Jodohku Di Tangan Kakek

Jodohku Di Tangan Kakek
Kejatuhan Rengganis


__ADS_3

Siang itu saat orang-orang bekerja, Rengganis menyusuri jalanan di kota Bandung dengan mengemudi sendiri. Dia berencana menemui kakaknya, tetapi akhirnya dia bisa menahan keinginannya dan berakhir dengan putar-putar di jalanan. Setelah capai mengemudi, tanpa dia sendiri sadari dia menghentikan mobilnya di rumah Jatmiko.


"Nyonya, ayo masuk. Tuan ada di dalam." seorang ART wanita setengah baya menghampiri Rengganis yang masih bengong duduk di dalam mobil.


Rengganis memberi kode dengan tangan kanannya, untuk membiarkan dia berada di dalam mobil untuk sesaat. ART itu akhirnya kembali masuk ke dalam rumah, dan melaporkan pada Tuannya.


"Tuan.., di depan ada Nyonya Rengganis. Tetapi sepertinya dia dalam keadaan bingung, sudah saya minta untuk masuk ke dalam, tetapi beliau masih menolak."


"Biarkan sejenak, nanti aku akan mengajak dia masuk, kalau dia sudah bisa mengatasi kebingungannya." kata


"Baik Tuan, saya akan ke dapur dulu ya. Saya akan siapkan dulu hidangan, siapa tahu Nyonya Rengganis menginginkan makan siang disini."


ART itu kemudian membalikkan badannya untuk memasak di dapur. Setelah beberapa waktu, Jatmiko menunggu dan ternyata Rengganis masih betah berada di dalam mobil akhirnya dia keluar untuk menjemputnya.


"Tok...tok.. tok...," Jatmiko mengetuk kaca pintu mobil bagian kemudi. Dia melihat Rengganis sedang meletakkan kepala di atas setir kemudi mobil.


Rengganis menoleh ke arah sumber suara, tidak lama kemudian dia membuka pintu mobilnya. Jatmiko memegang tangan Rengganis, kemudian menutup pintu mobil dan membawa Rengganis memasuki rumahnya. Sesampainya di dalam rumah, Jatmiko mendudukkan Rengganis di atas sofa di dalam ruang keluarga. Kemudian dia mengambil air putih dan meminumkannya.


"Kamu dari mana sayang," bisik Jatmiko di telinga Rengganis sambil menyisipkan rambutnya di atas telinga.


Rengganis tidak menjawabnya, malah menjatuhkan kepala di atas pundak laki-laki yang dia cintai sejak dari dulu. Jatmiko menyamankan posisi Rengganis di pundaknya, sambil mengusap puncak kepalanya. ART tiba-tiba datang membawa dua cangkir teh panas dan kudapan.


"Mau minum panas, minumlah dulu. Baru kamu bercerita." kembali Jatmiko berbicara dengan pelan pada Rengganis.


Rengganis mengangkat kepalanya, kemudian mengambil cangkir dan meminum tehnya secara perlahan. Setelah meminumnya dua tegukan, dia meletakkan kembali cangkir ke atas meja.


"Miko..., aku bingung kali ini. Mas Bambang sudah ditangkap polisi, aku tidak bisa melakukan apapun. Saat ini aku mencoba bertahan disamping Atmaja, tetapi aku tidak bisa membohongi perasaanku." Rengganis akhirnya bercerita pada Jatmiko dengan air mata menetes di pipinya.

__ADS_1


Jatmiko menatap mata wanita yang dia cintai dari dulu. Perlahan jarinya menghapus air mata di pipi Rengganis.


"Anis..., tinggalkan Atmaja. Kembalilah bersamaku, tidak perlu kamu ributkan harta. Aku masih bisa menghidupimu dengan asset yang aku punya." Jatmiko berbicara sedemikian lembut pada Rengganis.


"Aku sudah berkorban cukup lama di keluarga itu. Apakah aku harus menerima nasib tidak mendapatkan apapun?" tanya Rengganis pelan.


Jatmiko tersenyum, kemudian dia merapikan poni rambut perempuan itu.


"Tinggal bersamaku, kita tidak akan membutuhkan harta sayang. Toh si Rolland masih anak kandungmu, yang lahir dari rahimmu. Aku yakin, Rolland juga akan mendapatkan warisan Cokro sesuai haknya." ucap Cokro sambil menempelkan bibirnya ke kening Rengganis.


"Masih banyak yang harus aku selesaikan Miko, memang mas Atmaja akan mudah untuk melepaskan aku." sahut Rengganis sambil menatap ke arah lain dengan pandangan kosong.


"Cobalah dulu sayang, bicarakan dengan Atmaja tentang perpisahan kalian. Atau jika perlu, bicaralah dengan Rolland putra kandungmu."


"Aku ingin tenang dulu hari ini Miko. Beri aku ketenangan untuk melepaskan semuanya meski hanya sebentar saja." ucap Rengganis sambil memeluk Jatmiko.


***************


"Bagaimana, kita tangkap Nyonya Rengganis di dalam rumah itu, atau kita laporkan dengan Tuan Cokro langsung." tanya seorang pengawal yang ditugaskan Cokro untuk mengamati dan mengikuti Rengganis.


"Kita telpon Tuan Besar dulu, setelah mendapatkan ijin kita baru masuk ke rumah itu. Komar kamu telpon Tuan Besar ya, aku akan mengamati rumah itu," jawab laki-laki yang satunya lagi.


Komar tidak menjawab, tetapi langsung memberikan panggilan telepon pada Cokro. Setelah beberapa saat Komar dan Cokro berbicara, dia menutup panggilan teleponnya.


"Bagaimana saran dari Tua Besar Komar,"


"Kita diminta menunggu kurang lebih 15 menit dulu, dan Udin kamu coba hubungi pak Uci untuk meluncur kesini. Untuk jaga-jaga kalau nanti ada sesuatu." Komar menyampaikan hasil komunikasi dengan Cokro.

__ADS_1


"Siap laksanakan," sahut Udin kemudian menghubungi Uci anggota Polres kota Bandung untuk ikut datang ke lokasi.


Mereka kemudian diam sambil melakukan pengamatan ke wilayah sekitar. Setelah 15 menit berlalu, dan Udin sudah meminta Uci untuk datang ke lokasi, mereka berdua melangkah menuju pintu masuk rumah.


Baru saja mereka mau mengetuk pintu, ART wanita setengah baya sudah mendatangi mereka.


"Permisi Bu, kami ingin mencari Nyonya Rengganis. Apakah kami diijinkan masuk?" tanya Komar.


"Maaf pak, disini rumah Tuan Jatmiko buka rumah Rengganis. Kalian mungkin sedang salah alamat." ucap ART itu.


"Mohon maaf Bu, tapi itu mobil diluar adalah mobil Nyonya Rengganis. Tolong beri kami akses masuk, atau kami akan bersikap kasar." sahut Udin.


"Tolong jangan sakiti saya, silakan tapi saya akan berada di dapur saja. Jangan libatkan saya, tolong," ART itu akhirnya memilih untuk menyelamatkan diri, dan bergegas masuk ke dapur.


Komar dan Udin langsung masuk ke kamar tamu, tetapi tidak melihat keberadaan Rengganis. Kemudian mereka maauk ke ruangan keluarga, dan hanya melihat tas tangan Rengganis yang ditinggal di atas meja. Mereka berpandangan, kemudian mereka menuju kamar yang berada tepat di samping ruang keluarga.


Dari luar terdengar suara Rengganis yang sedang mendapatkan sesuatu yang sepertinya nikmat, Komar dan Udin sampai merasa malu sendiri. Sambil menganggukkan kepala, mereka langsung mendorong pintu yang ternyata tidak dikunci dari dalam. Di hadapan mereka terlihat seorang laki-laki sedang berada di atas tubuh Nyonyanya, yang kemudian bereaksi mengambil selimut dan menutup Rengganis. Tetapi Udin sudah sempat mengambil beberapa gambar mereka dengan menggunakan kamera ponselnya.


"Hai kamu siapa," teriak Jatmiko melihat Komar dan Udin.


Melihat kedatangan Komar dan Udin, Rengganis langsung mendadak pucat dan menutup mukanya dengan menggunakan bantal.


"Kami tunggu di luar, kita perlu bicara. Silakan kenakan pakaian kalian dulu." seru Komar yang langsung membalikkan badan, dan menunggu mereka di ruang tamu.


Uci salah satu anggota kepolisian dari Polres kota Bandung, sudah datang dan langsung bergabung dengan mereka duduk di ruang tamu. Komar dan Udin mengirimkan foto Jatmiko dan Rengganis ke ponsel Uci, sambil menceritakan apa yang baru saja mereka lihat di dalam kamar.


*********************

__ADS_1


__ADS_2