__ADS_1
********************