Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
MAKAN MALAM


__ADS_3

Setelah mendapatkan ijin dari Bunda, Lili pun membantu Bunda di dapur ya walaupun bantu sedikit-sedikit tapi Lili senang karena Bunda Tidak banyak menegur nya bahkan Bunda mengajari Lili untuk memasak dengan benar


" Wah Bunda hebat sekali masak nya " puji Lili


" Kamu bisa saja " jawab Bunda malu-malu


Keseharian Bunda selain menjadi ibu rumah tangga Bunda juga mempunyai sampingan yaitu Membuat kue dan juga bermacam-macam kue basah untuk di masukan ke Toko-toko dari hasil penjualan kue nya Bunda bisa menyekolahkan Reno dan juga Putri bungsu nya.


" Bunda ini risoles beli di mana Enak banget " Kata Lili yang mencoba Risoles yang ada di meja


Bunda tersenyum " Itu buatan Bunda, biasanya Bunda Setiap pagi akan mengantarkan Risoles dan kue-kue yang lain nya ke setiap Toko " Jawab Bunda


Lili menganggukkan kepala nya " Oh, Enak banget Bunda "


" Kalo kamu suka nanti Bunda bawakan untuk kamu dan Keluarga lumayan kan buat cemilan "


" Wah Terimaksih Bunda, Mamah dan papah pasti seneng banget dapat Risoles enak ini "


" Kamu bisa saja, Sudah ayo masak lagi keburu Sore " Ajak Bunda


Akhirnya mereka pun melanjutkan acara masak memasaknya, Bunda memberitahu Lili jika Reno sangat suka sayur Asem ikan asin cumi pokonya Makanan yang berbatu-batu makanan sederhana pasti Reno sangat suka


" Ahem.. lagi ngomongin apa sih seru banget Ampe lupa jika ada kakak di sini " sindir Reno yang duduk di kursi meja makan


Bunda dan Lili saling pandang lalu tersenyum kecil " Kata Bunda Kak Reno masih ngompol pas Usia sepuluh tahun hihihi.. ih tidak menyangka jika pria tampan seperti Kak Reno masih ngompol di usia sepuluh tahun " Ledek Lili sambil bercanda


" Bunda! " rengek Reno


Tawa kedua wanita itu langsung terdengar di telinga Adik Reno " Bunda benar bahkan Aku juga pernah melihat kakak bangun pagi-pagi terus Langsung ganti seprai... " Ucapan Adik Reno terpotong karena Reno langsung membekap Mulut adik nya


" Jangan di dengar, Dia ini suka ngarang " Kata Reno


sedangkan Lili ia membulatkan kedua mata nya dengan sempurna " Kakak lepaskan adikmu " tegur Bunda


" Habis dia ngomong yang tidak-tidak bunda "


" Huh.. " akhirnya Reno melepaskan dekapannya


" Ih kakak! "

__ADS_1


Bunda Membuang napas nya pelan " Harap di maklum ya Nak, Adik kakak Itu memang seperti itu kata Tikus dan kucing ribut terus untung Bunda gak cepat Tua " Adu Bunda kepada Lili


" hehehe.. pasti Bunda sangat repot mengurus mereka "


" Mau bagai mana lagi, mereka adalah Harta yang paling berharga Untuk bunda tanpa mereka Mungkin saat ini Bunda tidak akan berdiri di sini di samping mu " lirih Bunda


Lili langsung memeluk Bunda Ia merasa iba kepada Bunda " Yang sabar ya Bunda "


" Iyah Nak " jawab Bunda tersenyum


" Aku juga mau di peluk " Rengek Adik Reno yang langsung mendekat ke arah Bunda dan juga Lili akhirnya mereka berempat berpelukan kaya Teletubbies


Setelah makanan siap di meja makan Mereka pun langsung duduk di kursi meja makan masing-masing dan menikmati Hidangan yang di masak oleh Bunda dan juga Lili


" Masakan Bunda emang paling the best " Puji Adik Reno


" Ini bukan masakan Bunda tapi Maskana Kak Lili " Ucap Bunda dengan santai nya


Senyum Reno langsung terbit ketika mendengar perkataan Bunda nya " Memang calon istri idaman " Puji Reno


" Dih.. Pede sekali Anda kak, memang nya Kak Lili mau menjadi Istri kakak " ledek Adik Reno


Reno membuang napas nya pelan lalu menatap Lili dengan lekat " Yank Mumpung di sini ada Bunda dan juga Adikku yang paling menyebalkan Apa kamu mau menjadi istri dan ibu dari Anak-anakku kelak? " tanya Reno


Lili menelan silvernya lalu melirik ke arah Bunda lalu ke arah Adik Reno, Lili tidak menyangka Jika Reno akan melamar dirinya di depan Bunda


Plak..


" Bunda " Lirih Reno mengusap lengannya karena Bunda menepuk lengan Reno


" Kalo mau lamar itu Yang serius bukan di depan meja makan gak Romantis sekali kamu Kak " Tegur Bunda


" Ya kan siapa tau Aja Lili mau menerima Kakak ya walaupun dengan cara Yang seperti ini " ucap Reno Menggaruk kepala yang tidak gatal


Lili tersenyum Melihat Reno yang salah Tingkah " Sudah ayo makan dulu pamali Makan sambil bicara "


Akhirnya mereka pun melanjutkan Acara makan Malam nya.


Jam sudah menunjukan jam delapan Malam Lili langsung berpamitan kepada Bunda untuk Pulang " Bunda Lili pulang dulu ya "

__ADS_1


" Iyah Nak. hati-hati ya. Kak Bawa mobil nya jangan ngebut-ngebut ya Jangan Samapi Calon mantu Bunda lecet dan satu lagi Antar calon mantu Bunda Samapi di rumah nya dengan Selamat awas saja jika Kamu macem-macem di jalan " tegur Bunda


" Siap Bunda " Ucap Reno


" Kalo begitu Lili pulang ya Bunda, Assalamualaikum.. "


" Wa'alaikumsalam.. "


Setelah kepergian Lili, Bunda dan Adik Reno masuk kedalam Rumah


" Bunda, Kak Lili sepertinya bukan orang biasa ya Bunda di lihat dari kulitnya saja bening banget Kak lili pasti orang yang berada " Kata Adik Reno


Bunda juga sempat berpikir seperti itu Tapi Bunda juga tidak ingin menanyakan hal seperti itu kepada Lili nanti di sangka Matre " Biar nanti Bunda tanyakan kepada Kakak mu " Jawab Bunda yang dapat Anggukan dari Adik Reno


Sedangkan Di dalam mobil Lili bisa bernapas lega karena Sudah bertemu dengan Bunda " Yank aku tidak menyangka jika Bunda Akan menyambut ku dengan hangat "


Reno tersenyum lalu mengambil Tangan Lili dan mencium punggung tangan Lili " Bunda itu memang baik, apa lagi selama ini Bunda selalu bawel kepadaku soal aku yang masih Belum mengenalkan calon Mantunya "


" Apa Bunda suka menjodoh-jodohkan kamu Yank? " tanya Lili penasaran


Reno Menggelengkan kepalanya " Walaupun Bunda sudah tidak sabar ingin punya menantu tapi Bunda Tidak ingin mengatur jika soal jodoh "


Lili mengangguk mengerti Bisa Lili lihat Jika Bunda emang bukan tipe ibu-ibu yang seperti di Novel yang selalu menjodoh-jodohkan Anak nya hanya karena ingin punya mantu


" bagus deh Kalo begitu "


" Bagus? " tanya Reno heran


" Iyah bagus, jadi tidak akan ada halangan dan rintangan untuk kita berdua hihihi "


Reno mengacak-acak rambut Lili " Kamu ini, walaupun ada aku akan tetap Memilih mu Yank karena kamu Wanita pertama yang Mengambil hati dan pikiran ku " Kata Reno serius


Wajah Lili berubah menjadi merah delima ia Benar-benar Terbang ke awang-awang ketika Mendengar Ucapan Reno " Terimakasih Yank "


" Tidak perlu Terimakasih justru Aku sangat bersyukur punya kekasih yang sabar dan juga pengertian seperti mu Yank "


" love you Yank "


" Love You To "

__ADS_1


__ADS_2