Jodohku Di Tangan Kakek

Jodohku Di Tangan Kakek
Sepakat


__ADS_3

Ketiga anak itu akhirnya sepakat untuk melanjutkannya studi di negara Amerika serikat. Axel juga sudah melakukan video call dengan papa biologisnya yang berada di Jerman. Bahkan papa biologisnya berjanji akan ikut mengirimkannya uang untuk tuition fee di negara tersebut.


"Mommy..., " teriak Arick sambil memeluk Aleta dari belakang.


Sore ini Aleta lagi menyirami anggrek bulan hybrid yang sudah berbunga di taman samping. Memang di samping rumah keluarga Cokrodirjan dibangun teras kecil dimana pinggir-pinggirnya diberi koleksi anggrek Aleta.


"Ada apa sayang..., baru pulang les ya?? Kemana yang lain." Aleta meletakkan alat penyiram kecil di rak hardware, kemudian menggeser pelukan Arick dan mencuci tangan di wastafel.


"Miss Mommy...," sahut Arick yang terus mengikuti kemana Mommy nya pergi.


Aleta tersenyum kemudian mengajak Arick duduk di kursi yang ada di teras tersebut. Dengan patuh, Arick mengikuti Aleta duduk bahkan meletakkan kepalanya di pangkuan Mommy nya. Aleta mengusap lembut kepala putranya itu, dan sedikit terbawa perasaan karena sudah sangat lama dia tidak melakukan hal itu lagi.


"Aunty..., Cynthia bawa teh panas..." tiba-tiba Cynthia membawa nampan berisi pitcher yang berisi teh panas.


Di belakangnya, Arend dan Axel membawa kudapan untuk menemani teh panas yang dibawa Cynthia.


"Arick mah curang..., kita diminta menyiapkan semua. Eh ini malah enak-enakan tidur di pangkuan Mommy." celetuk Axel sambil ikut duduk di sebelah kiri Aleta.


Akhirnya sore itu, di teras samping, Aleta dikeroyok empat anak yang semuanya menggelendot padanya.


"Kalian ini pada kenapa? Kok melow banget, Momm lagi nyiram anggrek ini lho." tegur Aleta.


"Aunty..., kita Selfie dulu.. Nanti akan Cynthia kirim ke opa juga papa." kata Cynthia sambil menyiapkan kamera ponselnya.


Berbagai gaya mereka coba, dan puluhan gambar langsung masuk Gallery ponsel.


"Mendoannya enak..., pada beli dimana ini tadi?" tanya Aleta sambil menggigit satu buah tempe mendoan.


"Ga beli Aunty.., Cynthia yang kasih bumbu. Arick tadi yang goreng.. kan aunty yang ngajarin Cynthia membuat bumbu mendoan yang lezat. Ini hasilnya." seru Cynthia dengan nada tinggi.


"Pisang gorengnya enak juga kan Momm. Axel yang nyiapkan, .. tapi Axel campur dengan bumbu instan sih. He..he..he..," Axel tak mau kalah.


Mereka berlima seru-seruan saling melempar candaan di teras samping sambil menikmati kudapan sederhana hasil kreasi putra-putri keturunan Cokro. Mereka sampai tidak menyadari jika Devan dan Rolland ada di depan pintu sambil membawa box Pizza sepanjang satu meter.

__ADS_1


Kedua kakak adik beda ibu itu saling berpandangan, mereka tidak mau mengganggu quality time Aleta dan anak-anak. Tetapi sampai beberapa saat, mereka belum mengakhiri candaan mereka.


"Hmm..uhuk.. ehmm..." karena sudah tidak sabar, Rolland berdehem kecil di belakang mereka.


Mereka serempak menoleh ke arah pintu, dan melihat Uncle dan Daddy tersenyum melihat mereka.


"Wow.. kita dibawakan pizza sama Uncle. Terimakasih Uncle.." Arend langsung berdiri menyalami dan mencium tangan Rolland dan Daddy-nya.


"Asyik sekali kalian .. Daddy jadi mupeng nih.." ucap Devan sambil menghampiri Aleta, kemudian memberikan kecupan di kening istrinya.


"Daddy mah kerja terus..., jarang ada waktu ngumpul sama kita-kita." kata Axel yang langsung menyalami Devan diikuti Cynthia dan Arick.


"Iya..iya..., maafkan Daddy sayang. Sekarang Daddy sama Uncle akan bergabung dengan kalian disini. He..he..he.."


***********


Setelah bercengkrama, Arend memimpin pembicaraan diantara saudara-saudaranya.


"Dadd..., Momm..., ijin Arend mewakili Arick dan Axel mau menyampaikan sesuatu hal."


"Iya sayang.., katakan." ucap Aleta.


"Kita bertiga sudah berbincang Momm., Dadd.. dan kita juga sudah sepakat. Kami bertiga memutuskan untuk melanjutkan studi kali ini di satu negara. Kita ingin lanjut di USA Momm.., jadi tidak berpisah di tiga negara." kata Arend.


"Benarkah yang Mommy dengar sore ini." tanya Aleta sambil memandang Devan.


Ketiga putra laki-laki itu serentak menganggukkan kepala.


"Axel..., bagaimana dengan rencanamu untuk tinggal bersama papamu di Jerman?" tanya Aleta pada Axel.


"Tidak Momm.., Axel lebih memilih Daddy Devan dan Mommy Aleta daripada papa. Jika papa memang ingin menemui Axel, dia akan mencari dan mendatangi Axel." sahut Axel mantap.


"Terimakasih sayang...," Aleta langsung memeluk erat Axel. Si twins berpandangan dan akhirnya mereka berdua ikut memeluk Mommy nya.

__ADS_1


"Hmmm,... Daddy pada dianggurin nih?? Ternyata cuma Mommy saja yang kalian sayangi?" Devan menggoda ketiga putranya.


"He..he..he.., peluk Daddy juga gih. Daddy jealous tuh." kata Aleta sambil melepaskan pelukan ketiga putranya.


"Daddy... kita sayang deh sama Daddy." kata Arend sambil memeluk Devan diikuti dua saudara laki-lakinya.


"Chyntia mau peluk Aunty ah..," tanpa diduga Rolland, Cynthia tidak memeluknya tetapi malah memeluk Aleta.


"Nasib..nasib... terus siapa ini yang memeluk aku?" tanya Rolland sambil tepuk jidat.


"Ha..ha .ha.. kasihan ini Uncle Rolland tidak ada yang meluk. Daddy saja deh yang peluk Uncle." Devan langsung menarik adiknya dan akhirnya mereka berlima berpelukan bersama.


Keluarga ini memang bisa selalu memanfaatkan hal-hal kecil menjadi sesuatu hal yang bermakna. Kebersamaan dengan semua anggota keluarga, meskipun hanya sekecil apapun akan dapat mempererat sebuah hubungan dalam keluarga (Maaf Nih... Author malah Curhat. He..he..he..).


Sore itu akhirnya mereka hanya mengisi waktu di rumah, tanpa ada yang keluar.


"By the way..., Mommy belum masak untuk makan malam lho." tiba-tiba Aleta teringat, jika dia belum memiliki rencana untuk menu makan malam.


"Yang simple saja Momm, satu menu. Jadi memasaknya mudah dan tidak ribet. Atau kita makan diluar saja gimana..?" Devan menawarkan untuk dinner di luar.


"Mommy kok lagi agak malas keluar ya Dadd.., tapi gimana anak-anak sajalah, Mommy ikut." jawab Aleta sambil melihat ke mata suaminya.


"Gimana kalian anak-anak.., mommy ikut?" tanya Devan pada anak-anak.


"Mommy, Daddy sama Uncle duduk manis saja. Kita yang akan masak untuk makan malam.. tapi Mommy yang kasih tahu bumbunya ya." Axel punya usulan.


"Setuju... nasi goreng saja simple. Terus goreng-goreng untuk lauknya. Bumbu nasi goreng apaan Aunty?" Cynthia juga mengusulkan masak nasi goreng.


"Bawang merah, bawang putih dan cabai keriting merah diulek halus ya. Kemudian ditumis sampai harum, masukkan telur bebek, dan nasi putih. Tambahi sedikit saus tiram sama kecap manis untuk perasa." Aleta memberikan bumbu nasi goreng Jawa tengah.


"Boleh dikasih udang atau seafood aunty?"


"Bagus sekali itu, tapi naruhnya sebelum Masi ya. 5 menit empuk baru taruh nasinya."

__ADS_1


"Okay.. let.s go guys .. ayo kita masak." keempat anak ABG itu bergegas meninggalkan 3 orang dewasa' untuk menyiapkan menu makan malam.


**********


__ADS_2