
Satu Minggu kemudian Hari ini adalah Hari Sabtu Reno akan mengajak Lili untuk berkemah Bersama karyawan kantor kebetulan di kantor sedang ada acara dan memperbolehkan membawa Anggota keluarga ataupun Pacar.
" Selamat pagi Tante, Om " sapa Reno kepada Bibi Vina dan juga Paman Ibram lalu mencium punggung tangan Kedua orang tua Lili
Bibi Vina langsung menoleh kearah suara lalu tersenyum " pagi juga Nak. " Jawab Bibi Vina
" katanya kamu akan mengajak Putri Om untuk pergi? " Tanya Paman Ibram yang sedang menanam Bunga
Semalam ketika sedang Makan malam Lili ijin kepada kedua orang tua nya untuk pergi Bersama Reno Kemping. Walaupun Bibi Vina merasa berat mengijinkan Lili pergi namun karena melihat Putrinya yang sangat antusias akhirnya Bibi Vina menginjakkan Lili untuk pergi.
" benar Om. Ini rencana kantor dan setiap karyawan bisa membawa pasangan masing-masing Karena saya masih sendiri Belum berkeluarga makanya Saya mengajak Lili sekalian memperkenalkan Lili kepada teman-teman saya " Ucap Reno
Paman Ibram mengangguk mengerti " Baiklah. Kalian hati-hati di sana dan jaga putri kesayangan Om "
Reno tersenyum " Baik Om. Aku pasti akan menjaga Lili dengan baik "
" Dan bagimana rencana mu? Apa kamu sudah Membuat rencana? " Tanya Paman Ibram
" Om doakan saja agar semuanya lancar " jawab Reno
Paman Ibram menganggukkan kepalanya kembali. paman Ibram yakin jika Reno sudah memiliki rencana.
" yank " panggil Lili menghampiri Reno. lili tidak melajang keberadaan Paman Ibram Karena Tubuh Paman Ibram Terhalang oleh Pot Bunga yang cukup besar.
Lili memeluk lengan Reno dengan posesif " Ahem.. " paman Ibram berdehem
Reno ia sudah mati kutu yang melihat sikap Lili kepada dirinya Apa lagi Paman Ibram memberikan tatapan yang membunuh kenapa dirinya
" Sayang jangan begini, Tidak enak di lihat Oleh Om Ibram " Tegur Reno sambil tersenyum semu karena ia takut oleh Paman Ibram
Lili mengerutkan kening nya " Mana ada Pa... " Lili menghentikan ucapannya ketika melihat Papah nya ada di sini " Eh Papah. Kirain Gak ada papah " Ucap Lili melepaskan Pelukannya dengan senyum kikuk
" Bagus ya. Baru juga kalian Papah ijinkan untuk pergi sudah Mencoba berbuat ulah " Tegur Paman Ibram yang sudah melipatkan kedua tangannya di dada
" Lili Hilap pah " Lili menggaruk kepala yang tidak gatal " Ah yank. Bukannya kita akan berangkat Sekarang juga? Klo begitu ayo kita pergi sebelum kita di tinggalkan oleh Teman-temanmu " ucap Lili yang langsung menarik Reno
__ADS_1
Setalah berpamitan Reno dan Lili langsung pergi ke perusahaan Reno karena mereka akan Menggunakan Bis bersama dengan karyawan yang lainnya
" Kamu sangat Nakal Yank. Bagai mana jika tadi Papah mu langsung tidak mengijinkan Kamu untuk ikut denganku "
" hahaha.. aku benar-benar tidak melihat keberadaan Papah Tadi " alih-alih merasa bersalah Lili malah Tertawa Terbahak-bahak melihat Kekasihnya yang terlihat panik
Reno membuang Napas nya Pelan " lain kali jangan di ulangi "
" Siap Bos "
Reno dan Lili sampai di Perusahaan Reno " Apa kita sudah telah? " Ucap Reno
" Tidak ko. Bis akan berangkat Sepuluh menit lagi " jawab Teman Reno
" hai. Apa kabar? " Sapa Lili kepada teman Reno yang Dulu pernah bertemu di kantin
" Kabar baik. Bagai mana dengan kabar mu? " tanya Balik " Wah siapa yang sangka Seorang Reno membawa kekasihnya " Pria itu terkekeh
" Kenapa, apa kau Iri? " kata Reno dengan alis yang naik sebelah
" Aku tidak iri, Aku malah senang. Pria dingin seperti mu bisa membawa seorang kekasih "
" Terimakasih sayang " Reno tersenyum lalu mengelus kepala Lili dengan lembut
Teman Reno langsung bergidik ngeri melihat temannya yang berubah menjadi Bucin " Sepertinya Aku harus pergi kalian lanjutkan saja " Ucapnya yang lebih memilih untuk pergi meninggalkan Reno dan juga Lili
" Sayang aku ke Toilet dulu ya pengen pipis " Ijin Lili
" Ke toilet yang ada di dalam Bis saja, jika ke Dalam perusahaan terlalu jauh Nanti kita malah tertinggal Rombongan " usul Reno yang di balas anggukan oleh Lili
Lili menaiki Bis yang akan membawa membawa dirinya ke salah satu puncak. Karena Malas sendiri Reno lebih memilih mencari tempat duduk di dalam bis Biar nanti Lili juga tidak turun lagi dari Bis.
" Hai Reno " Sapa seorang wanita Cantik berambut Pendek " Apa aku boleh duduk di sini? "
Reno menatap wanita itu tanpa berkedip Bahkan Reno mengerutkan alis nya.
__ADS_1
Karena tidak ada Jawaban dari Reno Wanita itu duduk di samping Reno dengan wajah Ceria " Terimakasih Reno " ucap nya senang
" Kenapa kamu duduk di sini? Pergi! " Usir Reno
" Loh bukannya kamu sudah Mengijinkan aku Buat duduk di sebelah mu "
" sapa Bilang, Aku tidak mengijinkan siapapun duduk di sampingku karena Akan di isi oleh kekasih ku " Ucap Reno Dengan nada Ketus
Wanita itu terdiam Ia pikir Reno terdiam karena sudah mengijinkan dirinya untuk Duduk di samping nya tapi ternyata " jadi wanita itu Ikut juga? "
Prok..prok.. Prok..
Lili yang baru keluar dari Toilet langsung bertepuk tangan ketika Melihat kekasih nya yang sedang mengusir Seorang wanita Bahkan di sana tidak hanya ada Mereka Yang lain juga sudah duduk di Kursi mereka masing-masing
" Bukannya kamu Adalah Mbak Resepsionis itu kan? Wah aku sampe Pangling melihat Perubahan mu, kamu semakin Cantik " puji Lili pura-pura
" Kenapa apa kamu takut tersaingi? " Tanya Si wanita
Lili Terkekeh kecil " hehehe.. Maaf tapi aku bukan Saingan mu, dan apa yang harus aku saingi? " Tanya Lili dengan mata yang menatap Tajam ke arah Wanita itu
Reno yang melihat keadaan nya sudah tidak kondusif langsung berdiri dan melerai kedua wanita itu " Sudah kamu pergi Dan biarkan kekasih ku duduk " Ucap Reno yang langsung membawa kekasih nya Duduk di kursi sebelah Reno
Wanita itu menghentakkan kaki nya lalu pergi mencari Kursi kosong walaupun begitu sangat terlihat jelas Wanita itu sangat kesal.
Lili dan Reno sudah duduk Reno memegangi tangan Sang kekasih " jangan marah-marah nanti Kamu semakin Cantik "
" Hm.. Kamu bisa saja " Lili menyadarkan Kepalanya di pundak Reno
Reno mengelus dan mengecup kening Sang kekasihnya.
Di perjalanan Lili dan Reno Tertidur setelah Mereka puas bermain Game untuk menghabiskan Waktu perjalanan Mereka.
Orang-orang yang Melihat ke bersamaan Reno dan Lili merasa Iri Apa lagi Mereka tidak menyangka Jika Reno Bisa sehangat dan Selembut itu kepada Kekasihnya
" Andai saja Aku tau Jika pak Reno itu Bisa sehangat itu Mungkin Aku akan mendekati nya dari dulu "
__ADS_1
" Kamu benar. gue jadi nyesel menyia-nyiakan Pria seperti Pak Reno "
Ucapan para karyawan perempuan membuat hati seseorang terluka dan semakin tidak terima Melihat pria pujaan nya telah Di ambil orang " Liat saja Nanti Aku akan mendapatkan hatinya kembali " Gunma Nya.