
Dua Minggu kemudian
Tiga Minggu lagi Adam dan meisya akan mengadakan pernikahan mewah, Adam sudah menyuruh sekertaris nya untuk segera menyiapkan pernikahan mewah untuk dirinya dan Meisya, Adam tidak ingin pernikahan nya itu di adakan sederhana karena ia ingin orang lain tau siapa istri dari Adam Susilo
Sedangkan Meisya hanya bisa pasrah dengan keinginan Adam karena perkataan Adam tidak akan bisa di bantah, apa lagi setelah mendengar alasan Adam yang menginginkan pernikahan mewah membuat Meisya menggelengkan kepala nya, Ada rasa bahagia karena Adam sangat mencintai dirinya dan selalu memuja nya di setiap waktu, seperti saat ini Adam terus memperhatikan Meisya yang sedang pemotretan
" Mas.." panggil Meisya yang baru selesai mengadakan pemotretan sambil berjalan ke arah Adam
Adam langsung memeluk Meisya dengan lembut " Aku tidak suka melihat mu memakai pakaian yang seperti ini, Mata laki_laki pasti akan melotot melihat penampilan mu, rasa nya aku ingin mengurung mu " keluh Adam, karena Saat ini Meisya sedang menggunakan Gaun pengantin yang menurut nya terlihat seksi
__ADS_1
" Maafkan aku mas, Aku juga awalnya ingin nolak namun tidak bisa karena sudah aku tandatangan kontrak " keluh Meisya membalas pelukan sang kekasih
Meisya saat ini sedang ada kontrak menjadi model gaun pengantin, Adam sebenarnya tidak suka melihat kekasih nya memamerkan tubuh nya walaupun yang terlihat hanya bahu nya saja, Namun ini adalah kontrak terakhir Meisya setelah ini meisya sudah resmi berhenti menjadi model
"Uh Tuan Adam romantis banget ya, aku jadi ingin di peluk " kata Karmila sambil mengelus lengan Aldo
Aldo yang merasa tangan nya di Elus ia langsung membuang tangan Karmila " Makanya cari pacar " ucap Aldo sambil melangkah pergi lalu di ikuti dengan Karmila meninggalkan Meisya dan juga Adam
Sedangkan Adam ia kembali duduk di kursi " Tuan, apa boleh saya duduk di sini " sapa seorang wanita
__ADS_1
Adam yang sedang memainkan handphone nya langsung menoleh ke arah suara " Hmm.." jawab Adam lalu ia fokus kembali ke handphone nya
Wanita itu langsung duduk dengan hati berbunga-bunga, ia menurunkan pakaian atasan nya sehingga belahan dada nya terlihat menonjol dan rok nya ia angkat agar paha putih nya terekspos " Apa tuan sedang menunggu meisya.?" tanya wanita itu, namun Adam tidak menjawab ia masih fokus dengan handphone nya
Karena tidak ada jawaban ia pun tidak putus asa untuk terus mengajak Adam berbicara " Hati_hati loh tuan, dia itu seorang janda " racau Sisil " Kemarin saja aku lihat dia sedang jalan dengan seorang laki-laki di mol " Tidak ada jawaban dari Adam namun ia mendengarkan ucapan Sisil
" Pokonya tuan hati_hati dengan nya, jangan sampai tuan di permainkan oleh nya, Tuan itu tampak gagah dan juga kaya masa ia tuan mau sama seorang janda gatel seperti nya " Kata Sisil dengan senyum sinis nya
Adam menatap Sisil dengan penuh arti, sedangkan Sisil mata nya berbinar karena di tatap oleh Adam, Tangan Adam langsung mencekik leher Sisil " Dengar ya jala*** jangan sekali-kali lagi kamu memfitnah calon istri saya, Saya tau semua nya tentang istri saya termasuk laki_laki yang kau sebut itu, Mukamu cantik tapi sayang kau seorang jal*** rendahan yang bermimpi ingin menjadi Dewi dengan cara menjatuhkan seorang bidadari " kata Adam dengan sinis " Satu lagi seperti nya kau sudah bosan bekerja di perusahaan ku sehingga dengan berani nya kau merendahkan Calon nyonya Adam " Adam melepaskan tangan nya di leher Sisil, lalu ia langsung menghampiri Meisya di ruang ganti
__ADS_1
Sisil langsung memegang leher nya karena ia sangat kesakitan