
Pria bule dengan wajah seperti pinang dibelah dua dengan Axel langsung mendatangi dimana Axel dan saudara-saudaranya duduk. Seperti tidak mampu mengeluarkan suara, Axel hanya terpaku menatap pria itu berdiri di depannya.
"Axel.., is that you?" dengan suara sedikit parau, pria itu menyapa Axel.
"Yes, I am... papa Brandon?" mendengar jawaban Axel, pria itu langsung memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri Axel.
"You sudah besar, please forgive me!! Stella..., introduce your brother, dear!" setelah melepaskan pelukannya, Brandon papanya Axel mengenalkan putranya dengan gadis kecil yang tampak bengong melihati mereka.
"My sister.., papa?" tanya Axel tak percaya, dan saat melihat Brandon menganggukkan kepala, Axel langsung menghampiri dan memeluk gadis kecil itu. Semula Stella memundurkan langkahnya, tetapi ketika Brandon menganggukkan kepalanya, gadis itu baru mau menerima pelukan dari Axel.
"Papa.., Stella..they are both my brothers. This is Arend, and one is called Arick." Axel mengenalkan Arend dan Arick kepada papa dan adik perempuannya. Arend dan Arick mengulurkan tangan mengajak Brandon berjabat tangan.
"Thanks you very much!! Axel sudah banyak bercerita tentang kalian dan keluargamu, saya sangat berhutang jasa pada keluarga kalian." Brandon menangkupkan kedua telapak tangan dan meletakkannya di depan dada, dia mengucapkan terima kasih pada mereka berdua.
"You're wellcome. Okay..., please have a seat!" Arend mempersilakan papa Axel duduk, kemudian dia dan Arick langsung mengambil minuman untuk Brandon dan Stella, dan memberi kesempatan Axel untuk berbicara.
"Papa sama sekali tidak menyangka, jika kesalahan papa di masa lalu dapat memiliki kamu Axel. What about your Mommy? Where is she now?" Brandon menanyakan Maurin.
"Mama berada di Singapura dengan suami dan Oma. Papa bisa kesana, jika ingin menemui mama." kata Axel sambil tersenyum masam.
"Oh no..., no.., no.. We don't know each other. Wajahnya seperti apa, aku juga tak tahu, karena kebersamaan kita di malam dulu itu karena kesalahan. Lupakanlah!" Brandon diam sebentar saat Arend dan Arick membawakan minuman panas untuk mereka berdua.
"Thank you Arend.., Arick!" ucap Brandon sambil mengambil cangkir, kemudian menyesap teh manis panas.
"Stella, come with me! You can choose the food you like." Axel mengajak Stella untuk memilih makanan yang dia sukai. Gadis kecil itu tersenyum malu, tetapi kemudian mengikuti Axel dan mengambil beberapa makanan dan dibawanya ke kursinya.
Setelah sekedar mengisi perutnya, mereka mengajak Brandon dan Stella untuk segera meninggalkan bandara. Satu trolly bag besar dan satu tas kabin, menjadi bawaan papa Axel. Setelah melakukan panggilan telpon pada Pak Asep, mereka langsung menuju area penjemputan. Setelah beberapa saat menunggu kedatangan pak Asep sambil berdiri, mobil yang membawa mereka sudah berhenti di depannya. Stella duduk di samping pak Asep, Axel berdampingan dengan Brandon, sedangkan Arend dan Arick duduk di kursi belakang.
"Mampir dulu tidak Tuan.., atau langsung pulang ke rumah?" tanya pak Asep.
__ADS_1
"Langsung ke rumah saja pak Asep! Khawatir nanti Mommy berpikir yang tidak-tidak. Kebetulan tadi sudah mampir minum di lounge, jadi sudah ada pengganjal perut." sahut Arend.
"Axel..., papa hasn't booked a hotel room to stay! Kira-kira hotel paling dekat dengan tempat tinggalmu di daerah mana?" Brandon ternyata belum mencari hotel untuk menginap, karena menunggu informasi akurat tentang tempat tinggal putranya.
"Iyakah?? Kebetulan pa.., Mommy and Daddy menawarkan agar papa and Stella untuk menginap di rumah, selama berada di Bandung. Jadi.., kita akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama." Axel menyampaikan pesan Devan dan Aleta untuk mengajak papanya meninginap di rumah keluarga Cokrodirjan.
"Really?" Brandon merasa tak percaya dengan kehangatan dan keramahan orang tua asuh putranya.
*******************
Tiga jam perjalanan di tempuh pak Asep dari bandara Soekarno Hatta menuju kota Bandung di daerah Lembang. Mendengar ada mobil berhenti, Aleta segera membukakan pintu. Senyum merekah di mulutnya, saat melihat pak Asep membukakan pintu mobil, dan terlihat pria bule sepantaran dengan Devan dan seorang gadis kecil menuruni mobil.
"Mommy...," teriak Axel memanggil Aleta.
"Momm..., kenalkan ini papa Brandon, papa biologis Axel. Dan gadis cantik ini saudari Axel, namanya Stella. Papa.., Stella.., ini Mommy Aleta." Axel langsung memperkenalkan papa dan adiknya pada Aleta.
Aleta melihat pak Asep membawa trolly bag dan tas kabin Brandon dan menariknya ke dalam rumah.
"Pak Asep.., sekalian trolly bag ditaruh di kamar yang ada di depan kolam renang saja ya!! Biar sekalian Mr. Brandon and Stella membersihkan diri dan berisitirahat." kata Aleta pada pak Asep.
"Baik Nyonya.., langsung saya antarkan ke kamar sekalian."
"Axel.. langsung ajak papa dan Stella ke kamarnya ya, agar segera mandi dan istirahat! Mama siapkan makan dulu."
Axel langsung mengajak papa dan Stella menuju kamarnya. Di depan kolam renang,
"Nice, a beautiful and spacious house." Brandon mengomentari rumah keluarga ini.
"Iya pa.., memang rumah ini besar dan luas. Perawatan agar rumah ini selalu nyaman selalu dijaga Mommy dengan baik." Axel menjawab komentar papanya.
__ADS_1
Axel membuka pintu kamar, dan segera masuk ke dalam.
"I like this room, it's spacious." ucap Stella dan langsung naik ke ranjang, kemudian merebahkan tubuhnya.
Axel dan Brandon tersenyum melihat perilaku Stella.
"Papa dan Stella akan tidur bareng di kamar ini, atau tidur terpisah? Di samping kamar ini, masih ada kamar yang kosong." Axel menawarkan kamar yang lain untuk beristirahat.
"Nanti saja kita lihat. Jika Stella mau tidur sendiri, nanti papa satu kamar sharing dengan you."
"Baik pa.., mandilah dulu. Sebentar lagi kami menunggu papa dan Stella di ruang makan." Axel memberi kesempatan pada Brandon dan Stella untuk membersihkan diri. Dia kemudian keluar dari dalam kamar, dan mencari Mommy nya di dapur.
"Lah kalian sudah disini ternyata. Mommy masak apa hari ini?" Arend dan Arick ternyata membantu Mommy menyiapkan makan siang.
"Ada nasi timbel, ayam dan ikan goreng sama sambal terasi. Untuk kue.., Mommy lupa belum belanja Axel." Aleta menjawab pertanyaan Axel.
"Tidak perlu memaksakan Momm. Biar Papa dan Stella berlatih konsumsi makanan Indonesia. Uhuyyy ada bakwan jagung ala Momm Aleta juga. Sukaaa.." seru Axel sambil ikut menyiapkan piring di atas meja.
"Assalamualaikum..," terdengar suara cempreng Cynthia.
"Wa Alaikum salam.." sahut Aleta dan anak-anak sambil melihat ke Cynthia.
"Pantesan ga ada yang jawab salam di depan, ternyata pada ada disini." sahut Cynthia sambil mencomot bakwan jagung yang ada di meja.
"Cuci tangan dulu... jorok kamu Cynthia.." teriak Arick.
"Ga selalu.. he..he..he..."
***************
__ADS_1