Jodohku Di Tangan Kakek

Jodohku Di Tangan Kakek
Field Trip


__ADS_3

Axel pergi dengan Brandon dan Stella ke floating market yang ada di kawasan Lembang, hanya beberapa kilometer dari rumah Cokrodirjan. Mereka diantar pak Asep menuju lokasi, dan setelah turun di halaman parkir mereka segera masuk ke dalam.


""Daddy.., Axel.., Stella wants to ride the canoe, is it possible?" Stella menunjuk ke arah kano atau perahu kecil dia atas telaga buatan.


"Okay Stella, brother will accompany you. Let's go there first through that road.." Axel mengajak Stella dan papanya melewati jalan kecil di sebelah Utara. Karena akses menuju telaga, memang sengaja dibuat memutar. Pengunjung melewati pusat kuliner dari UMKM yang ada di daerah tersebut, baru bisa menuju ke danau.


"Lokasi wisata ini siapa yang memiliki Axel?? Menarik, bisa memadukan konsep kuliner, education tourism, integrated dengan view alam yang menarik." tanya Brandon pada putranya.


"Milik pengusaha swasta pa.. Banyak di lokasi sekitar sini, yang sudah dilirik oleh private untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Dulu, harga tanah disini relatif cheap.., tetapi kalau sekarang sudah sangat mahal." dengan sabar Axel menjelaskan pada Brandon.


"Papa.., Stella.., you guys wait here! Brother will buy a ticket first to ride a small boat." Axel menghentikan langkahnya, dan meminta papa serta Stella untuk menunggu sebentar. Dia langsung berlari ke tempat penjualan tiket, dan membeli tiket untuk naik perahu kecil.


Agar adiknya senang, selain tiket naik perahu, Axel juga membelikan tiket untuk berfoto dengan mengenakan pakaian adat Korea. Karena memang view dan pohon-pohon di tengah telaga, didesain seperti menikmati alam lepas di kawasan Korea.


"Ayuk pa.., Stella.. kita langsung menuju kesana. Mumpung masih sepi, jadi kita tidak perlu antri." setelah memegang tiket, Axel langsung menarik papa dan adiknya menuju jalan kecil yang terbuat dari kayu papan yang didesain di tengah telaga.


"Papa, the view is very beautiful." teriak Stella mengagumi pemandangan yang ada di depannya. Brandon hanya tersenyum melihat kedua putranya. Axel meminta Stella untuk bergaya, kemudian diambil gambarnya, sesekali mereka berdua juga melakukan foto Selfie.


"What is this sis? Should Stella wear this outfit?" Stella menunjuk pakaian ala Korea, saat Axel memintanya untuk mengganti pakaian.


"Yupz.., the three of us will wear this outfit. We will have a photo session." Axel menjelaskan bahwa mereka bertiga harus segera mengganti pakaian, karena akan melakukan sesi pengambilan foto dengan berpakaian ala Korea.


Dengan riang Stella segera masuk kamar ganti, untuk segera berganti busana Brandon melihat pada Axel, setelah putranya itu menganggukkan kepala keduanya segera ikut masuk ke kamar ganti.


Tidak lama kemudian, ketiganya sudah mengenakan outfit ala-ala Korea. Wajah bule ketiganya tampak serasi terpadu dengan warna outfit yang didominasi warna merah dan oranye.


"Kita foto disana, pas di depan perahu kecil. Lebih match seperti di Korea." ajak Axel kemudian menuju tempat seperti dermaga kecil. Petugas pengambil foto segera mengikuti mereka, dan banyak gambar-gambar bagus yang berhasil didokumentasikan.

__ADS_1


"Mas..., bagus banget fotonya. Ijin ya, nanti hasil foto ini kita share di Instagram dan Facebook akun sini." petugas tampak puas dengan hasil pengambilan gambarnya. Dia malah meminta ijin untuk share hasil foto tersebut.


"Okay.., tapi ga usah banyak-banyak ya. Nanti aku dan adikku di tag ya!" Axel mengijinkan.


Kemudian mereka melanjutkan naik perahu kecil mengelilingi telaga.


************


"Mommy..., Axel sudah datang Momm. Tapi ga beli oleh-oleh mom.." sesampainya di rumah Axel langsung mendatangi Aleta di ruang kerjanya. Dia langsung memeluk Aleta, karena sudah dari pagi meninggalkannya sendiri.


"Ngapain juga mikirkan oleh-oleh. Yang dijual pada objek yang kalian kunjungi, di rumah sudah ada semua kan?" Aleta langsung berdiri, dan melakukan save pekerjaannya.


Dengan masih merangkul Mommy nya, Axel mengikuti Aleta keluar dari ruang kerja.


"Mommy mau kemana?" tanya Axel.


"Memangnya kalian sudah makan? Mama mau menyiapkan meja dulu untuk makan adik dan papamu." Aleta menjawab pertanyaan Axel.


"Kamu ini..., ada papanya datang, malah nggelendot terus sama Mommy." ucap Aleta.


"Mommy dan Daddy Devan tetap nomor satu dan prioritas untuk Axel. Tidak bisa dibandingkan dengan papa."' jawab Axel.


"Selamat siang Momm Aleta..," Brandon menyapa Aleta yang masih berdiri di depan pintu ruang kerja.


"Siang juga Mr. Brandon.. Silakan duduk dulu, .. Axel ayo papanya ditemani duduk di ruang keluarga." Aleta mempersilakan Brandon untuk duduk di kursi.


Axel dengan malas melepaskan pelukan pada Aleta, kemudian mengajak papanya duduk.

__ADS_1


"Oh ya..., by the way Mr. Brandon mau minum kopi atau teh panas? Akan saya buatkan."


"Terimakasih Momm. Jika tidak merepotkan, saya dibuatkan kopi hitam saja." jawab Brandon sambil tersenyum.


"Tidak merepotkan..., segera saya buatkan. Axel dan Stella jus saja ya, atau mau kopi juga?"


"Juice Momm..." teriak Axel sambil mengikuti Aleta ke dapur.


Aleta segera meninggalkan mereka berdua, dan segera menyiapkan minuman untuk mereka bertiga. Tidak berapa lama, satu scetcher berisi orange Juice dan satu cangkir kopi panas dibawa masuk oleh Axel,. dan dibelakangnya Aleta membawa dua gelas kosong.


"Dudy disini Momm Aleta... kita bicara-bicara!" Brandon mengajak Aleta duduk dan berbicara.


Untuk menghargai papanya Axel, Aleta duduk di samping Axel. Orang yang tidak tahu bisa menyangka mereka adalah pasangan keluarga dengan dua anak, dengan satu putra dan satu putri.


"Assalamualaikum...," tiba-tiba terdengar suara Arend dan Arick masuk ke dalam rumah.


"Wa Alaikum salam," Aleta dan Axel menjawab sapaan si twins.


"Sudah pulang nak..., dari mana ini tadi?" tanya Aleta yang terlihat tampak riang karena kehadiran dua putranya.


"Sudah Momm.., tadi barusan jalan ke Ciwalk. Teman-teman ngajakin makan-makan disana tempatnya. Macetnya Momm." Arick menceritakan pengalamannya, kemudian membaringkan tubuhnya di pangkuan Aleta.


"Ga cucu kaki tangan dulu Rick? Arend ke kamar dulu ya Momm," kata Arend sambil bergegas memasuki kamarnya.


"Males Rend... , lagi PW. posisi uwenak.." sahut Arick sambil memejamkan mata. Dengan penuh kasih sayang, Aleta mengelus kepala Arick sambil tersenyum.


Brandon menatap interaksi Aleta dan putranya dengan tatapan iri. Dia membayangkan andai saja dia dengan putra dan mantan istrinya masih dalam keluarga yang utuh

__ADS_1


"Kok papa melamun.., ada apa pa?" tanya Axel tiba-tiba, yang langsung mengagetkan Brandon dan tersadar dari lamunannya.


************


__ADS_2