Jodohku Di Tangan Kakek

Jodohku Di Tangan Kakek
Doa Restu


__ADS_3

Sepulang kantor, Rolland mengajak Jenny untuk ke Cileungsie untuk menenmui mama Rengganis. Dia sudah membicarakan niatnya untuk melamar Jenny pada papa Atmaja, dan kakek Cokro. dan mereka sudah menyetujuinya. Seperti saran dari kakaknya Devan, mereka juga harus meminta restu dari amam Rengganis. Di sebuah perumahan elite, Rolland melapor pada security portal untuk memberitahukan kedatangan mereka. Setelah melakukan pengecekan kartu identitas, akhirnya security mengijinkan mereka masuk. Pada sebuah rumah dengan konsep mediterania, Rolland memarkirkan mobilnya.


"Ayo Jenn.., semoga mama ada di rumah saat ini." Rolland mengajak Jenny untuk segera turun.


Mereka menengok ke kanan kiri, tetapi terlihat suasana sepi.


"Lland, itu ada bel masuk. Coba kita pencet saja, semoga ada orang di dalam rumah ini."


Rolland menuruti saran Jenny, kemudian dia menuju teras dan menekan bel masuk. Tekanan pertama belum ada respon, Rolland mengulangi sampai tiga kali. Setelah menunggu beberapa saat, terdengar suara pintu dibuka dari dalam. Rolland dan Jenny langsung mendekat ke depan pintu masuk.


"Rolland, Jenny..., kalian kemari? Ayo semua masuk." seru Rengganis yang terkejut karena kedatangan Rolland putra kandungnya.


Rolland langsung mendekat dan memeluk mamanya, kemudian Rengganis balas memeluknya. Untuk sesaat ibu dan putranya itu saling berpelukan, dan Jenny menjadi terharu melihat keduanya. Tanpa  sadar air mata menggenang di kelopak matanya.


"Ada siapa Nis? Oh ada tamu rupanya, ayo masuk dulu, jangan di depan pintu." terdengar suara laki-laki.


Rengganis merangkul putranya kemudian membawanya masuk ke dalam, dan mengajaknya duduk di sofa tamu.


"Mas Miko ingat ini siapa? Ini Rolland mas, putra kandungku dengan mas Atma. Rolland, kenalkan ini suami mama, Om Jatmiko namanya." Rengganis mengenalkan Jatmiko pada putranya.


"Mama sudah menikah dengannya nak. Maafkan mama ya, karena tidak menghadirkanmu pada acara pernikahan mama dan Om Jatmiko."


Rolland menganggukkan kepala, kemudian menyalami Jatmiko. Rengganis kemudian menceritakan proses pernikahan dengan Jatmiko yang hanya mereka lakukan di KUA.


"Om Miko.., Rolland titip mama ya Om. Rolland tidak bisa menjaga dan menemani mama disini. Rolland harap Om Miko bisa menjaga dan mengawasi mama."


Jatmiko tersenyum mendengar perkataan yang disampaikan putra tirinya Rolland, kemudian dia merangkul Rengganis.


"Pasti Rolland, mamamu Rengganis ini wanita yang sudah sejak dulu Om cintai. Yah, karena masa lalu akhirnya mamamu menikah dengan papamu dan meninggalkan Om."


"Mbok.., mbok Darmi.., buatkan teh panas manis ya." Rengganis berteriak memanggil ART nya.


"Iya Nyonya..., mbok sedang menyiapkan air panasnya dulu."

__ADS_1


Tidak menunggu lama, mbok Darmi mengantarkan empat cangkir teh manis panas.


"Ayo diminum dulu, baru nanti kita bicara. Mama yakin, kalian berdua kemari karena ada hal penting yang akan kalian sampaikan pada mama. Tidka mungkin kan hanya sekedar main kesini."


Rolland menengok ke arah Jenny, kemudian mengajak Jenny untuk menikmati teh panas dan camilan yang  sudah disiapkan Mbok Darmi.


"Iya ma, persis seperti yang mama katakan. Rolland dan Jenny kemari karena ingin minta ijin sama mama."


"Ijin?? ijin mau kemana kalian." tanya Rengganis sambil tersenyum menggoda mereka berdua.


Jenny tersenyum malu, kemudian tangan Jenny diraih Rolland.


"Begini ma, Rolland dan Jenny sudah mantap ingin segera mengakhiri masa lajang kami. Kami mohon do.a restu dan ijin dari mama."


Sejenak Rengganis terdiam, dia merasa terharu. Meskipun pada saat mereka tinggal bersama, dia mengabaikan keberadaan Rolland, ternyata putranya masih menganggapnya sebagai seorang ibu. Tanpa sadar Rengganis meneteskan air mata.


"Kenapa mama menangis, apakah mama tidak menyetujui hubungan kami?" Rolland agak shock melihat reaksi yang ditunjukkan mamanya.


Rengganis meraih Jenny, kemudian memeluk dan menciumi Jenny sambil bercucuran air mata.


"Tolong mama jangan bicara seperti itu ma. Mama adalah mama kandung Rolland, bagaimanapun mama adalah orang yang dalam hal apapun, Rolland wajib meminta ijin dan restu."


Rolland dan Jenny sangat bahagia sudah mendapatkan ijin dan restu dari mama Rengganis. Kemudian Rolland juga menceritakan jika kakaknya Devan sudah memiliki dua putra kembar, dan papanya Atmaja sudah menikah kembali dengan mama Kinara.


 


 


*******************************************************


 


 

__ADS_1


Kesibukan nampak di rumah keluarga Cokrodirjan, beberapa anggota keluarga jauh datang untuk membantu mempersiapkan acara lamaran Rolland kepada keluarga Jenny. Mama Kinara ternyata sangat trampil menyusun rangkaian barang-barang yang akan dibawa ke tempat keluarga Jenny, dari kosmetik, pakaian, sepatu, dan tas, dia susun dalam packing yang  sangat bagus.


"Tante Kinar.., Tata bisa diajari Tante, bagus banget tante bikinnya. Cepat lagi." Tata mendekati mama Kinara agar membantunya belajar membuat rangkaian srah-srahan pengantin.


"Besok kalau pas ada waktu longgar, kamu main kesini. Nanti belajar bersama dengan Tante."


"Oke, pasti Tant.., besok jika acara Rolland dan Jenny sudah terlaksana. Giliran Tante ajari Tata buat seperti ini."


Kinara tersenyum melihat antusiasme gadis itu.


"Tante..., kira-kira besok pas acara perkawinan Rolland, Aleta ikut kesini tidak ya Tant. Tata sudah lama banget tidak ketemu sama Aleta, kangen."


"Kalau masalah itu Tante tidak tahu Tata. Kalau Aleta sih, Tante kira dia pingin banget kesini sambil ajak Arend dan Arick. Tante juga sudah kangen dengan kedua cucu Tante."


"Tapi yang susah itu malahan putra Tante, si Devan. Dia kan over protektif banget, sok lebay, apa-apa tidak boleh, Kasihan Aleta dikekang sama dia."


"He.., he..he.., kamu sampai hafal dengan sifat Devan ya Ta."


"Ya hafal lah Tante. Karena Aleta itu tidak punya teman di Bandung, kalau pas di kota ini, kemana-mana perginya sama Tata. Itu kalau mau pergi, mas Devan banyak banget pesennya, sebel pokoknya."


"Eh.., siapa yang dari tadi ngrumpiin kakakku. Ah kamu Ta, soalnya Tata itu suka rempong ma, kayak dia tidak tahu kalau kakak ipar itu sudah bersuami. Masak ngajak pergi kok ternyata nongkrong sama teman-temannya Tata, ada yang laki-laki lagi. Ya terang dong, kak Devan marah."


"Tapi kalian itu seperti tidak tahu berapa umur Aleta. Dia itu sama aku saja masih tua aku. Ya harus dimengerti dong, cewek seusia dia itu apa maunya, tidak disuruh nurutin keinginan orang tua terus."


"Lha ini kok malah kalian berdua yang jadi ribut. Ayo Rolland, mau bantuin atau gangguin Tata."


"Rolland menyerah dong ma, kalau urusan seperti ini urusan cewek saja. Ayo semangat Tata yang bantuin mama. Besok gantian deh, kalau Tata mau menikah, call me. Kami pasti akan bantu juga. He..he..., semangat."


"Iya, iya... calon pengantin. Dari sekarang, bisa kok bantuin Tata, yaitu bantu carikan jodohnya. Oke."


Kinara geleng-geleng kepala melihat anak-anak muda jaman sekarang.


 

__ADS_1


 


**********************************************************************


__ADS_2