
Pukul sembilan malam Aleta dan Devan sudah mendarat di bandara Husein Sastranegara Bandung dengan pesawat jet pribadi. Rolland langsung menjemput sendiri kedatangan mereka.
"Hai kakak ipar, bagaimana kabarnya." sapa Rolland ramah seperti biasanya.
"Alhamdulillah baik, gimana kabar keluarga disini Rolland. Semua baik juga kan," Aleta balik menanyakan kabar.
"Baik semua kak."
"Btw...kita langsung ke tempat kakek atau mau mampir apartemen dulu ini."
"Langsung saja, kasihan kakak iparmu biar langsung istirahat." sahut Devan sambil memejamkan matanya.
"Kok selalu Aleta yang dijadikan alasan, siapa juga yang masuk mobil langsung mata terpejam," gumam Aleta.
Mendengar istrinya bergumam sendiri, Devan tersenyum kemudian merangkul Aleta dan membawanya ke dadanya. Tetapi Aleta menolak, malah badannya digeserkan mendekati pintu.
"Eits..., tidak boleh aneh-aneh di mobil." Rolland langsung berteriak mengingatkan Devan.
"Halah kamu Land, makanya segera nikah." sahut Devan sambil menggeser badannya lebih mendekat ke Aleta.
Setelah 30 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Cokro. Karena tanpa bagasi, mereka langsung masuk ke ruang tamu. Tampak di ruang tamu sudah duduk Cokro dan Atmaja, dan ada dua orang lagi. Melihat mereka, Aleta langsung menyalami dan mencium tangan Cokro dan Atmaja, tetapi hanya menyalami dua orang lainnya.
"Langsung ke kamar saja istirahat, nanti bibi Puji biar mengantarkan minuman ke kamar." ucap Cokro.
Melihat situasi yang sepertinya ada hal penting yang akan mereka bicarakan, Aleta langsung menuju kamar. Sedangkan Rolland dan Devan langsung duduk di kursi tamu. Tidak berapa lama, Bi Puji mengantarkan teh panas dan camilan ke kamar Aleta.
***************
"Bagaimana penyelidikan yang kalian lakukan Komar," Cokro dengan tegas bertanya pada dua orang tamu.
__ADS_1
"Sudah terkuak semuanya Tuan. Sepertinya semua bermain dalam koordinasi Bambang, saat ini tinggal langkah pak Atmaja untuk menanyakan pada ibu Rengganis. Beliau ikut terlibat atau hanya Bambang yang punya keinginan untuk menangkap Tuan." Komar menjawab pertanyaan Cokro.
"Apakah Bambang sudah ditangkap hari ini,"
"Belum Tuan, Kepolisian baru melakukan pengintaian lokasi Bambang terakhir, tapi segera dipastikan maksimal besok pagi dia akan segera kita tangkap."
"Devan, untuk penyelidikan di Jawa Tengah, sudah sampai dimana perkembangannya."
"Terkait penculikan Aleta dan Bu Rosna sudah terkendali, mereka mendapatkan instruksi dari Bandung. Cuman instruksi dari mana, aku tidak begitu mempedulikannya. Yang penting Aleta berada pada kondisi seperti sebelum terjadi penculikan tersebut." sahut Devan.
"Tapi kakek, kenapa yang menjadi target selalu kak Devan dan keluarga. Kenapa bukan Rolland, padahal kak Devan dan Rolland sama-sama terlahir dari rahim mama Rengganis." tiba-tiba Rolland menanyakan pertanyaan bodoh.
"Kamu mau menjadi target penculikan." tanya Devan yang kurang suka dengan pertanyaan dari Rolland.
Sedangkan Atmaja terlihat agak gugup dengan pertanyaan putra keduanya itu. Tapi untungnya, tidak ada yang memperhatikan perubahan suasana di dirinya.
"Rengganis kemana Atmaja." tiba-tiba Cokro menanyakan keberadaan Rengganis.
"Ada apa denganmu sebenarnya, sepertinya kamu tidak bisa mengendalikan istrimu." cecar Cokro.
"Sudahlah kek, kasihan papa. Biar mama mencari hiburan tersendiri, daripada kalau di rumah ini jadinya cuman bentrok saja." Devan berusaha melindungi papanya.
Akhirnya Cokro terdiam, tidak jadi menyalahkan akan sikap Rengganis pada Atmaja. Setelah mereka terdiam beberapa saat.
"Sudah malam ini kita istirahat dulu. Devan, Aleta untuk sementara biar tinggal di rumah ini. Kalau ada barang yang mau diambil di apartemen, kamu yang mengambil. Semua untuk keamanannya." Cokro mengatur semuanya.
"Kalau kakek merasa bisa mengatur Aleta, yah silakan kakek yang perintah." sahut Devan cuek dengan aturan yang dibuat kakeknya.
"Tapi semuanya kembali pada Aleta, mau tidak dia diatur-atur seperti itu. Devan mau istirahat dulu kek," lanjutnya lagi sambil pamit untuk kembali ke kamar.
__ADS_1
Cokro membiarkan Devan menuju kamarnya, kemudian tidak berapa lama Rolland ikut menyusul Devan untuk kembali ke kamarnya juga. Akhirnya tinggal Cokro dan Atmaja yang membicarakan kelanjutan Proses penanganan Bambang dengan kedua orang bayaran.
***************
Devan melihat Aleta tidur dengan pulas begitu dia masuk ke dalam kamar. Bahkan minuman teh panas yang diantarkan Bi Puji sepertinya belum tersentuh sedikitpun. Setelah mengeluarkan minuman dingin ke meja makan, Devan mengganti baju akhirnya ikut membaringkan tubuhnya di samping Aleta.
Setelah berbaring sekian lama, Devan tetap tidak bisa tertidur, akhirnya dia berjalan keluar dari kamar tidur. Melihat ke arah ruang tamu, dia masih melihat ada kakek Cokro, Atmaja dan dua orang masih mengobrol. Akhirnya Devan menghampiri mereka berempat.
"Kenapa tidak jadi tidur." tanya Atmaja pada putranya.
"Tidak apa-apa pa, cuman ga bisa tidur saja" sahut Devan.
"Jadi Komar dan Udin, malam ini pastikan Bambang segera ditangkap. Pastikan pihak kepolisian bisa menanganinya, jika tidak tangani sendiri. Setelah mengaku, baru kirim ke polisi." Cokro memberikan instruksi pada Komar dan Udin.
"Dan kamu Atmaja, selama ini aku amati kamu tidak pernah bisa bertindak tegas terhadap Rengganis. Entah hal apa yang kalian sembunyikan dariku, papa harap begitu Rengganis datang, kamu harus telisik sedekat apa hubungannya dengan Bambang." lanjut Cokro lagi.
Devan tidak berperan apa-apa hanya menjadi pendengar yang baik. Setelah instruksi terakhir, Komar dan Udin kemudian berpamitan.
Begitu kedua orang itu keluar, tinggal mereka bertiga yang ada di ruang tamu.
"Terkait penculikan Aleta dan Bu Rosna kemarin bagaimana akhirnya. Ceritakan ulang" tanya Cokro pada Devan.
"Semua sudah selesai kek. Mereka mendapatkan instruksi dari Bandung, jadi target sebenarnya adalah kakek. Mereka menculik Aleta dan Ibu hanya untuk pengalihan konsentrasi kakek. Untungnya kami segera dapat menuntaskan urusan yang di sana." Devan menjelaskan tentang kasus penculikan istrinya.
"Hanya siapa yang menjadi orang yang disuruh, orang-orang di Klaten tidak dapat mengetahui dengan pasti. Karena yang mendatangi mereka bukan orang yang memiliki kepentingan utama." lanjutnya lagi.
"Terus tindak lanjut kasus disana bagaimana." Cokro terus mengejar.
"Untuk saat ini, yang dilakukan pihak kepolisian hanya menahan pelaku penculikan yang di Klaten, sama dua orang suruhan dari Bandung. Informasi tadi siang, pihak kepolisian baru koordinasi dengan kepolisian disini untuk meluruskan informasi. Selanjutnya belum ada kabar lagi sampai sekarang." ucap Devan.
__ADS_1
Ketiga orang itu akhirnya terdiam, saat ini yang dapat mereka lakukan adalah menunggu hasil penangkapan Bambang. Orang-orang Bambang yang berhasil ditangkap di Bandung, menjadi pelaku utama kasus penangkapan dan pembuangan Cokro beberapa bulan yang lalu. Informasi yang didapatkan dari mereka adalah, bahwa mereka melakukannya karena instruksi dari pihak Bambang.
************