
Atmaja ditemani Cokro akhirnya datang ke kota Yogyakarta untuk menemui papanya Kinara. Setelah menempuh perjalanan 1.5 jam, akhirnya Ijonk sudah memasuki rumah dengan suasana teduh dikarenakan banyak pepohonan yang tumbuh di sekitarnya. Seorang anak laki-laki dengan usia sekitar 6 tahun, berlari menghampiri mobil yang diparkir Ijonk di bawah pohon rambutan.
"Herdi..., hati-hati ya mainnya. Jangan sampai keluar gerbang, main disini saja ya." Kinara berbicara pada anak itu.
"Iya Budhe."
"Ayo kita langsung masuk saja. Dia cucunya adikku Kinanti, yang diminta sama papa untuk menemani tinggal di rumah ini." Kinara langsung mengajak mereka masuk ke dalam.
"Assalamu alaikum," Kinara langsung membuka pintu dengan lebar.
"Mari pak masuk, duduk dulu. Mas Atma, pak Cokro diajak duduk ya. Kinar tak cari papa dulu."
Kinara langsung masuk ke dalam. Dia ke arah ruang keluarga, dan dapur tidak ada. Untungnya ada mbak Warti yang suka bantu-bantu di rumah sedang menyetrika pakaian.
"Mbak Warti, lihat papa tidak?"
"Eh Bu Kinar, sepertinya ada di kamar bu. Tadi barusan sarapan sama Herdi di meja makan."
"Ya sudah, makasih mbak Warti. Oh iya mbak Warti, minta tolong di ruang tamu dibuatkan teh manis panas ya. Kalau ada camilan bisa disuguhkan."
"Iya Bu, Warti siapkan."
Kinara segera datang ke kamar papanya, kemudian mengetuk pintu kamar 3 kali.
"Siapa, masuk saja." terdengar jawaban dari dalam kamar mempersilakannya masuk.
Kinara memutar gagang pintu, kemudian mendorongnya ke dalam. Tampak papanya sedang duduk di atas sajadah, telah selesai mengerjakan sholat Dhuha. Dia kemudian melipat sajadah, dan Kinara membantu papanya berdiri, dan mendudukannya di atas ranjang.
"Kamu dari mana Kinar? Kemarin papa mampir ke rumahmu tapi kata tetangga kamu dijemput mobil."tanya papanya pada Kinara.
"Maaf pa. kemarin mau menelpon papa untuk memberi tahu tapi lupa pa. Kinar ke Solo pa, istrinya Devan ada acara tujuh bulan kehamilan. Jadi mendadak dijemput sama sopir keluarga."
"Tadi kata mbak Warti, Papa sudah makan. Papa sehat saja kan?"
"Iya sehat, ada apa. Tumben kamu kesini pagi-pagi. Biasanya sore hari kalau kesini."
__ADS_1
"Iya pa, Kinar kesini membawa tamu yang ingin menemui papa."
"Tamu, siapa? Jangan bilang itu cucuku, si Devan ya. Sebentar papa tak ganti celana panjang dulu."
"Sebentar pa, tapi papa harus bilang dulu ke Kinar jika papa sekarang sehat. Kinar tidak mau papa terkejut, dan akhirnya darah tinggi papa jadi tinggi. Kasihan nanti mamanya Herdi kerepotan."
"Dari tadi, papamu ini sudah bilang to, kalau papa sekarang sehat. Siapa tamunya?"
Kinara diam sebentar, tapi kemudian melihat ke arah papanya.
"Mas Atma pa, sama Pak Cokro papanya mas Atma." sahut Kinara pelan.
"Atma, Atma ki siapa? Papa tidak tahu itu."
"Mas Atma itu papanya Devan pa, yang namanya Atmaja. Dia sekarang ditemani sama kakeknya Devan, pak Cokro namanya. Bagaimana, papa kuat tidak untuk menemui mereka?"
Pak Hapsoro papanya Kinara memandang wajah putri pertamanya. Dia merasa bersalah karena sudah menghancurkan mimpi putrinya dari dulu. Saat untuk melindungi nama keluarga, dia meminta Kinanti adik Kinara untuk mengambil Devan dan mengembalikannya pada papanya. Akhirnya dia mengajukan pindah kerja ke kota ini, dan ternyata sampai sekarang putri pertamanya ini tidak mau menikah lagi.
"Maafkan papa Kinar. Sekarang papa akan memperbaiki semuanya." Hapsoro memeluk putrinya itu, kemudian Kinar memegang papanya dan membawanya ke ruang tamu untuk menemui Cokro dan Atmaja.
Kinara mendudukan pak Hapsoro di kursi tempat duduk Cokro dan Atmaja. Hapsoro memandang kedua tamu yang duduk di depannya sebentar, tetapi kemudian tersenyum dan mempersilakan mereka untuk minum.
Cokro dan Atmaja kemudian mengambil cangkir dan menyesapnya sebentar.
"Mohon maaf sebelumnya pak Hapsoro. Ini saya Cokro, berniat mengantarkan anak saya Atmaja untuk yang pertama memohon maaf atas kesalahan keluarga kami di masa lalu; dan yang kedua ingin silaturahmi pada keluarga Bapak."
Kakek Cokro akhirnya menyampaikan maksud kedatangan mereka hari ini. Sekaligus juga ingin menjalin silaturahmi hubungan suami istri antara Atmaja dan Kinara yang sempat terputus lama.
Hapsoro mengambil nafas panjang, kemudian menghembuskannya kembali. Sejenak dia mengambil cangkir teh, menyesapnya dan meletakkan kembali di atas meja.
"Pak Cokro, tidak ada manfaatnya kita mengulik kembali kesalahan kita di masa lalu. Mari kita lupakan semuanya, anak saya Kinara tidak pernah mau menikah lagi semenjak saya bawa ke Yogyakarta. Yah, mungkin sudah saatnya, saya yang sudah tua ini untuk memberikannya kesempatan lagi untuk menyambung hidupnya."
"Untuk lamaran pak Cokro, saya serahkan kembali pada putriku Kinara. Dia juga sudah hampir tua, jawaban saya menyetujui atau tidak tergantung dari jawaban putri saya. Kinara..., putriku. Maafkan papa selama ini nak, pak Cokro akan memintamu kembali untuk Atmaja. Bersediakah kamu putriku?"
Kinara tidak menjawab tetapi malahan menangis dan memeluk Hapsoro. Tapi tidak lama kemudian, Kinara melepaskan pelukannya pada Hapsoro, dan menghapus air matanya.
__ADS_1
"Kinar bersedia pa, untuk menikah kembali dengan mas Atma."
"Alhamdulillah, jika begitu hendaknya segera kita segerakan pernikahan mereka kembali."
Akhirnya Cokro dan Hapsoro menyetujui pernikahan kembali antara Kinara dan Atmaja. Cokro langsung menghubungi koleganya di kota tersebut untuk menguruskan acara pernikahan putranya, dan esok harinya pada pukul 9, pihak KUA Kecamatan Bangunjiwo akan datang ke rumah Hapsoro untuk menikahkan keduanya.
***********************************************************
Devan dan Rolland pagi hari sudah berangkat ke Yogyakarta untuk menghadiri dan menjadi saksi pernikahan papa dan mamanya. Sedangkan Jenny ditinggal di Sukoharjo, karena untuk menemani Aleta. Pernikahan rencana dilaksanakan secara sederhana, tetapi Cokro bisa merubah hal yang orang berpikir tidak mungkin menjadi sesuatu yang mungkin.
Begitu ada kesepakatan hari dan jam pernikahan, dari siang sampai malam hari banyak para rekanan yang mengantar perlengkapan untuk pernikahan. Tenda, katering dan background untuk kedua pengantin dalam waktu singkat disiapkan dengan mudah, oleh anak buah Cokro.
"Baiklah.., kedua mempelai sudah siap, jika sudah acara akan segera kita mulai." tanya petugas dari KUA yang akan menikahkan Atmaja dan Kinara.
"Siapa yang akan menjadi wali nikah dari mempelai perempuan, tolong maju kesini. dan untuk saksi-saksi juga segera mempersiapkan diri."
Pak Hapsoro segera menempatkan diri di hadapan penghulu, kemudian beberapa saksi juga menyiapkan dirinya. Acara prosesi pernikahan berlangsung secara cepat, dan langsung dilanjutkan dengan pesta walimahan yang dihadiri oleh para tetangga sekitar rumah.
Devan membawa Rolland untuk menemui kakek Hapsoro.
"Kek.., kenalkan ini adik Devan. Namanya Rolland kek."
Hapsoro tersenyum, kemudian memeluk Rolland.
"Cucu kakek ternyata gagah-gagah."
"Terima kasih kek, ternyata Rolland sekarang memiliki dua kakek. Satu kakek Cokro dan satunya lagi kakek Hapsoro."
__ADS_1
************************************************