
Akhirnya kebahagiaan menyelimuti Rolland dan Jenny, dimana mereka akhirnya sudah melangsungkan pernikahan. Atas permintaan Rolland yang tidak menginginkan banyak tamu yang hadir, pesta hanya dihadiri oleh keluarga dekat dari kedua belah pihak. Aleta dengan kedua jagoannya, juga menyempatkan hadir pada hari bahagia adik iparnya, ditemani dengan si kembar Arend dan Arick. Mengenakan pakaian pesta modern Jenny terlihat cantik dengan senyuman yang tidak pernah pergi dari bibirnya, sedangkan Rolland mengenakan jas lengkap dengan kemeja berdasi.
"Selamat Uncle Rolland dan aunty Jenny..., semoga kebahagian selalu datang dalam kehidupan kalian berdua. Kehidupan pernikahan kalian bisa langgeng, sakinah, mawadah wa rahmah." Aleta mengucapkan selamat pada kedua pengantin. Dia ke stage pengantin dengan menggeondong Arick, sedangkan Devan menggendong Arend.
"Terima kasih kakak ipar atas doanya untuk kami berdua. Hai..boys..., jaga mama ya, tidak boleh nakal!" kata Rolland sambil memainkan kedua pipi si kembar dengan gemas.
Devan tanpa kata terucap memberikan pelukan erat dengan satu tangan pada adiknya, karena tangan satunya digunakan untuk menggendong putranya. Tanpa mereka sadari kedua kelopak mata mereka sudah penuh dengan air mata kebahagiaan.
"Samawa bro..," bisik Devan.
"Terima kasih Aleta, doakan kami berdua bisa rukun dan kompak seperti kalian berdua ya." bisik Jenny pada Aleta.
Dari stage, karena Devan tidak menginginkan istri dan kedua putranya terlalu banyak berinteraksi dengan orang luar, mereka langsung masuk ke private area yang memang khusus disediakan untuk keluarga Cokro.
"Aleta tunggu..," terlihat Tata yang mengenakan pakaian sebagai brides maid datang bergegas menghampirinya.
"Hai aunty Tata, gimana sehat?" dengan ramah Aleta balik menyapa Tata, dan Devan dengan tatapan awas mengamati kedatangan saudaranya itu.
"Ya Allah kak Devan..., masak sama Saudara sendiri begitu sih tatapannya. Aku belum berkenalan dengan kedua putra Aleta," Tata langsung protes dengan tatapan Devan.
Aleta tersenyum, kemudian mencubit pinggang suaminya dengan mesra.
"Senyumlah Daddy, ini kan hari bahagia Rolland dan Jenny. Tata kan masih Saudara, masak begitu menatapnya."
Mendengar teguran istrinya, Devan kemudian masuk private area dengan menggendong Arend.
"Kak Devan.., tunggu sebentar dong. Kan aku belom kenalan dengan putra Aleta yang kakak gendong." seru Tata.
"Sudah ayo kita ngobrol di dalam saja." akhirnya Aleta mengajak Tata masuk ke privat area. Dengan semyum manis, Tata berjalan mengikuti Aleta masuk ke dalam.
Devan hanya melirik kedatangan Tata, dia tetap duduk santai di sofa, sedangkan Arend sudah dia tempatkan di box bayi.
"Ayo mau ya digendong sama aunty." Tata mengulurkan kedua tangannya pada Arend, tetapi Arend menolaknya.
"Maaf Ta, Arend memang kurang begitu cepat akrab sama orang baru. Tetapi kalau sudah kenal, jangan harap bisa melarikan diri dari mereka." sahut Aleta.
"No problem, malahan Aunty tidak jadi capai dong." akhirnya Aleta juga meletakkan Arick pada box nya, kemudian duduk dan mengajak ngobrol sama Tata.
"Oh iya Ta, ada yang mau aku tanyakan. Kapan pernah ketemu Rio ya di Solo, katanya dia bermitra dengan perusahaan tempat kamu bekerja?"
__ADS_1
"Iya, pernah ketemu. Tempat aku melaksanakan kerja magang, pas Rio sama teman-temannya baru disana. Dia mau branding, terus searching akhirnya ketemu kami di perusahaan. Memang dia ada di kota ini Tata, kok kamu bisa ketemu."
"Nggak sih, dia tetap di Solo, cuman pas siang ketemu kamu. Sorenya dia kirim chat aku via whattsapps."
Akhirnya Tata dan Aleta berbicara panjang lebar sampai acara sudah akan berakhir.
*************************************************************
Rengganis asyik berbicara dengan Kinara di ruang tamu, dan tanpa mereka sadari perbincangan mereka dilihati sama Jatmiko dan Atmaja. Ternyata keduanya bisa duduk bareng, dan mengobrol dari mempersiapkan pernikahan Rolland sampai berakhirnya pesta pernikahan.
"Tidak menyangka aku, sekarang ternyata Rengganis bisa bersosialisasi dengan keluarga disini. Dengan cepat dia bisa melupakan permasalahan yang muncul di masa-masa lalu." ucap Atmaja perlahan.
"Yah, memang dari dulu sebelumnya Rengganis orangnya cepat untuk bergaul dengan orang baru. Dia juga cepat beradaptasi dengan kondisi yang ada di lingkungannya. Mungkin dulu dia merasakan seperti tertekan, jadi menjadikan dia menutup diri."
"Yah mungkin benar Miko. Tanpamu mungkin Rengganis akan dalam kondisi tertekan, dan selalu membuat ulah. Dulu aku juga tidak mampu berbuat apa-apa." kata Atmaja sambil tersenyum kecut.
Perlahan dia mulai melamunkan bagaimana suasana hari-hari saat mereka masih bersama sebagai pasangan suami istri. Dia cenderung mengalah melakukan apapun, agar keributan tidak meletus di rumah ini. Jarang sekali dia bisa melihat Rengganis seperti bahagianya hari ini, bisa duduk bareng dan mengobrol dengan istrinya Kinara.
"Walah, Atma, Atma..., semua sudah diatur sama Yang Maha Kuasa. Akhirnya dengan sangat cepat, keluarga kita bisa kembali bersatu dan rukun ya. Aku memang sangat mencintai Rengganis, bahkan ketika dia memutuskan untuk menikah denganmu saja, aku tetap memutuskan untuk menunggunya kembali. Dan syukurnya penantianku tidak sia-sia." suara Jatmiko membuyarkan lamunan Atmaja.
Dari kalimat-kalimat yang diucapkan Jatmiko, tampak bahwa dia memang benar-benar sangat menyayangi dan memperhatikan Rengganis. Atmaja tersenyum bahagia, karena semua sudah kembali seperti keadaan semula.
"Tuan.., Nyonya.., diminta Tuan Besar untuk ke ruang makan. Tuan Besar sudah menunggu untuk makan malam.' tiba-tiba Bibi Puji datang untuk menyampaikan pesan dari kakek Cokro.
"Iya Bi, kita langsung kesana. Ayo Pak Miko, kita sudah ditunggu kakek di meja makan."
"Ma.., Anis.., ayo ke ruang makan. Kita sudah ditunggu papa."
AKhirnya mereka berempat ke ruang makan, disana terlihat kakek Cokro dengan senyum bahagianya sedang menanti mereka. Rolland dan Jenny saat ini sedang menghabiskan waktu bulan madu di hotel tempat mereka menyelenggarakan pesta pernikahan. Sedangkan Devan dan keluarganya malam ini, mereka menginap di apartemennya.
__ADS_1
"Lho kok menunya menu Klaten ini?" tiba-tiba Rengganis mencermati masakan Bi Puji.
"Iya Nyonya, Tuan Besar yang minta."
"Tapi sepertinya ini nikmat sekali lho. Ayo.., aku jadi tidak sabar ingin mencicipinya." sahut Jatmiko.
Di meja makan terhidang sayur lodeh, ikan asin, ayam goreng, karak legendar, serta tempe dan tahu. Dengan sigap, Bi Puji menyiapkan piring ke depan masing-masing. Dua keluarga itu akhirnya bisa menyingkirkan permasalahan di masa lalu. Muncul keakraban baru di antara mereka, dari dapur Bibi Puji sangat senang melihat kebersamaan itu.
"Bi.., Devan dan Aleta jadinya malam ini menginap di apartemen ya?" tiba-tiba pertanyaan Kakek Cokro sedikit mengagetkan Bi Puji yang sedang melamunkan mereka.
"Iya, Tuan Besar. Tapi tadi siang Tuan Devan akan berusaha jika jam 10 akan sampai kesini lagi. Karena sepertinya sore hari mereka akan pulang kembali ke Solo Tuan Besar."
"Devan itu susahnya, diminta untuk sementara anak-anak sama istrinya berada di sini dulu. Dia sendiri yang pulang ke Solo." gumam Cokro.
"Yah, mungkin akan merasa tenang pa, jika dia bisa dikelilingi semua anggota keluarganya. Sama dengan kakek juga kan?" sahut Atmaja
"Ah kamu Atma, malah ngeledek orang tua."
"Ha..ha..., ha., ampun tidak pa."
******************************************
Author lagi ikut Misi Kepenulisan
Baca dan kunjungi karya Author yukkkk
REVENGE: Terlahir Kembali
Like ya!!!!
Terima kasih
__ADS_1