Jodohku Di Tangan Kakek

Jodohku Di Tangan Kakek
Kumpul Keluarga


__ADS_3

Setelah sarapan pagi, Aleta dan Devan kembali mendatangi tempat mama Kirana. Dengan menggandeng suaminya, Aleta menaiki teras rumah Kinara. Pintu depan terbuka, dan di meja tamu tampak seorang laki-laki setengah baya sedang membaca surat kabar.


"Assalamualaikum," Aleta mengucapkan salam.


"Wa Alaikum salam," laki-laki setengah baya tersebut adalah suami Kinanti yang bernama Raharjo.


Raharjo melangkah ke depan pintu, kemudian menghampiri mereka berdua.


" Mama Kinara ada om," tanya Aleta.


Raharjo memandang mereka sesaat, tetapi kemudian tersenyum dan menyilakan mereka masuk ke dalam.


"Ada, mari masuk dulu. Om panggilkan dulu. Ayo silakan duduk dulu."


Aleta tetap menggandeng tangan Devan, kemudian mengajaknya duduk di kursi. Tidak menunggu lama, Raharjo keluar dengan membawa Kinara dan Kinanti.


"Devan..., benarkah kamu nak." bisik Kinanti tanpa berkedip menatap wajah Devan.


Kinara duduk, dan tanpa berkedip menatap wajah Devan dengan berlinang air mata. Devan hanya memandangnya kemudian menundukkan kepala, dan Aleta menggenggam erat tangan suaminya.


" Mama..., kami datang lagi ma." kata Aleta menyapa Kinara sambil tersenyum.


Kinara mencoba tersenyum dan menganggukkan kepala tetapi tidak mampu berbicara. Kinanti menguatkan Kinara, kemudian dia merespon sapa Aleta.


"Kenalkan saya Tante Kinanti adik mama kalian Kinara, dan ini om Raharjo suami Tante. Maafkan mama kalian nak, mama kalian tidak bersalah." Kinanti mengenalkan dirinya


"Iya Tante, kedatangan kami bukan untuk mencari salah dan benar. Kami kemari ingin mencari mama Kinara. Mama yang telah melahirkan mas Devan ke dunia ini Tante. Kenalkan nama saya Aleta, saya istri dari mas Devan."


"Mas, ayo beri salam pada mama, dan Tante. Dan ini Om adik mama." kata Aleta mencoba melunakkan hati suaminya.


Devan menatap mata istrinya, kemudian dengan tetap memegang tangan Aleta, dia berdiri kemudian bersimpuh di depan mama Kinara.


"Maafkan Devan ma, Devan belum percaya jika mama Devan masih ada di dunia ini." ucap Devan perlahan dan menangis.

__ADS_1


Kinara memeluk kedua tubuh anak dan menantunya di kaki, kemudian dengan sekuat tenaga dia berusaha membangunkan keduanya. Dengan dibantu Raharjo, Devan dan Aleta didudukkan di kanan kiri Kinara. Mereka berpelukan dengan penuh keharuan. Semua yang berada di ruangan itu menangis haru, dan tidak berapa lama ada seorang laki-laki seusia Aleta datang dari pintu depan.


"Anwar.., sini masuk nak." Kinanti memanggil seorang laki-laki yang baru datang.


"Dia kakak sepupumu dan istrinya. Namanya Devan, dan istrinya bernama Aleta." Kinanti menjelaskan tentang keponakannya pada putra laki-lakinya.


Setelah beberapa saat, mereka duduk dan mendengarkan Kinanti menceritakan semuanya. Devan mendengarkan cerita tersebut, dan akhirnya dia mengerti jika mamanya tidak bersalah. Mamanya pernah datang ke Bandung untuk mendatangi mereka, tetapi melihat mereka dengan mama Rengganis terlihat akrab akhirnya Kinara memutuskan untuk mengalah.


Dan sejak Kinara memutuskan untuk meninggalkan Atmaja, sampai sekarang dia tidak menikah lagi. Berkali-kali kakeknya Devan meminta untuk menikah, selalu dia tolak.


"Sekarang kakek tinggal dimana ma, apakah Devan dan Aleta bisa menemui beliau." tanya Devan pada Kinara.


"Nanti sore kita ke tempat kakekmu. Jam segini biasanya kakekmu masih berkumpul dengan teman-temannya sesama pensiunan." sahut Kinanti.


"Iya, kakek Hapsoro tinggal di kota ini juga. Jangan khawatir, selepas Ashar biasanya kakekmu di rumah merawat tanaman di pekarangan." mama Kinara menambahkan.


*******************


Selepas sholat Ashar mereka bersama-sama menuju ke tempat kakek Devan. Mereka mengendarai dua mobil, dengan Kinara bersama Devan dan Aleta. Sedangkan mobil satunya membawa keluarga Kinanti.


"Hai cucuku yang ganteng. Tumben-tumbenan kesininya pada ramai-ramai." sahut laki-laki tersebut.


"Lho bawa tamu juga ya, ayo diajak duduk temannya Anwar." lanjutnya lagi.


"Assalamualaikum kakek, saya Devan kek.Cucu kakek yang sudah lama kakek kirimkan kembali ke papa. Dan ini menantu kakek, Aleta istri Devan kek." kata Devan langsung membuka dirinya.


Kakek tua itu agak terkejut, kemudian melihat ke arah Kinara dan Kinanti bergantian. Tetapi keduanya hanya diam tidak memberi tahu siapa Devan dan Aleta.


"Wa Alaikum salam, tetapi apa maksudmu anak muda." Hapsoro bingung dengan pernyataan Devan.


Kinara hanya diam, tapi Kinanti langsung mendekati papanya. Dengan berbisik, sekilas Kinanti menceritakan tentang Devan cucunya yang pernah mereka kembalikan pada Atmaja. Hapsoro sedikit terkejut, kemudian sesekali dia memandang ke arah Devan dan Aleta.


"Kemari kamu anak muda," ucap Hapsoro sambil gemetaran.

__ADS_1


Aleta membawa Devan mendekat ke arah Hapsoro, dan tiba-tiba Hapsoro memeluk keduanya sambil menangis.


"Maafkan kakek nak," kata Hapsoro.


"Sudah kek..., tidak ada yang salah. Yang penting saat ini kita sudah bisa ketemu." sahut Devan.


"Ayo semua masuk rumah, jangan di luar. Kita dilihat sama tetangga yang lewat." kata Kinara.


Semua masuk ke dalam rumah, dan duduk di ruang tamu. Berkali-kali Hapsoro memeluk dan minta maaf pada Devan, karena keegoisannya di masa lalu, dia menyerahkan cucunya pada Atmaja. Meskipun hati Devan terasa sakit, tapi kebahagiaan bertemu dan keluarga dari mamanya mengalahkan rasa sakitnya.


"Lha ini cucu menantuku ya. Sini nak, lebih mendekat juga ke arah kakek." kata Hapsoro memanggil Aleta.


Aleta mengikuti panggilan kakek Devan, dan dia menggeser duduknya dan duduk di sebelah kanan Hapsoro. Aleta kemudian mencium tangannya.


"Saya Aleta kakek.., istrinya mas Devan." ucap Aleta pelan sambil tersenyum.


Hapsoro meraih tangan Aleta dan Devan bersamaan, kemudian disatukan di pangkuannya. Dengan berlinang air mata, kemudian Hapsoro memeluk keduanya. Tiba-tiba dari arah belakang, muncul seorang ibu-ibu yang keluar membawa nampan berisi teh panas. Di belakangnya tampak Anwar membantu dengan membawa 2 piring berisi Snack. Melihat itu, Hapsoro melepaskan pelukannya.


"Ayo, mumpung masih panas. Kita minum.dulu tehnya." katanya.


Mereka kemudian mengambil teh, dan mulai meminumnya. Hapsoro menceritakan rasa sakit dan kecewanya atas perlakuan Atmaja, yang menikah dengan Rengganis padahal baru saja menikah dengan Kinara. Untuk menyelamatkan harga diri keluarga, mereka pindah ke kota ini, dan menyerahkan Devan padanya.


Berkali-kali kakek Hapsoro berusaha menjodohkan Kinara mama Devan dengan banyak pria, tetapi tidak ada satupun yang diterimanya. Malah Kinara pamitan hidup sendiri di kota ini. Mereka terdiam mendengarkan Hapsoro.


"Anwar sini..., undang kakak-kakakmu untuk kesini. Kakek harus mengenalkan mereka dengan Devan." Hapsoro memanggil Anwar.


"Sudah kek, mereka sudah ditelpon mama tadi waktu di rumah Budhe Kinara." jawab Anwar.


"Terus nenek ada dimana kek." tanya Aleta.


"Besok pagi kita bisa mengunjungi nenekmu di pemakaman Gunung Sempu." jawab Hapsoro.


"Maaf kek, Aleta tidak tahu." ucap Aleta meminta maaf.

__ADS_1


"Tidak apa nak, sudah lama nenek Devan tiada. Dia meninggal karena sakit mendadak." kata Hapsoro.


*************************"


__ADS_2