
Di dalam mobil perjalanan pulang.
"Tadi siapa non, kok sepertinya sangat akrab." tanya pak Asep hati-hati.
"Itu namanya Irvan pak Asep, mitranya Joni yang sering setorin material untuk butik. Anaknya enak diajak ngobrol pak, nyambung." kata Aleta polos tanpa ada tendensi apa-apa.
"Tadi udah ijin belum non, sama Tuan Devan,"
"Ijin pergi maksud pak Asep? Belom sih, tapi mas Devan bilang, aku boleh pergi jalan-jalan kalau bosen di apartemen."
"Kalau pergi sendirian kan gak asik, ga tahu juga mau pergi kemana. Untung tadi Irvan nawarin jalan." lanjut Aleta.
"Besok-besok saran pak Asep, kalau non mau pergi, ijin dulu ya sama Tuan Devan. Biar tidak jadi masalah di belakang."
"Ya pak, makasih masukannya. Ntar malam aku akan cerita sama mas Devan. Biar pak Asep ga kena marah." kata Aleta.
"Bukan begitu maksud pak Asep non. Kalau ijin itu sebelum berangkat non. Karena non Aleta sudah punya suami, jadi kemana-mana ya harus ijin sama suami."
"Iya pak Asep, terima kasih masukannya. Pak Asep memang sip." kata Aleta sambil mengacungkan dua jempolnya.
Pak Asep tersenyum melihat sikap kanak-kanak istri kecil tuannya.
"Kita langsung pulang atau mampir dulu non."
"Aleta pingin ke tempat kakek, sana rame ada Rolland juga."
" Ya langsung kesana ga pa pa non. Kan pak Asep juga tidurnya di rumah Tuan Cokro."
"Lha kata pak Asep, harus ijin dulu sama mas Devan kalau mau pergi-pergi." sahut Aleta membalikkan perkataan Asep.
"Ya maksud pak Asep, kalau non Aleta perginya sama orang asing atau ke tempat asing."
"Lha kalau ke rumah keluarga, kan sama saja non pulang ke rumah sendiri. Nanti sampai di rumah Tuan Cokro, biar Tuan Rolland atau Tuan Cokro yang memberi tahu Tuan Devan." kata Asep memberi penjelasan.
"O gitu ya. Ok pak Asep, kita cuzz ke rumah kakek Cokro." seru Aleta senang.
Asep membelokkan arah mobil menuju Lembang. Setelah beberapa waktu, mobil memasuki halaman rumah keluarga Cokro. Asep membukakan pintu mobil untuk Aleta.
Untuk kedua kalinya, Aleta menginjakkan kaki di rumah keluarga. Sejenak Aleta mengamati rumah, halaman luas dengan banyak pepohonan rindang. Sangat sejuk dan teduh. Kemudian dia mulai memasuki rumah.
"Assalamualaikum," salam Aleta sebelum masuk rumah.
__ADS_1
"Wa Alaikum salam, eh ada non Aleta. Sama siapa non." sapa Puji ART di rumah Cokro.
"Sendiri Bi, dijemput pak Asep."
"Siapa tamunya Ji," tanya Cokro dari ruang keluarga.
"Non Aleta tuan," seru Puji memberi tahu tuannya.
Cokro bergegas ke ruang tamu untuk menyambut Aleta. Melihat kakek Cokro, Aleta segera menghampiri dan mencium tangannya.
"Sama siapa, Ayuk duduk dulu," tanya kakek Cokro sambil merangkul Aleta dan mengajaknya duduk.
"Sendirian kek, tadi minta jemput pak Asep. Di apartemen sepi kek, ga ada temennya. Ini Aleta juga baru dari daerah mana tadi, kayaknya Dago deh."
"Dago, ada apa disana."
"Janjian sama teman baru kek. Kenalan di butik Joni."
"Perempuan atau laki-laki."
"Laki-laki kek, wajahnya mirip Ariel dari grup band Noah itu lho. Anaknya asik, dia kuliah di ITB jurusan DKV. Jadi, ngomongnya nyambung sama Aleta yang kuliah jurusan Informatika." kata Aleta menjelaskan dengan gamblang.
Kalau Aleta bercerita tanpa ada beban, sebaliknya kakek Cokro hati-hati, kalau cucu menantunya tergoda dengan laki-laki lain yang seumuran dengannya.
"Tidak kek, kan tadi perginya mendadak. Mas Devan sudah berangkat kerja, Aleta juga belum ada rencana mau pergi sama Irvan, waktu mas Devan masih di rumah."
"Kan Aleta bisa nelpon Devan, minta ijin kalau mau pergi."
"Nelpon, Aleta saja tidak tahu nomor ponsel mas Devan." kata Aleta polos, dan cukup membuat Cokro terkejut.
"Aleta... kenapa sih nak, kamu itu penuh dengan kejutan. Kalau tidak tahu, kenapa kamu ga minta nomer sama suamimu."
"Ga mau kek, gengsi donk kalau Aleta minta duluan. Lagian sekarang Aleta belum butuh sih nomer mas Devan. He..he...," sahut Aleta sambil tertawa kecil.
"Kamu itu memang unik, cocok untuk cucuku yang juga unik." kata Cokro ikut tertawa
"Kek..., Aleta mau mandi dulu ya. Gerah soalnya. Aleta boleh masuk kamar mas Devan tidak."
"Ya boleh, kamar Devan ya sama juga dengan kamarmu. Kamu itu kan istrinya Devan. Tapi kamu ada baju ganti tidak, kalau tidak ada, kakek telpon butik untuk diantarkan baju."
"Ada kek, Minggu kemaren kan Aleta masih ninggal baju disini." kata Aleta sambil melangkah ke kamar Devan.
__ADS_1
Melihat king size bed di kamar Devan, tiba-tiba pipi Aleta merah merona, teringat pertama kali Devan memasukinya dan membuatnya kesakitan. Kamar itu sangat bersih dan rapi, yang didominasi warna grey dan silver. Aleta merebahkan badannya diatas bed, sambil memeluk guling. Tapi mengingat tubuhnya terasa lengket, dia segera beranjak bangun lagi, kemudian melangkah ke kamar mandi.
*****
"Van..., kamu masih repot tidak."
"Istrimu ada di rumah kakek. Usahakan, kamu. saja nanti yang menjemput. Sekalian ada yang akan kakek bicarakan denganmu." Cokro melakukan panggilan kepada Devan.
"Ya kek, tapi kok bisa Aleta sampai situ. Tadi pagi dia tidak bilang apa-apa." sahut Devan.
"Sudah tidak perlu banyak tanya. Kalau kerjaan kantormu sudah beres, susul saja Aleta kesini."
"Ya kek, Devan langsung ke rumah. Kebetulan sudah tidak ada kerjaan yang mendesak untuk ditangani" sahut Devan cepat.
Setelah melakukan panggilan pada Devan, Cokro memanggil ART.
"Ji..., kesini kamu."
"Ya Tuan." jawab Puji dari arah dapur.
"Siapkan makan malam ya. Masaknya agak dilebihkan, Devan dan istrinya biar sekalian makan malam di sini."
"Baik tuan, Puji kembali ke dapur."
Cokro kemudian menyalakan televisi di ruang keluarga.
"Lihat acara apa kek," tiba-tiba Rolland nongol mengejutkan kakeknya.
"Kamu itu kapan kebiasaanmu berubah. Masuk rumah itu ucapkan salam, tidak asal masuk mengagetkan orang tua." omel Cokro pada Rolland.
"Iya kek, Assalamualaikum, jangan suka marah-marah, ingat untuk selalu menjaga tekanan darah." sahut Rolland menggoda kakeknya.
"Wa alaikum salam," jawab Cokro.
"Rolland ke kamar dulu ya kek, istirahat sebentar."
"Iya, tapi jangan langsung tidur. Ada kakak iparmu di kamar. Temani ngobrol, agar dia betah disini. Sekarang dia baru mandi."
"Kapan kakak ipar datang kek." tanya Rolland kepo maksimal.
"Sudah sana mandi. Nanti kamu tanya sendiri sama Aleta. Jangan ganggu kakek," kata Cokro dengan suara keras.
__ADS_1
Rolland segera meninggalkan Cokro di ruang keluarga, kemudian masuk kamar untuk mandi.
****