
Setelah beristirahat sebentar Aleta mengajak Corry untuk mencari kost-an untuk dia tempati sementara. Agar sahabatnya itu tidak penasaran, dia menceritakan secara singkat situasi yang sedang dia hadapi. Tanpa banyak tanya, untuk memberikan support padanya,. Corry tidak membiarkan sahabatnya sendiri.
"Aleta..., sebenarnya disini masih ada kamar kosong, kalau kamu mau kita bisa menemui ibu kost," saran Corry pada Aleta.
"Maaf ya Corry, bukannya aku menolak idemu. Keluarga suamiku tidak sesederhana yang kamu pikirkan. Mereka akan bisa melacak tempat ini melalui track mobil yang aku sewa." kata Aleta menunduk lesu.
"Sampai sebegitukah girl." tanya Corry membayangkan seperti apa suami Aleta.
Aleta menganggukkan kepala.
"Corry..., untuk sementara aku minta tolong tinggalkan kost mu. Aku tidak ingin mereka mengejarmu." kata Aleta perlahan.
"Terus aku tinggal dimana, dan tidak mungkin kan aku minta uang orang tuaku lagi." tanya Corry bingung.
"Tinggal dan temani aku di kost, aku akan mengambil dua kamar langsung." Aleta memahami keadaan ekonomi sahabatnya.
Corry memandang Aleta, tapi Aleta meyakinkannya lewat tatapan dan anggukan kepala.
"Girl...atau kita cari via online saja, daripada kita capai muter-muter." Corry mengusulkan pada Aleta.
Akhirnya Aleta menyetujui, dan mencoba mencari kost sesuai budget dan keinginan via aplikasi Mom Dormitory. Mereka membuat komparasi beberapa pilihan kamar, dan akhirnya mereka menjatuhkan pada satu pilihan. Setelah membuat janji temu dengan pemilik, mereka kemudian bersiap-siap. Aleta yang tidak membawa banyak barang, langsung membawa tas pakaian yang dia siapkan dari Bandung.
*********
"Tin..tin.." suara klakson mengagetkan Corry dan Aleta yang sedang menyeberang jalan Soekarno di daerah Solo Baru. Segera mereka kembali ke pinggir jalan tidak jadi menyeberang. Tetapi mobil yang membunyikan klakson tiba-tiba berhenti di depan mereka.
"Aleta..., Corry .. mau kemana kalian." teriak Ferdinand memanggil mereka.
Aleta dan Corry menengok ke arah suara, dan terlihat wajah Ferdinand nongol dari jendela mobil.
__ADS_1
"Bikin jantung copot saja kamu Fer." protes Corry menyemprot Ferdinand.
"Maaf Corry..., lagian siapa suruh nyeberang jalan raya segede ini tanpa tengok-tengok. Memangnya pada mau kemana." tanya Ferdinand
Belum sempat Aleta mencegah Corry untuk tidak bicara, ternyata sahabatnya itu sudah nyerocos duluan.
"Mau ke Udon ****game di dalam The Park **ll. Ada janjian dengan pemilik kost." kata Corry.
Tanpa diminta Ferdinand membuka pintu mobil sisi depan.
"Ayo masuk, aku antar sekalian. Aku juga mau belanja bulanan di supermarket." Ferdinand menawarkan diri.
Tanpa bisa menolak akhirnya mereka berdua ikut di mobil Ferdinand. Corry sengaja mengambil tempat duduk di tengah, sehingga mau tidak mau Aleta duduk di sebelah Ferdinand.
Lima menit kemudian mereka sudah berada di parkir timur mall. Setelah memarkir mobil di tempat yang teduh, mereka bertiga segera menuju tempat yang mereka tuju. Corry berjalan sendiri di depan, sedangkan Aleta berjalan bersama Ferdinand.
"Bagaimana kabarmu Aleta," tanya Ferdinand pelan dan terkesan agak kaku. Dia tidak bisa membohongi perasaannya, berjalan lagi dengan Aleta menjadikan angannya kembali melambung.
"Alhamdulilah, syukurlah. Aleta..., tapi kenapa kamu terlihat murung. Kamu baru ada masalah ya." kata Ferdinand yang merasa Aleta hari ini beda dengan Aleta yang biasa dia kenal.
"Ah tidak itu perasaan kak Ferdi saja. Aku hanya kecapaian saja kak, jam 5 pagi tadi aku baru datang dari Bandung." sahut Aleta gugup.
"Oh Udon ternyata ada di depan situ Aleta. Langsung kesana yuk," tiba-tiba Corry menarik tangan Aleta, yang sekaligus menyelamatkannya dari tatapan curiga Ferdinand.
Ferdinand mengikuti langkah kedua gadis itu menuju restoran makanan yang berasal dari Jepang.
"Kak Ferdi tidak jadi berbelanja," tanya Aleta yang melihat Ferdinand mengikuti mereka.
"Nanti saja sekalian, tidak keberatan kan kalian nanti menemaniku belanja. Biar aku berasa punya istri dua," kata Ferdinand bercanda.
__ADS_1
Akhirnya Aleta tidak mampu menolak keinginan Ferdinand yang mengikuti mereka ketemu ibu kos.
*********
Seorang wanita separuh baya dengan penampilan bersih dan gaya sosialita terlihat sedang tengak-tengok seperti sedang menunggu seseorang. Tiba-tiba Ferdinand menghampiri wanita itu.
"Tante Asri apa kabar...., shopping terus ya. Tapi maklum sih, yang om Ridwan kan tidak ada serinya ya Tante" sapa Ferdinand hangat pada wanita yang dia panggil dengan sebutan Asri. Kemudian sebagai tanda kesopanan kepada yang lebih tua, Ferdinand mengulurkan tangan.
"Lah... ada Ferdi, ngapain kamu disini," kata Asri sambil menyambut uluran tangan dari Ferdinand.
"Ini Tant..., bawa dua cewek cantik ini. Katanya ada janjian dengan seseorang di tempat ini." kata Ferdinand sambil menunjuk Aleta dan Corry.
"Aleta..., Corry.. kenalkan ini Tante Asri teman mama dan papaku. Dia ini juragan rumah kost eksklusif lho." Ferdinand lanjut mengenalkan Asri pada dua temannya.
"Juragan kost..., jangan..jangan.. Tante ini yang janjian dengan kami." seru Corry sambil menatap Aleta. Yang ditatap juga menatapnya.
"Nama kalian siapa, tadi yang chat Tante namanya Aleta dan Corry. Lho... nama kalian sama dengan nama yang janjian sama Tante. Jangan-jangan kalian yang akan lihat-lihat kost di tempat Tante." kata Asri dengan senyum manis.
"Lha ini namanya kebetulan. Pucuk dicinta ulam pun tiba..ha..ha. Kalau kalian berdua mau cari kost, percaya kak Ferdi deh. Sudah kost di tempat Tante Asri saja. Ferdi bersedia jadi jaminannya." celetuk Ferdinand yang terlihat bahagia dengan semua kebetulan ini.
Karena Aleta juga ingin segera istirahat dan menyusun rencananya, dia menyetujui untuk kost di tempat Tante Asri. Dan karena rekomendasi Ferdinand, dia diberikan diskon untuk harga kamar. Kamar dengan fasilitas single bed, walk in Closed, meja kursi, cermin dan kamar mandi dalam yang seharusnya seharga 2.500.000 setiap bulannya, Aleta hanya dikenai harga Rp. 1 juta per bulan, dengan masa percobaan tiga bulan pertama.
"Tante... mohon dicek. Barusan saya kirim uang kost via mobile banking sebesar Enam juta untuk dua kamar." kata Aleta yang sedikit membuat terkejut Corry dan Ferdinand.
Aleta yang dulu tinggal dan dibesarkan di panti dengan segala keterbatasan, saat ini dengan enteng mengeluarkan uang jutaan hanya gunakan satu tangan.
Asri kemudian membuka ponsel dan masuk ke aplikasi mobile banking.
" Ya Aleta..., uang sudah Tante terima. Sebentar Tante buatkan kuitansi." kata Asri dengan meletakkan ponsel di meja, kemudian menuliskan kuitansi sebagai bukti pembayaran.
__ADS_1
Setelah selesai semuanya, mereka berdua langsung menuju kamar kost dengan diantar Ferdinand, Hari itu juga mereka langsung menempati kamarnya. Ternyata sesuai dengan apa yang diiklankan, kamar itu luas, bersih dengan fasilitas yang lumayan mewah.
*****