Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
PAGI YANG CERAH


__ADS_3

Pagi yang cerah Di Desa yang indah Seindah hati Adam dan secerah wajahnya Karena pagi ini ia di sambut oleh senyuman Wanita yang ia sayangi dan juga ia Cintai yaitu sang istri.


" Mas mandi dulu gih udah mandi Kita sarapan " Ucap Meisya yang sedang menyiapkan sarapan


Namun bukan Adam namanya jika ia tidak menggangu istrinya terlebih dahulu. Adam memeluk Sang istri dari belakang lalu menghirup sang tubuh sang istri " Morning sayang "


" Morning Mas " jawab Meisya yang memutarkan tubuhnya agar bisa berhadapan dengan Adam


" Cup " Satu kecupan mendarat di bi*** sang istri


" Mas, Nanti ada yang lihat " tegur Meisya


Adam tersenyum Lalu memeluk sang istri dengan Posesif " Sayang kamu jangan tinggalan aku lagi ya, Aku tidak bisa jauh dari mu " Ucap Adam yang menaruh kepalanya di pundak sang istri


" Iyah Mas " jawab Meisya sambil tersenyum " Sekarang Mas mandi dulu ya, Sarapannya sudah siap "


" Mandi bareng sayang " goda Adam


" Tidak bisa, di sini kamar mandi nya kecil hanya muat satu orang "


Wajah Adam berubah menjadi suram " Wajahnya gak perlu seperti itu, Nantikan kalo kita sudah pulang kita bisa melakukannya di rumah " Ucap Meisya


" Benar sayang " Meisya langsung menganggukkan kepalanya " Baiklah sayang kalo begitu Mas mandi dulu "


Meisya langsung menggelengkan kepalanya Melihat kepergian sang suami, Meisya sudah lama tidak melihat sang suami dengan wajah yang sumringah seperti itu.


Tok.tok..tok...


" Nak Meisya " Panggil orang di luar sana


Meisya yang mendengar Ada yang manggil ia langsung pergi ke depan untuk melihat siapa yang datang


Anak buah Adam mereka pergi ke tempat penginapan karena Adam tidak mengijinkan mereka untuk menginap di Kontrakan Sang istri


" Iyah Bu ada apa? " Tanya Meisya setelah membuka Pintu


" Ibu mau beli Mie instan sama sabun Mandi Nak "


" Oh iya sebentar ya Bu " Ucap Meisya yang langsung Mengambil Mie instan dan sabun mandi " ini Bu, semaunya Dua puluh ribu "


Ibu itu mengambil kantong kresek yang di berikan oleh Meisya " Terimakasih ya Nak, oh iya Nak Meisya tidak buka warung hari ini ko masih tutup " Tanya si ibu


" Iya Bu, soalnya Ada suami saya baru datang kemarin " Jawab Meisya


" Oh pasti mau kangen-kangenan ya " ledek Si ibu sambil senyum-senyum gak jelas


" ah ibu bisa saja " Meisya tersenyum malu karena di goda oleh si ibu


" Jangan terlalu dalam Nak, kasian dedenya " Kata ibu itu yang langsung meninggalkan Meisya yang masih mematung di tempat nya, Bisa-bisanya ibu-ibu itu bicara seperti itu.


" Sayang " Panggil Adam Menyadarkan lamunan Meisya


" Eh iya Mas " Jawab Meisya yang langsung menutup Pintu dan menghampiri sang suami " Mas sudah beres mandinya? "


" Sudah sayang "


Meisya tersenyum " Kalo begitu ayo kita sarapan " ajak Meisya. Meisya dan Adam mereka menikmati Sarapan mereka, Adam begitu lahap menikahi makanan nya mungkin karena sudah lama Adam tidak memakan makanan buatan Sang istri


" Mas pelan-pelan makan nya gak akan ada yang minta Ko " Ucap Meisya Terkekeh


" Habis aku kangen sama masakan mu sayang, Aku sudah lama tidak memakan makanan seenak ini sayang " Jawab Adam


" Masakan Bibi Vina juga enak mas "


Adam mengusap bibirnya yang terkana kuah " Bibi Vina sudah lama pergi ke Luar Negri, Bibi Vina memutuskan untuk tinggal di sana sementara dengan Saudara yang lain " Balas Adam


" Benarkah " Meisya membuang napas nya pelan Meisya merasa tidak enak kepada bibi Vina karena ia pergi tanpa berpamitan kepada Bibi Vina


" Kenapa wajah nya sedih Hem "


" Apa Bibi Vina pergi karena aku yang telah meninggalkan rumah Mas? " tanya Meisya menatap sang suami


Adam mengelus pipi sang istri " Bibi Vina pergi bukan karena mu sayang tapi karena bibi Vina ingin menenangkan diri dan melupakan kesedihannya, Kamu tau sendirikan kalo Di rumah kita banyak kenangan Paman Ibram " Ucap Adam

__ADS_1


" Iyah mas, di rumah itu sangat banyak kenangan kita bersama Paman Ibram. Maafkan aku ya Mas, Aku sudah tidak jujur waktu itu "


" Sudah sayang tidak perlu di bahas lagi lagian Bibi Vina sudah menjelaskan kepadaku kenapa kalian Menyembunyikan rahasia sebesar itu dari kami "


Meisya menganggukkan kepalanya " sudah ayo lanjut lagi makanannya Nanti keburu dingin gak enak " ucap Adam


Akhirnya mereka pun melanjutkan sarapan mereka Dengan Tenang. sedangkan Dava asisten Adam ia baru saja keluar dari kamarnya untuk sarapan. Wajah tampan Dava yang hitam manis dan bertubuh gagah membuat para wanita yang melihat nya terpesona


Dava mengambil Lontong kari dan juga cemilan yang lainnya Lalu duduk di meja di luar Karna Dava perokok, Sambil menikmati sarapannya Dava juga memeriksa email yang masuk ke dalam emailnya


Bruk...


" Ma.. maaf Pak " Lirih si wanita yang tidak sengaja terjatuh di kaki Dava


Bukannya membantu Dava malah memalingkan wajahnya ke arah lain. si wanita juga langsung berdiri walaupun dirinya merasa kesakitan di bagian lutut " Sekali lagi saya minta maaf Pak " ucap si wanita yang langsung pergi begitu saja.


Dava melihat kepergian si wanita yang menggusur kakinya " Ada apa dengannya " Gunma Dava Menggelengkan kepalanya heran


Setelah kepergian si wanita Dava meninggalkan sarapannya karena ia kebur tidak Mood untuk melanjutkan sarapan, Namun langkah Dava terhenti karena Melihat si wanita yang tadi menubruknya sedang di paksa masuk kedalam sebuah kamar.


" Aku mohon Lepaskan aku " Ucap si wanita itu sambil menangis


" Jangan pernah main kasar kepada Wanita " ucap Dava ketika Si pria ingin menampar si wanita


" Siapa Lo, Berani sekali Sama gue " Ucap Si pria dengan tatapan yang membunuh


" Saya bukan siapa-siapa tapi saya tidak suka ada pria yang main tangan kepada wanita " Kata Dava tegas


Dava melihat wajah si wanita yang seperti ketakutan Bakan Terlihat sangat Pucat " apa kau mengenalnya? " Tanya Dava kepada si wanita


si wanita menggelengkan kepalanya cepat ia benar-benar merasa takut saat ini " Alah banyak baco* Lu "


Bugh... bugh..


Dava Langsung menunju perut si pria ketika si pria ingin Meninju dirinya " jangan jadi banci beraninya hanya dengan perempuan " Ucap Dava


Si pria yang tersungkur langsung meninggalkan Dava dan juga wanita itu namun sebelum pergi si pria seolah menandai Dava


" Terimakasih pak, Sekali lagi Terimakasih Hiks.. " Ucap si wanita


Namun langkah Dava Terhenti ia merasa tidak tega melihat si wanita yang susah payah untuk berjalan " Kau pulang ke mana? biar saya yang antar " Ucap Dava kepada si wanita


" Tidak perlu pak Terimakasih " Ucap Si wanita


" Sudah jangan membantah, Masuk kedalam" ucap Dava yang sudah membuka Pintu Mobil


Si wanita menatap Dava dengan lekat " Sudah masuk tunggu apa lagi " Si wanita pun langsung masuk kedalam Mobil walaupun sebenarnya ia takut


" Di anterin Kemana? " tanya Dava


" saya Tinggal di Kota Pak " Dava mengerutkan keningnya " Saya di sini karena.. Hiks.. " si wanita malah menangis Ia tidak menyangka jika dirinya Telah di jual oleh kekasih nya sendiri


Dava yang bingung ia langsung membawa Si wanita ke rumah Bosnya karena tidak mungkin Dava mengantarkan si wanita ke kota Apa lagi jarak kota dan desa Luamyan jauh


" Ayo turun " ajak Dava


" tapi Diaman ini? " Tanya si wanita


" tenang saja ini ruang atasan saya " Ucap Dava yang di balas anggukan oleh Si wanita


Tok..tok..tok...


" Sebentar " ucap Meisya di dalam rumah


Ceklek..


Meisya terkejut Bukan melihat Dava tapi melihat wanita yang ada di belakang Dava " Selamat pagi Nyonya " Ucap Dava


" Pa..pagi Dava " jawab Meisya terkejut


" Siapa sayang? " tanya Adam yang menyusul Meisya ke depan rumah


" Bos " Dava menganggukkan kepalanya kepada Dava

__ADS_1


" Dava. Siapa wanita itu? " tanya Adam


" Eum.. apa bisa kita biacra di dalam saja Bos, Nyonya " ucap Dava


" Jangan Bilang kamu... "


" Biar saya jelaskan Bos "


Setelah Masuk Meisya membawa si wanita untuk berganti pakaian karena pakaiannya tidak layak pakai apa lagi di bagian Roknya sudah robek-robek


" Maaf ya kalian nya Agak ke besaran soalnya Pakaian saya semaunya pakaian ibu hamil semua hehehe " Ucap Meisya kepada si wanita


" tidak apa-apa Nyonya Terimakasih "


" siapa Nama mu Cantik? Dan kenapa kamu bisa bersama Dava? " tanya Meisya penasaran


wajah si wanita langsung murung ia benar-benar Masih trauma dengan apa yang ia lalui semalam " Jangan nangis, Kalo kamu tidak ingin cerita tidak apa-apa" Ucap Meisya yang memeluk si wanita


" Nama saya Diva Nyonya " ucap Diva yang masih menundukkan kepalanya " Kemarin saya di ajak kekasih saya untuk Menghadiri Pesta ulang tahun temannya di salah satu penginapan di sini,, Namun hiks... Dia malah menjebak saya dan menjual saya kepada temannya Hiks..." Wanita itu menangis tersedu-sedu


Kemarin Diva sangat Bahagia karena di ajak ke acara Ulangtahun teman Kekasihnya Bahkan Diva juga di kenalkan kepada para teman-teman sang kekasih Semuanya lancar tanpa ada gangguan Namun siapa sangka ketika ia bangun dari tidur nya ia malah tidak melihat kekasih nya melainkan Teman kekasihnya yang semalam berulang tahun. Sekuat tenaga Diva mencari celah untuk ia kabur sampai akhirnya ia bertemu dengan Dava yang sedang menikmati sarapan.


" tapi kamu belum di apa-apain kan oleh mereka? " tanya Meisya yang di balas gelengan oleh Diva


Meisya bernapas Lega " shukur lah kalo kamu belum di apa-apain oleh mereka " Meisya mengelus pundak Si wanita " Sekarang kamu di sini aman, Dava akan melindungi mu dari orang-orang jahat itu "


Diva menganggukkan kepalanya ia bersyukur bisa bertemu dengan Dava yang telah menolong nya dari Orang-orang jahat itu.


" sayang " panggil Adam di luar kamar


" Sebentar ya " Ucap meisya kepada Dava " Iyah Mas " Jawab Meisya sambil menghampiri sang suami


" Aku dan Dava akan pergi dulu untuk meninjau Lokasi, Kamu gak apa-apa kan kalo Mas tinggal? " Tanya Adam


" Iyan Mas. aku tidak apa-apa lagian Kan Ada Diva juga " Adam mengerutkan keningnya " Itu loh Perempuan yang di bawa Dava " ucap Meisya


" heum Yaudah Kalo begitu Mas pergi dulu ya keburu siang " Meisya menganggukkan kepalanya


Setalah kepergian Dava dan juga Sang suami, Meisya membawa Diva untuk Makan karena Meisya melihat Diva yang belum Makan


Setelah Makan Meisya bercerita-cerita Sama Diva, Diva pun menceritakan kisah hidupnya selama ini. Diva Wanita cantik anak yatim piatu yang di besarkan di salah satu panti Asuhan dan Saat ini Diva baru berusia 18tahun, Ia berpamitan kepada ibu panti untuk pergi melamar kerjaan Namun siapa sangka jika dirinya malah terkena musibah.


Diva wanita ramah dan juga ceria ia tidak pernah mengeluh dengan Apa yang telah terjadi kepada dirinya. Diva di simpan di tempat panti ketika dirinya berusia Delapan tahun oleh Saudara ibunya karena kedua orang tua Diva telah meninggal dunia.


" sudah jangan menangis lagi, Nanti kamu bisa kerja di tempat Saya " ucap Meisya yang tidak tega mendengar cerita dari Diva


Diva langsung menatap Meisya dengan mata yang berbinar " Nyonya. Benarkah itu? " tanya diva tidak percaya


" Iyah. nanti kamu bisa menjadi pengasuh Calon anak saya karena anak saya akan lahir sebulan lagi " Jawab Meisya sambil mengelus perutnya


" Terimakasih Nyonya, Terimakasih " Diva menangis haru ia benar-benar di pertemukan dengan orang-orang yang baik kali ini. Di balik kesusahan pasti akan ada hikmahnya.


" sudah jangan Begini, Nanti di sana ada paviliun untuk para Pegawai Termasuk Dava juga tinggal di sana jadi kamu tidak akan kesepian kalo sedang tidak ada kerjaan "


Sebenarnya Meisya tidak membutuhkan Diva namun Ia ingin mendekatkan Diva dengan Dava, Meisya sangat gereget sama Dava yang selalu bersikap dingin apa lagi wajahnya yang seperti kanebo kering. Meisya yakin jika Diva wanita baik-baik dan cocok untuk Dava yang dingin.


" Sudah kamu ini terus saja Bilang Terimakasih " ucap Meisya


Sedangkan Di dalam Mobil Dava dan Adam Baru saja beres meninjau lokasi yang akan ia bangun tempat Wisata " Kamu sudah urus semau surat-suratnya Dav? "


" sudah Bos, Kemarin ketikan Beliau Sudah setuju dengan harga yang kita tawarkan Saya langsung mengurus surat-suratnya " jawab dava


Adam menganggukkan kepalanya Ini yang Asam Suka dari Dava ia selalu gesit kalo mengerjakan pekerjaannya " lalu bagai mana dengan wanita itu? " tanya Adam


" Eum itu "


" apa? "


" Kalo di bolehkan Saya mau mengajak wanita itu untuk pulang ke kota Tuan Soalnya Tadi saya sudah janji akan mengantarkannya, Saya pikir rumah nya masih sekitar desa ini tapi ternyata Dia orang kota " Jawa Dava ragu-ragu ia takut Jika bosnya tidak akan mengijinkan dirinya membawa wanita itu.


Adam sedikit Berfikir " Terserah kau saja " Ucap Adam dingin


" Terimakasih Tuan Terimakasih " Jawab Dava

__ADS_1


" Heum.. " Adam memejamkan kedua matanya mungkin ia masih merasa ngantuk karena semalam dirinya hanya tidur beberapa jam saja


Adam juga tidak tau apa maksud Pesan yang di kirim oleh sang istri yang tiba-tiba saja ingin membawa Diva pulang kerumah mereka.


__ADS_2