Jodohku Di Tangan Kakek

Jodohku Di Tangan Kakek
Daddy Rindu


__ADS_3

Aleta tersenyum sambil memandang kedua putranya yang tertidur pulas di kamar apartemen. Dia sangat bersyukur sekali, karena dengan mudah Arend dan Arick selalu menyesuaikan diri di tempat yang baru. Mereka tidak pernah rewel dimanapun. Devan menghampiri istrinya di kamar, kemudian mengajaknya untuk meninggalkan kedua putranya tidur sendiri.


"Ayo Momm, kita ke ruang tamu saja. Sekarang gantian dong Daddy yang ditemani. Masak si kembar terus yang ditemani, biarkan mereka tidur dengan pulas." bisik Devan sambil memeluk Aleta  dari belakang, kemudia dia menarik tangan Aleta untuk diajak keluar kamar.


Aleta tersenyum, kemudian mengikuti suaminya duduk di sofa di ruang tamu. Devan menarik Aleta, dan mendudukannya diatas pangkuannya. Kemudian Devan memeluk Aleta yang ada di pangkuannya, sambil kedua tangannya berhenti di dada Aleta.


"Daddy rindu sayang." bisiknya ke telinga Aleta. Muka Aleta langsung memerah, dan sekujur tubuhnya terasa ada getaran-getaran yang sudah lama tidak dia rasakan.


"Nanti dulu Dadd. Arend dan Arick barusan tidur, mereka bisa bangun nanti." Aleta mencoba mengalihkan perhatian suaminya.


Devan tidak menjawab perkataan istrinya, tetapi bibirnya sudah bertengger di tengkuk Aleta. Dia memberikan kecupan basah di leher jenjang itu, sambil tangannya sudah masuk ke dalam pakaian atasan Aleta.


"Ayolah sayang, makanya tadi Daddy ijin kakek untuk pulang ke apartemen, Bukan hanya untuk mengenalkan si kembar akan tempat ini, tetapi karena Daddy sudah sangat merindukan sentuhan Mommy." bisik Devan sambil bibirnya tidak berhenti memberikan stempel basah di tubuh bagian atas Aleta.


Aleta mencoba mengingat kapan terakhir kali dia memuaskan suaminya, dan memang sudah lumayan lama dia tidak mencukupi kebutuhan biologis dari suaminya. Akhirnya Aleta berdiri dan membalikkan tubuhnya, kemudian duduk di pangkuan suaminya dengan saling berhadapan. Dengan agresif, Aleta menempelkan bibirnya ke bibir Devan, dan melihat respon istrinya Devan tersenyum dan dengan nafas kasar langsung memainkan bibir Aleta. Lama sekali kedua bibir itu saling berpadu, dan pada saat mereka akan kehabisan nafas, Devan akan melepasnya sebentar tapi kemudian dia ulangi lagi. Bibir Aleta serasa candu baginya.


Tangan Aleta dengan sigap melepas kaos yang dikenakan Devan, dan suaminya juga dengan cekatan sudah melepaskan pakaian yang dikenakan Aleta. Tidak menunggu waktu lama, kedua pasangan suami istri itu tidak mengenakan pakaian. Keduanya saling memagut seperti tidak ada habisnya, mencoba mereguk nikmat yang sudah lama tidak mereka rasakan.


"Dadd\, ayo kita pindah ke kamar saja. Aah..\," terdengar desa**n keluar dari mulut Aleta\, saat bibir Devan sudah bermain-main di kedua daging kembar yang ada di da** istrinya itu.


"Disini saja sayang\, lama kita tidak bermain disini." bisik Devan sambil terus menggempur istrinya. Bibirnya menyusuri semua bagian dari tubuh istrinya\, sambil tangannya dengan gemas merem** daging menonjol di da** Aleta.


"Momm..\, sepertinya tambah besar dan mont** ya da** Mommy." bisik Devan dengan gemas di telinga Aleta sambil lidahnya tidak henti menari-nari di belakangnya.


Muka Aleta langsung merona merah\, kemudian dia membalik tubuh suaminya. Dia sekarang berada di atas tubuh Devan\, dan dengan tersenyum dia memasukkan bagian inti Devan ke bagian intinya. Keduanya saling bergulat\, saling memagut untuk menyalurkan hasrat dan keindahan malam itu. Setelah beberapa saat\, akhirnya kedua mengera** dan mendesa* bersamaan. Devan tersenyum dan memberikan kecupan basah di kedua pipi Aleta.


"Terima kasih sayang, tapi Daddy masih ingin lagi." bisik Devan yang berakhir dengan lemparan bantal ke mukanya.


 

__ADS_1


 


******************************************


 


 


Keesokan harinya Devan bersama dengan istri dan si kembar kembali ke rumah keluarga untuk berpamitan pulang ke Sukoharjo. Rolland dan Jenny juga sudah kembali ke rumah setelah berbulan madu di hotel.


"Devan..., tidak bisakah untuk sementara waktu kamu tinggal istri dan kedua putramu disini? Pulanglah sendiri dulu ke Solo, nanti pas weekend kamu kembali ke kota ini." Cokro berusaha menahan kepulangan Aleta dan kedua putranya.


"Jangan kek, Aleta tidak bisa tidur kalau tidak ditemani Devan. Kasihan dong, masak harus mengurus Arend dan Arick sendirian, bisa-bisa si kembar melupakan Daddynya." kata Devan.


"Satu minggu  sajalah Van, Kakek masih kangen dengan Arend dan Arick. Nanti kakek carikan baby sitter untuk membantu Aleta, lagian juga ada Bi Puji. Dia dulu yang merawatmu dan Rolland saat kalian masih kecil."


"Iyalah kak, masak Rolland dan Jenny belum bermain dengan si kembar, mereka sudah akan dibawa kembali pulang. Seperti kakek bilang tadi lho kak, cuman satu minggu." Rolland ikut menahan mereka.


Aleta hanya tersenyum, sebenarnya dia tidak tega meninggalkan kakek sendiri. Tetapi dia juga tidak mau membantah pada suaminya. Dia kemudian memandang pada suaminya, bertanya bagaimana jawabannya.


"Terserahlah pada kalian berdua, begitu susahnya kalian membuat orang tua sepertiku merasakan kebahagiaan." tiba-tiba kakek Cokro langsung berbicara, kemudian membalikkan badan dan berjalan masuk ke dalam kamar.


Semuanya terdiam dan memandang punggung kakek yang meninggalkan mereka.


"Dadd.., kakek merajuk. Bagaimana, kita tetap pulang, atau Mommy sama si kembar untuk sementara menemani kakek dulu di rumah ini?" tanya Aleta pada Devan memecah kesunyian.


Rolland dan Jenny terdiam mendengar perkataan dari kakak iparnya. Kemudian Jenny meminta Arend untuk dia gendong, Aleta memberikannyanya kemudian Jenny mengajaknya keluar. Rolland juga mendatangi Devan untuk mengambil alih Arick, dan membiarkan kedua kakaknya berdiskusi.


"Lha Daddy akan merasa kesepian jika harus kalian tinggal disini. Terus Daddy sama siapa, hanya dengan Bi Siti, Ujang sama pak Karyo?"

__ADS_1


"Kan tidak selamanya kan Dadd. Tadi kakek bilang hanya satu minggu saja. Atau selama satu minggu, kita tunda dulu kepulangan kita ke Solo, baru hari Sabtu sore atau Minggu pagi kita kembali."


"Sepertinya tidak bisa Momm, besok jam 10, Daddy ada janji mau penanda tanganan perjanjian kerjasama dengan mitra baru dari Semarang."


"Lha terus kita harus bagaimana? Mommy ikut saja apa kata Daddy, meskipun tidak tega melihat wajah kakek yang tampak sedih, saat kita pamit tadi."


Devan terdiam untuk beberapa saat, kemudian dia menghela nafas panjang.


"Ya sudah, Daddy pulang sendiri saja dulu. Berangkat besok pagi, langsung pakai jet pribadi. Secepatnya Daddy akan balik lagi kesini, jika urusan dengan mitra-mitra sudah kelar. Daddy juga tidak tega melihat muka kakek."


"Kalau begitu, sana gih, Daddy bilang sama kakek kalau Aleta dan si kembar sementara akan tinggal disini menemani beliau. Biar hati kakek senang, tidak jadi sedih."


Akhirnya Devan mengiyakan perkataan istrinya, kemudian mengetuk pintu kamar Cokro, Dia kemudian masuk ke dalam.


 


 


 


***************************************


 


Yuk bantu Author Yukk.


Baca novel author ya, author ikut misi kepenulisan


REVENGE: Terlahir Kembali

__ADS_1


 


Jangan lupa, Like ya. Matu tenkyuuu!!


__ADS_2