Jodohku Di Tangan Kakek

Jodohku Di Tangan Kakek
Terkuaknya Rahasia


__ADS_3

Cokro terkejut mendengar laporan dari anak buahnya, bahwa mereka telah menangkap basah Rengganis dan kekasih masa lampaunya. Tanpa memberi tahu putranya, Cokro diantar oleh sopir menuju rumah Jatmiko. Rengganis dan Jatmiko sudah mengaku di depan Uci, Komar serta Udin bahwa mereka memiliki hubungan gelap sudah lama.


Melihat mobil ***ota Camry terparkir di halaman rumah Jatmiko, Cokro tersenyum sinis kemudian bergegas menuju pintu rumah. ART Jatmiko bergegas menuju depan pintu, karena melihat ada seorang laki-laki tua yang hendak memasuki rumah Tuannya.


"Permisi, Tuan mau ketemu sama." tanya ART tersebut.


"Antarkan aku ke tempat juraganmu." sahut Cokro memberikan Jawaban.


ART Jatmiko kemudian mengantarkan Cokro ke ruang tamu, dimana audah ada lima orang yang berkumpul disana. Mereka sontak menengok ke arah datangnya Cokro. Sesampainya di hadapan mereka, Cokro langsung duduk menghadap pada Jatmiko dan Rengganis. Rengganis tampak malu, hingga dia menyembunyikan wajahnya di pundak Jatmiko. Sedangkan Jatmiko terlihat sangat melindungi Rengganis, dengan menggunakan punggungnya dia menutup wajah perempuan yang dia cintai itu.


"Tuan," sapa Komar dan Udin hampir bersamaan.


Cokro menghentikan mereka dengan menaruh jarinya di depan mulutnya.


"Bagaimana pak Uci, ada apa yang terjadi dengan menantu perempuan saya? Dan mohon maaf saya langsung menuju kesini pak Jatmiko." Cokro mengajukan permohonan pada Uci, dan tersenyum sinis meminta maaf pada Jatmiko.


"Komar, Udin...., bukti rekaman foto apakah sudah dikirim ke ponsel pak Cokro." tanya Uci.


"Sudah pak." jawab Komar.


Jatmiko memegang tangan Rengganis untuk membuatnya tenang, dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Karena Mereka berdua saat ini berperan selaku tersangka, menjadikan mereka berdua hanya banyak berdiam diri.


"Begitu pak Cokro, seperti yang anda amati dalam gambar yang dikirim Komar dan Udin. dan tadi saya sudah menanyakan kebenaran kejadian itu pada Bu Rengganis dan pak Jatmiko, dan mereka sudah mengakui kalau mereka melakukannya." kata Uci.


"Anis...., aku tidak akan membelamu dan memberi kesempatan lagi. Silakan bicarakan baik-baik dengan suamimu, apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku harap kamu bisa membaca kemauanku." ucap Cokro pada Rengganis.


Rengganis tetap diam tidak menanggapi ucapan mertuanya. Dia hanya menangis di punggung Jatmiko.


"Aku tidak akan membiarkan Rengganis pergi bersamamu pak Cokro. Keputusan apapun yang akan kalian berikan pada Rengganis, biarkan dia tetap disini." sahut Jatmiko berusaha melindungi Renggang.


"Apakah kamu sadar dengan apa yang kamu bicarakan pak Jatmiko. Aku bisa mengkasuskan perselingkuhan kalian ini, dan akan berakhir dengan kalian berdua berada di penjara." kata Uci.


Cokro tersenyum sinis pada mereka berdua.

__ADS_1


"Kamu tidak memiliki hak apapun terhadap Rengganis, Jatmiko. Wanita di belakangmu saat ini masih memiliki status sebagai menantuku, istri dari anakku Atmaja. Bukti dan saksi yang menyaksikan kalian berdua juga sudah ada, aku tawarkan padamu Anis. Ajukan perceraian dengan Atmaja atau kamu memilih masuk ke penjara." kata Cokro.


"Aku harap kamu lebih pandai bersikap saat ini Jatmiko. Uci..., aku akan pulang lebih dahulu. Silakan kalian urus masalah ini, jika Rengganis tidak mau mengajukan perceraian terlebih dahulu maka silakan jebloskan mereka ke penjara." lanjut Cokro, kemudian dia berdiri dan pergi meninggalkan rumah Jatmiko.


Sepeninggalan Cokro, Uci selaku anggota kepolisian kemudian kembali menegaskan pada Jatmiko dan Rengganis, tentang apa yang diinginkan oleh Cokro. Komar dan Udin selaku saksi kunci, mendengarkan pembicaraan mereka.


********************


Sesampainya di rumah keluarga, Cokro masih menunggu kedatangan putranya Atmaja dari bekerja. Atmaja memang bekerja sendiri di perusahaan yang berbeda dengan tempat Devan dan Rolland.


"Puji ..., jika Atmaja sampai di rumah, minta dia datang ke kamarku." Cokro meninggalkan pesan untuk Puji.


"Baik Tuan, nanti Puji sampaikan. Apakah Tuan saat ini menghendaki makan atau minuman panas" kata Puji.


"Aku sudah makan, buatkan teh panas saja. Bawa ke dalam kamar."


"Iya Tuan, segera saya siapkan."


Baru saja Puji akan menuju dapur, Atmaja ternyata sudah pulang dari tempat bekerja. Puji bergegas menghampirinya untuk menyampaikan pesan dari Tuan Besar.


"Iya, saya taruh tas dulu ke kamar sebentar." jawab Atmaja.


Puji membuat dua gelas teh panas manis, dan mengantarkan ke dalam kamar Cokro. Dia meletakkan gelas ke atas meja, dan saat Puji hendak melangkah keluar, Atmaja masuk ke kamar Cokro.


"Tutup pintu Puji." Cokro memerintah Puji.


"Iya Tuan," jawab Puji cepat.


"Minumlah dulu, mumpung masih panas tehnya." ucap Cokro sambil mengambil gelas dan menyesap teh panas.


Atmaja mengikuti anjuran papanya, diapun ikut menyesap teh. Setelah beberapa saat.


"Atma..., papa mau menanyakan. Jawablah dengan jujur, karena usiaku juga sudah semakin tua. Kamupun juga begitu." Cokro memulai percakapan dengan putra satu-satunya.

__ADS_1


Atmaja melihat ke arah papanya, kemudian dia mengangguk.


"Bagaimana pernikahanmu dengan Rengganis. Mau kamu pertahankan atau kamu akhiri sampai disini." tanya Cokro.


Setelah terdiam untuk beberapa saat, Atmaja menjawab pertanyaan Cokro.


"Sebelumnya mohon maafkan Atma pa, karena sudah merahasiakan sesuatu dari papa dan semua anggota keluarga yang lainnya. Hingga apapun perbuatan Rengganis, Atma berusaha untuk membela untuk menjaga agar rahasia ini tetap tertutup." ucap Atmaja pelan.


Cokro memegang tangan putranya untuk memberikan dukungan.


"Devan sebenarnya bukan putra Rengganis pa, tapi putra dari Kinara. Dia adalah istri siri Atma yang saat ini sudah tiada pada saat melahirkan Devan." tanpa disadari Atmaja meneteskan air mata.


Cokro terkejut mendengar perkataan putra satu-satunya itu, kemudian melepaskan pegangannya dan kembali menyesap teh panas. Atmaja dengan khawatir mengamati papanya.


"Lanjutkan," ucap Cokro pelan.


"Papa kuat, maafkan Atma pa." Atmaja memegang kedua bahu Cokro.


Cokro mengangguk.


"Karena jujur pa, dari awal Perjodohan dengan Rengganis, Atmaja tidak sepakat karena sudah memiliki seorang gadis sebagai pacar Atma."


"Tetapi untuk menghargai keluarga, Atma mau menikah dengan Rengganis. Tapi sebelum menikah, Atmaja menikah dengan Kinara secara siri, dan sampai akhirnya dia hamil. Rengganis pun tahu itu."


Atmaja menceritakan kejadian yang sudah 33 tahun dia tutup, dan sampai saat ini belum bisa melupakan kehadiran Kinara dalam hidupnya. Muka Cokro merah menahan marah, dan akhirnya beberapa saat mereka terdiam.


"Bagaimana dengan Rolland, putra siapa dia?" Cokro menanyakan status Rolland.


"Rolland putra Atma dengan Rengganis pa, dan sampai saat ini kami belum bisa menyatukan hati menjadi suami istri yang sebenarnya."


Cokro mengambil ponsel dari atas meja, kemudian membuka gallery foto yang menampilkan Rengganis dan Jatmiko. Setelah diketemukan diberikannya pada putranya Atmaja. Atmaja melihatnya, tetapi sedikitpun tidak ada rasa marah yang muncul di wajahnya.


"Maaf pa, Atma sebenarnya juga tahu bagaimana hubungan mereka berdua. Tapi dari awal keinginan Rengganis adalah sebagian asset untuknya, meskipun dia bersama Atma tidak seperti seorang istri, tanpa harta dia tidak akan mau berpisah dengan Atma." ucap Atmaja pelan.

__ADS_1


"Atma.., papa ingin menamparmu saat ini. Tapi semua tidak akan menyelesaikan masalah. Rengganis menjadi seperti ini, kamu ikut menjadi supporter. Urus perceraian kalian, sekarang keluarlah. Papa ingin sendiri." Cokro meminta Atmaja keluar dari kamarnya.


***********************


__ADS_2