
Hari Minggu semua anggota keluarga di rumah keluarga Cokro lengkap pada kumpul bersama. Atmaja bersama Kinara, dari pagi hari sudah muncul membawa barang belanjaan. Jenny dan Rolland juga sudah dari malam minggu menginap disini. Arend dan Arick terlihat sedang berenang dengan Devan, dan Aleta dengan penuh kasih menunggu mereka di sisi kolam renang sambil membawa handuk.
"Mommy.., come on! Let's swim mom!" teriak Arick dari dalam kolam renang, berusaha mengajak Mommynya untuk ikut berenang.
"No kids..., Mama just lazy to enter the pool." seru Aleta menolak ajakan putranya.
"Ayo Arick, Arend..., ikuti papa ya sampai ujung sana! Kita dua putaran lagi, langsung istirahat, Okay!" seru Devan mengajak putranya untuk mengikutinya.
"Okay Dadd.., lets go!" Arend dengan sigap lalu berenang mengikuti Daddynya. Arick juga tidak mau ketinggalan mengejarnya.
Aleta tersenyum melihat keseruan suami dan kedua putranya. Tiba-tiba Bi Puji sudah membawakan juice dan camilan ke arah kolam renang.
"Terima kasih Bi Puji, tadi Bibi kan tinggal bilang sama Aleta kalau sudah siap. Aleta bisa mengambilnya sendiri kesini." kata Aleta sambil mengambil minuman dan camilan kemudian menempatkannya di meja kecil.
"Tidak apa-apa Non, lagian di dapur juga sudah penuh. Itu Nyonya Kinara dan Jenny lagi kolaborasi membuat bubur Manado katanya, jadi Bibi tidak ada kesibukan."
"Mommy..., bantu Arick naik, Arick is tired!" teriak Arick yang minta dibantu naik ke atas, terlihat dia mulai kelelahan.
Aleta langsung mengambil handuk dan mendatangi Arick, kemudian membantu putranya yang lahir lebih belakang daripada kakaknya Arend ke atas. Handuk langsung menyelimuti tubuh anak itu.
"Arick, langsung mandi atau minum dulu sayang?" Aleta menawari putranya yang tampak lelah.
"Minum dulu saja Momm, baru nanti mandi."
Aleta segera memegangi putranya itu, kemudian merangkul dan membawanya ke meja tempat meletakkan minuman dan camilan. Arick langsung minum orange juice, dan mengambil sandwich tuna untuk mengisi perutnya.
"Daddy..., Arend. Sudah yukk, istirahat sebentar terus mandi! Jadi mau cari susu segar tidak ke Lembang Farmhouse, sambil main sama shaun the sheep?" seru Aleta memanggil suami dan Arend agar cepat naik.
"Okay Momm," teriak Arend yang langsung berenang menepi. Devan membantu Arend naik ke pinggir kolam, dan Aleta langsung menghampiri mereka dengan membawa dua handuk di tangannya.
Keluarga Devan dan Aleta terlihat ceria menikmati camilan dan orange juice, sambil sesekali mereka tertawa.
__ADS_1
"Aleta.., Devan.., ayo segera ke ruang makan! Kita segera sarapan bersama!" teriak Kinar memanggil.
"Iya ma.., kami mandi dulu." sahut Aleta.
"Ayo, segera mandi sayang. Oma sudah meminta kita untuk kumpul bersama, sarapan pagi." Aleta mengajak keluarganya untuk segera mempersiapkan diri.
Devan langsung masuk ke kamar untuk membilas badannya, Aleta membawa si twins dan memandikannya. Setelah kedua putranya ganteng, Aleta membawa si twins keluar kamar, dan keduanya langsung sendiri menuju ruang makan. Aleta memasuki kamar untuk mempersiapkan baju suaminya. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, dan Devan keluar hanya dengan mengenakan handuk untuk membungkus bagian bawah tubuhnya. Tetesan air tampak menetes ke six pack laki-laki itu, bercampur dengan aroma harum sabun mandi. Aleta memerah pipinya, serasa ingin mendekap tubuh suaminya itu.
"Kenapa sayang, kok pipinya memerah? Apakah baru menyadari, jika suamimu ini benar-benar sangat tampan." bisik Devan menggoda Aleta sambil memeluk Aleta dari belakang.
"Ah jangan geer dong! Ayo, si twins sudah ke ruang makan. Mungkin kita sudah ditunggu sama kakek dan yang lainnya." ucap Aleta berusaha melepaskan pelukan Devan.
"Tidak apa-apa sayang, biarkan sekali tempo mereka menunggu kita. Quickie saja, gimana sayang?" bisik Devan sambil tangannya mulai meraba ke arah dada Aleta.
"Ah.., nantilah Dadd. Tidak enak, ngerjain orang tua." Aleta langsung melepaskan tangan Devan, kemudian dengan cepat meninggalkan suaminya di walk in closed. Devan tersenyum sambil menggaruk kepalanya.
"Mommy ke ruang makan duluan ya Dadd, pakaian Daddy sudah Mommy taruh di atas ranjang!" tanpa menunggu jawaban Devan, Aleta sudah meninggalkan kamar.
"Wow.., ganteng-ganteng sekali cucu Oma. Ayuk beri ciuman dulu untuk oma pagi ini sayang!" seru Kinara melihat Arend dan Arick datang dengan menggunakan baju couple.
Tanpa menunggu perintah kedua kalinya, si twins langsung mendatangi Kinara, kemudian mencium pipi kiri dan kanan Omanya. Kemudian mendatangi Opa Buyutnya, dan Cokro langsung menundukkan mukanya.
"Ini buyut opa sudah pada ganteng, mau kemana rencana pagi ini sayang?" tanya Cokro.
"Sama Mommy and Daddy mau diajak ke Lembang Farmhouse, mau main sama shaun and the sheep." kata Arick. Sedangkan Arend langsung menempatkan diri duduk di kursi samping kakeknya Atmaja.
__ADS_1
"Om Rolland boleh ikut tidak sayang? Kan Om sama tante Jenny juga belom ada rencana hari ini. Gimana Jenn, kita ikut si twins?" Rolland langsung menanyakan pada Jenny. Tersenyum, Jenny menganggukkan kepala.
"Berarti rumah sepi lagi dong, tinggal oma sama opa di rumahnya." kata Atmaja sambil tersenyum.
"Tet..tet..tet.,.," tiba-tiba terdengar bunyi bel ruang tamu.
"Ada yang punya janjian dengan tamu pagi ini?" tanya Cokro. Tetapi semua yang berada di ruang makan, menggelengkan kepala.
"Bibi saja yang membukakan pintu depan, Tuan dan Nyonya lanjutkan saja sarapan paginya!" Bi Puji langsung bergegas menuju pintu depan.
Bi Puji melihat seorang anak ganteng seusia si kembar dengan perawakan bule, kemudian melihat seorang bapak-bapak yang membawa anak tersebut.
"Mohon maaf, Tuan mencari siapa ya pagi ini?" tanya Bi Puji pelan.
"Saya mengantarkan cucu saya Bu. Cucu saya ini temannya, siapa Axel nama si kembar itu?" pak Broto bertanya pada Axel.
"Arend and Arick Opa." sahut Axel.
"Owalah temannya si twins ya, mari masuk Tuan. Kebetulan mereka sedang habis berenang dan sekarang sedang berada di meja makan. Bibi panggil mereka dulu ya!" Bibi mempersilakan keduanya duduk, kemudian bergegas kembali ke meja makan.
Bibi Puji segera kembali ke ruang makan.
"Siapa Bi, tamunya?" tanya Kakek Cokro.
"Temannya Tuan Arend dan Tuan Arick , sepertinya diantar sama kakeknya." kata Bi Puji.
"Axel?" tanya Arick sambil melihat ke arah kakaknya.
"Sudah, sekalian diminta bergabung disini saja Bi! Ramai-ramai kita sarapan pagi bersama. Rolland, Jenny, kalian agak bergeser ke sisi utara. Biar tempat kalian dan datu kursi kosong, untuk mereka duduk."
Bi Puji segera kembali ke ruang tamu untuk mempersilakan pak Broto dan Axel bergabung sarapan pagi bersama. Rolland dan Jenny segera berpindah tempat duduk, sedangkan Kinara langsung menempatkan 3 piring dan gelas untuk tamu mereka.
__ADS_1
************************