
Pagi hari Aleta terbangun dari tidurnya, dan saat hendak beranjak tiba-tiba tangan Devan sudah mengikatnya erat. Aleta berusaha melepaskan tangan suaminya, tapi semakin dia berusaha, ikatannya akan semakin erat.
"Mas..., sebentar dong. Aleta mau ke kamar mandi sebentar." kata Aleta mencoba mengingatkan suaminya.
"Ehm..., ehm..," sahut Devan tetap memeluk erat tubuh istrinya.
"Ayolah mas, sebentar saja." ucap Aleta berusaha melepaskan pelukan erat dari suaminya itu.
Akhirnya dengan berat, Devan mengendorkan tangannya dari tubuh Aleta. Tanpa membuang waktu, Aleta langsung masuk kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Aleta mengisi bath tub dengan air hangat, kemudian dia langsung berendam di dalamnya. Dia merasakan kesegaran air pagi hari, setelah 10 menit berendam akhirnya dia meneruskan mandi paginya.
Merasa segar, Aleta segera keluar dari kamar mandi. Baru mau melangkah mengambil baju ganti, ternyata sang suami sudah tidak sabar menanti.
"Semalam sudah membuat mas tidak bisa tidur. Sekarang ayo kita lakukan.* bisik Devan yang langsung membuat seluruh tubuhnya bergetar.
Tanpa menunggu jawaban persetujuan dari Aleta, Devan sudah langsung merangsek ke tubuh istrinya. Akhirnya pagi hari mereka diawali dengan gulatan panjang antar keduanya.
"Ayo mandi lagi, keburu habis waktu untuk sholat Subuh." kata Devan langsung bangun dari tempat tidur.
"Mas saja duluan, nanti Aleta belakangan." sahut Aleta. Karena kalau dia mandi bareng Devan, akhirnya yang terjadi adalah sesi kedua dari pergulatan mereka pasti akan dimulai.
Mendengar jawaban istrinya, Devan tersenyum, kemudian tanpa berbicara lagi, dia langsung mengangkat tubuh Aleta dan membawanya ke kamar mandi.
Aleta akhirnya pasrah dengan tindakan suaminya.
"Mas, Aleta capai. Nanti malam saja ya jangan sekarang. Kan barusan sudah." kata Aleta lirih berusaha mengendalikan Devan.
"Kan yang kerja mas, Aleta tinggal menerima." bisik Devan sambil tersenyum.
"Lah.., terserahlah apa yang mau mas Devan lakukan." kata Aleta yang pasrah berbaring di dalam bath up.
Merasa mendapatkan ijin dari istrinya, akhirnya Devan melakukan lagi. Aleta yang semula menolak, ternyata tanpa dia sadari malah melakukan counter attack terhadap suaminya.
******************
"Hari ini kamu mau ke perusahaan dulu Van." tanya Cokro pada Devan.
__ADS_1
Saat ini mereka sedang sarapan bersama di ruang makan. Aleta duduk di sebelah Devan, sedangkan Cokro berada di hadapan mereka duduk berdampingan dengan Atmaja.
"Iya kek, Devan akan ke perusahaan sebentar. Aleta.., hari ini apa rencanamu." tanya Devan pada Aleta.
"Sementara Aleta belum ada rencana mas. Kemungkinan mau tidur saja, masih mengantuk soalnya." kata Aleta.
Mendengar perkataan Aleta, Cokro tersenyum.
"Atau nanti Rolland telponkan Tata kakak ipar, untuk teman di rumah. Kasihan, masak suruh jaga rumah sendirian." sahut Rolland.
"Tapi kalau Tata mau kesini, agak siangan saja ya. Swear..., pagi ini Aleta mengantuk. Mungkin kalau semua sudah pada pergi, Aleta mau tidur dulu." ucap Aleta santai, sambil menikmati sarapannya.
"Memang semalam kakak ipar tidak tidur apa, ada yang gangguin." tanya Rolland menggodanya.
"Gak sih, semalam kakak langsung tidur begitu masuk kamar. Tapi kan semalam sudah jam 23.00 lewat tidurnya, jadi wajar dong kalau pagi ini masih pingin tidur." Aleta membela dirinya.
"Kamu itu mau ngerjain siapa Rolland, cepat habiskan sarapan. Jangan pikirkan istriku, dia bisa ngisi waktunya sendiri." sahut Devan sambil mengambil kerupuk.
"Sudah mas biarkan. Itu namanya Rolland tidak mau kakak iparnya kesepian. Aleta saja sangat berterima kasih, Rolland sangat memperhatikan." kata Aleta membela Rolland.
Cokro dan Atmaja hanya tersenyum melihat mereka saling bercanda. Sepuluh menit kemudian semua sudah mengakhiri sarapannya, dan bersiap untuk berangkat bekerja.
"Mas berangkat kerja dulu, kalau mau pergi keluar jangan jauh-jauh," Devan pamitan sama Aleta sambil mencium keningnya.
Setelah semua berangkat bekerja, Aleta kembali masuk ke dalam kamar. Dia menyalakan laptop, kemudian mencoba online membuka email. Setelah melakukan pengecekan semua akun, 30 menit kemudian dia kembali menutup laptop. Sesuai apa yang telah dia rencanakan tadi, akhirnya Aleta kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
******************
Cokro menemui Komar dan Udin untuk kelanjutan pertemuan tadi malam. Mereka ketemu di rumah Cokro yang lain. Disitu selain Komar dan Udin, juga ada tiga orang lagi yang sudah berada disitu.
"Bagaimana Komar, apakah Bambang sudah jadi ditangkap." tanya Cokro langsung ke pokok masalah.
"Sudah Tuan. Saat ini dia sedang dibawah pengawasan Bengkok, nanti kalau sudah mau mengaku baru nanti kita serahkan ke pihak kepolisian." Komar menjawab pertanyaan Cokro.
"Selain Bambang, ada juga satu laki-laki yang ditangkap namanya Kobra. Sepertinya dia orang yang selalu dipakai Bambang untuk melancarkan semua aksinya." lanjut Komar lagi.
__ADS_1
"Apa tidak sebaiknya Tuan sekarang kesana saja. Mungkin melihat kemunculan Tuan Cokro, Bambang dan Kobra akan mengakui semua perbuatannya." saran Udin.
"Tidak perlu, aku khawatir tidak bisa menahan emosiku melihat mereka. Atur semuanya, semoga kita tidak perlu menunggu untuk waktu yang lama. Mereka segera mengakui apa yang telah mereka perbuat." kata Cokro.
"Sama aku baru menunggu kedatangan Rengganis ke rumah. Aku sudah terlalu full, dengan semua kebohongan yang dia perbuat. Atmaja tidak bisa diharapkan untuk menyelesaikan semua urusan." lanjutnya lagi.
Mereka semua terdiam mendengarkan perkataan Cokro. Kemudian mereka menyusun strategi lanjutan untuk mengakhiri semuanya.
**********************
Pukul satu siang, Tata datang ke rumah keluarga Cokrodirjan atas undangan dari Rolland. Dia langsung masuk ke ruang keluarga, tapi tidak ada siapa-siapa. Akhirnya Tata ke dapur menemui Bibi Puji.
"Bibi...., Aleta kemana Bi. Tadi pagi aku ditelpon Rolland untuk menemani Aleta disini." tanya Tata pada Puji.
"Sebentar Bibi carikan di kamar dulu Non." jawab Puji. Dia langsung mendatangi kamar Aleta.
"Tok .tok..tok ., non Aleta. Ada non Tata nunggu di ruang keluarga." Puji mengetuk pintu kamar Aleta.
"Ya Bi, diminta tunggu sebentar Bi. Aku segera keluar." sahut Aleta dari dalam kamar.
Tidak berapa lama, Aleta keluar menemui Tata yang sudah berpindah ke pinggir kolam renang di taman belakang.
"Hai Ta...," panggil Aleta sambil menyalami Tata.
Tata langsung memeluk Aleta, kemudian mereka duduk di kursi samping kolam.
"Kita ngobrol disini saja ya." kata Aleta sambil meluruskan kakinya.
"Okay..., aku juga baru pulang kuliah. Masih agak capai, kuliah dari pagi soalnya."
Mereka akhirnya ngobrol banyak hal. Bi Puji datang mengantarkan teh panas dan camilan ringan.
"Minum dululah Ta." Aleta menawarkan minuman pada Tata.
Dia mengambil duluan kemudian menyesap sedikit teh panas langsung dari cangkirnya. Kemudian dia mengambil pisang goreng, dan sambil selonjor mereka asyik melanjutkan obrolan mereka kembali.
__ADS_1
**************