
Mendengar jika istri pertamanya masih hidup, Atmaja malam ini tidak bisa tidur. Dia bermain dengan perasaannya sendiri, akankah dia ke kota Yogyakarta untuk menemui dan menjemput Kinara, ataukah menunggu sidang perceraiannya dengan Rengganis. Rengganis sudah mengajukan gugatan cerai padanya esok hari setelah kasus perselingkuhannya dengan Jatmiko diketahui Cokro. Untuk mempersingkat waktu, tanpa dibaca terlebih dahulu, Atmaja sudah menandatangani surat tersebut.
Tadi selesai mereka berbicara bersama, Devan memberikan alamat mama Kinara pada Atmaja.
"Usiaku sudah 54 tahun, apakah masih pantas aku kembali mengejar Kinara. Tadi Devan dan Aleta mengatakan jika Kinara ternyata belum menikah lagi sampai sekarang. Berarti dia masih berstatus sebagai istriku." Atmaja tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Tok..., tok.., tok..," terdengar tiga kali ketukan di pintu kamarnya.
"Masuk." jawabnya singkat.
"Papa..., bantu Rolland pa. Rolland mohon, papa memberikan penjelasan terkait pembicaraan tadi di ruang keluarga." Rolland masuk ke kamar Atmaja, dan meminta penjelasannya.
"Duduklah dulu nak." kata Atmaja.
Rolland kemudian duduk di hadapan papanya, dengan tatapan penasaran, dia mengharapkan penjelasan.
"Maafkan papa Rolland, papamu ini egois. Apa yang tadi kita perbincangkan di ruang keluarga, semuanya benar adanya."
"Kamu dan kakakmu Devan memang berbeda mama. Mama Devan adalah istri pertama papa,. yang papa nikahi sebelum papa menikah dengan mamamu Rengganis. Tapi karena suatu hal tertentu, keluarga dari mamanya Devan telah memilih untuk meninggalkan papa." lanjut Atmaja.
Rolland tidak menanggapi apa yang disampaikan papanya. Dia hanya mendengarkan, dan melihat putra kedua antusias mendengarkan, akhirnya Atmaja menceritakan dari awal sampai kejadian saat ini.
"Maafkan papa Rolland, papa memang seorang pengecut." ucap Atmaja sambil menundukkan kepala.
"Sekarang mama Rengganis dimana pa, jujur pa, betapa mas Devan merasa bahagia. Karena meskipun Rolland sebagai putra dari mama Rengganis, tapi kami juga tidak pernah begitu dekat." kata Rolland tiba-tiba.
Atmaja mendekati Rolland, kemudian dia memeluknya.
"Papa yang salah Rolland. Papa tidak pernah bisa bersikap tegas, terutama sejak mama Devan meninggalkan papa sendiri waktu itu. Papalah yang sudah membentuk mamamu menjadi seperti ini."
"Papa tidak bisa memperlakukan mamamu menjadi seorang istri yang sesungguhnya. Hingga mamamu mencari kebahagiaan di luar, dengan lingkungan lamanya. Dan papa juga tidak berusaha untuk mengingatkan selama ini."
Atmaja mengambil map di laci meja, kemudian mengeluarkan amplop berwarna coklat. Kemudian dia menyerahkan amplop tersebut pada putra keduanya.
__ADS_1
Rolland mengambil amplop tersebut, kemudian dia membacanya. Ternyata amplop tersebut berisi surat gugatan cerai dari mamanya untuk papanya. Setelah meletakkan surat itu di atas meja, Rolland memandangi papanya.
"Bagaimana tanggapan papa atas permintaannya dari mama." tanya Rolland ingin segera mengetahui.
Setelah terdiam sebentar, Atmaja kemudian menjawab pertanyaan dari Rolland.
"Papa menyetujuinya nak. Karena itu semua yang diinginkan oleh keluarga ini. Kakekmu Cokro sudah menemui mamamu dan selingkuhannya, yang akhirnya surat gugatan ini datang kepada papa."
"Papa tidak mencoba mempertahankan hubungan ini."
"Papa tidak bisa nak. Karena papa juga sudah lama berpikir, untuk mengakhiri hubungan antara mama dan papa. Mungkin kali ini, memang merupakan jalan yang terbaik untuk keluarga kita nak."
Rolland terdiam, karena diapun sebenarnya juga tidak memiliki hubungan yang dekat dengan mamanya.
"Apakah kamu marah pada papa nak." tanya Atmaja.
"Tidak pa, Rolland tidak marah. Rolland hanya bingung bagaimana harus bersikap. Karena meskipun Rolland putra dari mama Rengganis, mama juga tidak terlalu akrab dengan Rolland."
"Sudahlah Rolland, saat ini mama dan papa sudah mengurus perceraian. Papa harap, putra mama baik kamu maupun kakakmu tetap memperlakukan mamamu seperti biasanya."
Atmaja terdiam tidak menjawab pertanyaan Rolland.
"Papa tidak perlu menutup hati papa. Rolland dan kak Devan sudah dewasa pa, papa memiliki hak untuk mengatur langkah papa ke depan. Meskipun papa kembali dengan mama kak Devan, Rolland ikhlas pa."
"Terima kasih nak. Papa masih memikirkan banyak hal, atau paling tidak urusan dengan mamamu selesai, papa baru akan menjelaskan kesalahpahaman dengan Kinara."
"Rolland kembali ke kamar pa." akhirnya Rolland pamitan untuk kembali ke kamarnya sendiri.
Atmaja menganggukkan kepala, dan akhirnya Rolland keluar dari kamar papanya.
*************************
Sepuluh hari sejak gugatan perceraian antara Rengganis dan Atmaja dikirimkan, persidangan tanpa dihadiri kedua belah pihak dilakukan. Akhirnya keputusan cerai keluar tanpa adanya Gono gini. Tetapi sebagai laki-laki yang merasa ikut memiliki andil akan kejadian yang melingkupi istrinya, Atmaja tetap memberikan beberapa asset yang dimilikinya sendiri pada Rengganis.
__ADS_1
Barang-barang pribadi milik Rengganis sudah diambil oleh orang suruhannya, dan dipindahkan ke rumah yang ada di Cileungsi. Seperti janji yang telah diucapkannya, rumah tersebut sudah dipindah namakan atas nama Rengganis.
"Selamat berpisah ma, maafkan Rolland yang tetap memilih tinggal bersama papa." ucap Rolland saat dia dan kakaknya menemui Rengganis setelah sidang terakhir.
"Tidak apa-apa Rolland, Devan. Maafkan mama juga ya, selama ini belum bisa menjadi mama kalian yang baik."
"Maaf Devan ya ma, mama telah merawat Devan sejak ditinggalkan mama Kinara seperti putra kandung mama sendiri. Tetapi sampai sekarang, Devan belum menjadi seperti yang mama inginkan."
Mereka bertiga berpelukan.
"Anis..., sudah selesai belum semua urusanmu." tiba-tiba Jatmiko muncul di belakang Rengganis.
Rengganis menoleh dan tersenyum.
"Devan..., Rolland..., kenalkan ini Om Jatmiko. Setelah ini, kami akan segera menikah." Rengganis mengenalkan Jatmiko pada mereka berdua.
Untungnya mereka berdua sudah mendapatkan informasi tentang hubungan mereka.
"Iya ma, Rolland titip mama Om. Tolong jangan sakiti hati mama, tolong bahagiakan mama Om." ucap Rolland yang langsung berdiri dan mengajak Jatmiko berjabat tangan.
Jatmiko menerima uluran tangan tersebut, kemudian Devan juga melakukan hal yang sama.
"Devan juga menyamping salam dari Aleta ya ma. Jika selama ini, istri Devan banyak salah pada mama, tolong maafkan Aleta ya ma. Hari ini dia tidak dapat ikut kesini, karena sedang menemani dan merawat kakek." ucap Devan.
"Jangan bicara seperti itu Devan. Mama yang banyak salah dengan Aleta. Kita saling memaafkan ya. Karena mama sudah dijemput, kita segera undur diri ya." akhirnya Rengganis pamitan pada kedua putranya.
Mereka berpelukan, kemudian Jatmiko merangkul Rengganis yang sedang menangis dan membawanya pergi.
"Kak Devan..., kita masih saudara kan kak." Rolland tiba-tiba bertanya pada Devan, yang sontak mengejutkannya.
"Hush..., kamu bicara apa Rolland. Mau ada hujan maupun badai, kita berdua adalah dua saudara. Tidak akan ada yang berubah. Nanti setelah urusan keluarga kita mulai terkendali, kakak akan ajak kamu menemui mama Kinara."
Mendengar ucapan kakaknya, Rolland kemudian memeluk Devan, dan akhirnya mereka berpelukkan bersama.
__ADS_1
*****************************