KANAYA DAN PENGACAU

KANAYA DAN PENGACAU
KONSER


__ADS_3

Tarian pedang Nay , juga alunan musik lagu diiringi piano yang dimainkan oleh Agra sudah menjadi perbincangan banyak orang.


Terutama kemampuan bermain piano Agra, dia sangat hebat dalam bermain piano, juga mengetahui banyak hal soal musik.


Di kampus sedang heboh, karena Agra akan melakukan konser piano. Banyak mahasiswa yang membicarakan dan memuji kemampuan Agra.


"Kalian sudah mendengar berita pangeran Agra?" senyuman Nana terlihat, langsung menepuk pundak Naya yang duduk diam.


Suara besar teman cerewetnya mulai berkicau mirip burung yang kelaparan meminta makan, Nana sangat heboh bercerita.


Naya tidak memperdulikan, hanya diam saja menjadi pendengar setia, meskipun dia juga tidak tahu apa yang sedang Nana bicarakan.


"Aku pengen pergi ke konser Agra." Wajah sedih terlihat, menatap Naya yang hanya mengerutkan keningnya.


Kepala Nay langsung menatap ke arah luar jendela, melihat langit yang cerah.


"Nay, kamu tahu tidak ....?"


"Aku tidak pengen tahu." Nay memotong pembicaraan sambil menggaruk kepalanya.


"Dengarkan aku bicara." Tangan Nana menarik Nay, memintanya fokus mendengarkan cerita.


Nana mengatakan jika Agra akan mengadakan konser piano, dia ingin sekali melihat secara langsung permainan Agra.


Kepala Nay mengangguk biasa, tersenyum tidak ada arti melihat kekaguman Nana.


"Nay kamu tahu tidak ... aku ...."


"Aku tidak ingin tahu Nana." Nay memotong lagi, dirinya pusing membicarakan pria.


"Aku sangat menyukai Agra." Nana tersenyum malu-malu.


Suara pelan terdengar, Nana mulai bercerita soal tiga pria populer di kampus. Di antara tiga pria, Agra yang paling dia sukai.


Selain baik, tampan, pintar Agra sangat hebat dalam segala jenis musik, dia menguasai banyak musik, bahkan bisa menciptakan lagu sendiri.


Agra selalu memainkan piano dengan musik yang indah, senyuman tampannya menambahkan keindahan setiap permainan musiknya


"Agra bukan hanya hebat dalam bermain musik, tapi hebat juga menggambar." Nana tersenyum membayangkan sosok Agra.


Naya hanya bertepuk tangan, dia mengakui Agra pria baik, tapi tidak begitu peduli apa saja kehebatan Agra.

__ADS_1


"Kamu ingin pergi ke konser Agra?"


"Tidak," jawab Naya singkat.


"Kenapa dari tadi kamu hanya menjawab tidak?" Nana menatap kesal, ceritanya tidak didengarkan.


Suara tawa Naya terdengar, dia tidak paham soal musik tidak terlalu tertarik dalam hal musik, jadi tidak ada alasan dirinya ingin pergi.


Suara Nana merengek mulai terdengar, berharap Naya akan pergi ke acara konser Agra yang tidak mudah dihadiri oleh sembarangan orang.


Berita konser Agra semakin heboh, seluruh orang di dalam kelas menceritakan soal konser. Nay juga mendengar jika konser dihadiri orang-orang penting.


Dua manusia yang paling dia hindari pertemuannya sudah dipastikan akan datang, keputusan Nay tidak ingin pergi semakin bulat.


Kehadiran Andra manusia pemarah yang pastinya akan terjadi pertengkaran antara keduanya, ditambah lagi hadirnya Arvin yang menjalani hubungan pacaran pura-pura. Bodohnya Naya harus mengikuti kegilaan Arvin.


"Ayo Nay pergi, Arvin juga pasti datang." Nana sampai memohon agar Naya menyempatkan diri untuk pergi menonton konser.


"Maaf Na, aku ingin fokus belajar." Buku di atas meja Nay sudah menumpuk, meminta Nana segera berbalik badan untuk tidak menganggu.


"Ayolah Naya." Harapan Nana mendapatkan tiket konser gratis hanyalah Naya, karena dia pacarnya Arvin.


Masalah konser belum juga selesai, Alis sudah cengengesan meminta Naya mengikutinya. Nay sudah tahu maksud kedatangan si bocah pengacau yang ada di antara tiga pria.


Wajah Naya sudah tidak bersemangat mendengar ocehan Alis soal konser yang akan diadakan, dugaan Nay tepat Alis memintanya pergi.


"Sudah mendengar kabar soal konser? pastinya sudah. Ayo kita pergi." Senyuman Alis terlihat, cengengesan sambil memakan permen lollipop yang memenuhi mulutnya.


"Aku tidak bisa pergi Lis." Nay menolak secara halus.


Bukan Alis namanya jika tidak melakukan pemaksaan, wajahnya sudah cemberut menahan air mata, karena Naya menolak untuk pergi bersamanya.


Alis sudah menyusun rencana untuk penampilan mereka berdua, bahkan membeli baju yang sangat indah.


"Sorry." Nay merasa tidak enak hati.


"Kak Nay, ayo pergi. Please, Alis mohon." Bibir monyong terlihat, memelas seperti anak kecil.


"Kamu bisa pergi bersama teman-teman kamu Lis." Naya tidak ingin pergi, demi kebaikan dirinya.


Suara Alis merengek semakin besar, banyak orang yang memperhatikan keduanya. Alis tidak memiliki teman yang nyaman seperti saat bersama Kanaya.

__ADS_1


Dirinya tidak mudah beradaptasi dengan banyak orang, temannya hanya tiga pria tampan, juga satu wanita tangguh yang ahli beladiri.


Kening Nay berkerut, tidak percaya dengan ucapan Alis jika tidak memiliki teman. Terlihat sekali jika Andra dan Alis dua orang yang memiliki karakter berbeda.


Satunya pemarah, sedangkan satunya lagi sangat berisik dan heboh sendiri.


"Kak Nay tega sekali sama Alis."


"Bukan tega, tapi kak Nay harus belajar untuk ujian." Senyuman terlihat, meminta manusia cerewet untuk mengerti.


Bagi Alis ujian urusan belakang, Alis berjanji akan membantu Naya untuk belajar soal ujian, dirinya sangat pintar dalam pelajaran


Sekarang paling penting setia kawan, Agra selalu baik kepada Nay, selalu membantu dalam kesulitan.


Seharusnya Naya hadir untuk mendukung Agra, menjadi orang paling depan untuk bersorak menyemangati.


Nay akhirnya terdiam, ucapan Alis ada benar jika Agra orang baik, selalu membela dirinya dan memberikan dukungan. Hal yang dilakukan dalam persahabatan saling mendukung satu sama lain, Nay seharusnya hadir untuk mengucapkan selamat.


"Baiklah, kamu ada benarnya." Nay tersenyum melihat Alis sudah lompat-lompat sambil joget-joget kesenangan karena dirinya berhasil membujuk Naya untuk ikut pergi menonton konser.


Alis juga akan menepati janjinya untuk mengirimkan buku, juga bantuan belajar agar Nay bisa mendapatkan nilai yang baik dalam ujiannya.


Senyuman Naya terlihat menyetujui dengan terpaksa, meminta Alis segera pergi meninggalkannya.


Alis berlari memberikan kiss jarak jauh, mengucapkan terima kasih karena Nay sudah bersedia.


Nay melihat sesuatu yang di mading, banyak sekali prestasi yang dimiliki oleh Agra, dia bukan hanya pintar bermusik, juga hebat dalam menggambar dan olahraga.


Soal pelajaran juga tidak perlu diragukan lagi, dia selalu ada di daftar paling atas untuk siswa memiliki nilai tertinggi.


"Apa kurangnya kamu Agra? pengemar banyak, ganteng, baik, pintar tidak diragukan lagi banyak wanita yang menyukai kamu." Nay melangkah pergi, memahami jika Agra selalu dipuji, karena dia sangat sempurna hampir tidak terlihat letak kejelekannya.


Hebatnya lagi, Agra bisa berteman dengan dua manusia aneh yang belum sepenuhnya Naya ketahui sikap dan keunggulan masing-masing.


Dari kejauhan Andra melihat punggung Naya yang memperhatikan Agra, berita konser sudah heboh di dalam dan luar sekolah.


"Berisik sekali, menganggu." Andra menatap tajam para wanita yang berteriak melihat Agra muncul.


***


Follow Ig Vhiaazaira

__ADS_1


__ADS_2