
Pukul empat pagi mobil sewaan yang membawa Aleta sudah sampai di Baki, Sukoharjo. Karena titik lokasi agak membingungkan, dengan hati-hati driver membangunkan Aleta.
"Selamat pagi kak..., kak." driver mencoba memanggil Aleta.
Aleta tersentak dari tidurnya, setelah beberapa saat terdiam, dia baru ingat bahwa saat ini dia sedang melarikan diri dari suaminya.
"Iya.., gimana pak." tanya Aleta setelah berhasil mengumpulkan kesadarannya.
"Maaf ya kak, sudah mengagetkan. Saat ini kita sudah sampai di daerah Baki. Untuk titik lokasi mohon maaf saya tidak dapat menemukannya." kata driver menjelaskan alasan membangunkannya.
"Oh saya yang minta maaf pak, harusnya saya memandu jalan. Kok ini malahan saya yang ketiduran." jawab Aleta malu. Setelah mengamati sekitarnya, Aleta paham dimana posisi mereka sekarang.
"Lurus ikuti jalan ini ya pak, nanti ketemu dengan pertigaan, bapak ambil kiri kira-kira dua kilometer, nanti ada rumah kost Dewi namanya. Persis di kanan jalan." Aleta menjelaskan arah menuju alamat yang akan mereka tuju.
"Baik kak, terima kasih." jawab driver kemudian mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Aleta.
Menyadari bahwa dirinya sudah jauh dari lokasi suaminya, Aleta membuka ponselnya dengan hati-hati. Kemudian dia mengeluarkan chip dan menyimpannya di dalam dompet. Menghilang adalah salah satu cara terbaik yang bisa dia lakukan untuk saat ini. Di kejauhan Aleta melihat ada kios 24 jam yang menjual accesories telepon seluler.
"Pak, tolong berhenti sebentar di kios depan ya pak. Ada yang mau saya cari." Aleta meminta driver untuk menghentikan mobil.
"Baik kak." jawab Driver kemudian dia menghentikan mobil.
Aleta segera keluar dari mobil, dan melihat di kios 24 jam selain menjual accesories ponsel juga menyediakan minuman dan kudapan.
"Mau mencari apa mbak."tanya penjaga kios dengan ramah.
"Saya cari chip seluler dari Telkomsel ya mas, sama dua Hot Cappucino." sahut Aleta.
"Baik mbak, tunggu sebentar. Silakan duduk dulu, saya siapkan dulu pesanannya." kata penjaga yang langsung menyiapkan pesanan Aleta.
Aleta mengambil beberapa kue kemasan untuk pengganjal perut bagi driver. Dia agak menyesal, karena dia tertidur, dia tidak mengistirahatkan driver di rest area.
Sekitar 15 menit, pesanan Aleta selesai disiapkan.
__ADS_1
"Untuk chipnya mau pilih nomor khusus mbak."
"Tidak perlu mas, acak saja. Sekalian minta tolong dipasangkan di ponsel saya ya " kata Aleta sambil menyerahkan ponsel kepada penjaga kios.
Setelah chip terpasang, Aleta segera memberesi pembayaran kemudian kembali ke mobil.
"Pak, mohon maaf tadi tidak sempat mampir ke rest area. Bapak sementara minum sama mengganjal perut pakai ini dulu ya." Aleta menyerahkan satu gelas hot Cappucino dan satu plastik kue kemasan pada Driver.
"Tidak apa-apa Kak, kan tadi kakak tidur. Ini sudah lebih dari cukup." kata Driver mengambil gelas dan kue dari tangan Aleta.
Setelah kurang lebih 10 menit istirahat, driver menjalankan mobilnya kembali. 15 menit kemudian mereka sampai di tujuan.
"Sudah sampai kak," kata driver sambil mematikan mesin mobil. Kemudian dia keluar mobil dan membuka bagasi mobil.
Baru saja Aleta akan melakukan panggilan via ponsel pada Corry, dari balik gerbang Corry sudah keluar dan menyambut kedatangan Aleta dengan senyum keramahan.
"Alhamdulillah kamu sudah sampai girl.., aku sampai tidak tidur menunggu kedatanganmu." sapa Corry sambil memeluk sahabatnya. Aleta membalas pelukan Corry.
"Mohon maaf menganggu. Ini kak tasnya, saya mungkin akan langsungan." driver menyerahkan tas pakaian Aleta dan langsung pamit.
"Mohon maaf kak, ini terlalu banyak kalau untuk tip. Saya tidak dapat menerimanya." Driver menolak secara halus pemberian dari Aleta.
"Pak, saya yang salah. Harusnya bapak beristirahat dulu di tempat saya, baru melanjutkan perjalanan. Tetapi karena saya berada di kostan khusus wanita, tidak mungkin saya akan mengajak bapak istirahat disini." kata Aleta menjelaskan.
"Uang ini bisa Bapak gunakan untuk ambil kamar dan transit di hotel sebentar, baru setelah fit bapak melanjutkan perjalanan kembali." Aleta memaksakan driver untuk menerima uang yang telah dia siapkan.
Setelah terjadi perdebatan sebentar, akhirnya driver bersedia menerimanya uang tip yang diberikan Aleta.
**********
Dini hari terjadi keributan di rumah keluarga Cokro. Menjelang fajar, Devan terbangun dari tidurnya dan secara reflek dia mencari kehangatan empuk dari tubuh istrinya. Tetapi, begitu dia menengok kesamping, dia tidak menemukan keberadaan Aleta di sisinya.
"Dingin....., dan sepertinya bantal serta bed ini masih utuh." Devan tiba-tiba merasakan firasat buruk.
__ADS_1
"Sayang..., Aleta...kamu ngapain." Devan memanggil nama istrinya, tapi tidak terdengar suara apalagi jawaban. Devan beranjak dari tempat tidur kemudian mencari di kamar mandi.
"Lantainya kering, berarti untuk waktu yang lama Aleta tidak menggunakan kamar mandi."
"Atau mungkin Aleta tidur di kamar tamu ya." Devan membatin kemudian keluar ke taman belakang, dan melihat satu kamar tamu yang tampak lampu tidur sedang menyala.
Perlahan Devan menuju kamar tamu di samping kolam renang, kemudian dia mengetuk pintu dengan pelan.
"Tok...tok..tok.., sayang.. bangun sudah pagi." panggil Devan sambil mengetuk pintu tiga kali.
Tidak lama terdengar langkah kaki, kemudian pintu terbuka.
"Papa?? Kok papa tidur disini." tanya Devan terkejut.
"Iya Van, papa lagi malas berantem dengan mamamu. Ada apa, kamu cari siapa, istrimu?" tanya Atmaja dengan sedikit cemas. Dia juga punya firasat, wanita manapun akan pergi jika menghadapi kenyataan seperti tadi malam.
Tanpa menjawab, Devan segera berlari menuju pintu keluar, dan dengan mudah dia bisa mendorong pintu ke arah keluar. Melihat kepanikan putranya, Atmaja segera mengikuti Devan ke depan.
"Kenapa pintunya tidak terkunci," Devan bertanya pada dirinya sendiri.
"Bi Puji... pak Karyo.. pak Asep, bangunnnnnn semuanya." tanpa berpikir panjang Devan berteriak keras membangunkan Puji, Asep, dan Karyo.
"Tenang dulu Van, ini masih pagi. Coba hubungi dulu ponselnya." Atmaja menyarankan.
"Ada apa Tuan Muda...," Puji bergegas menemuinya tuannya yang sepertinya sedang kalap.
Dari arah samping depan Asep dan Karyo juga berlarian menghampiri Devan. Teriakannya yang sangat keras juga mengganggu anggota keluarga lainnya. Tak berapa lama Cokro, Rolland dan Rengganis ikut berkumpul di ruang tamu. Melihat semuanya berkumpul, tanpa melihat keberadaan istrinya, Devan tidak terduga menangis tersedu sambil terduduk di lantai. Cokro yang peka dengan trauma psikologi yang pernah dialami cucunya, langsung mendekati dan merangkul Devan dengan erat.
"Rolland..., Karyo... cek kamera CCTV segera." Cokro langsung bisa memahami apa yang terjadi, begitu melihat trauma psikologis Devan terlihat akan muncul.
Atmaja langsung mencoba menghubungi nomor ponsel Aleta, tetapi muncul jawaban "Nomor yang anda hubungi tidak aktif, dan berada di luar jangkauan."
Sedangkan Rengganis terlihat santai menanggapi situasi pagi ini.
__ADS_1
"Akhirnya dia pergi sendiri, tanpa susah-susah aku menyingkirkannya." batinnya.
*********