Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
HARI H


__ADS_3

Detik-detik hari bahagia mulai terasa Kanza dan yang lain mereka sudah berada di hotel karena Acara besok akan di gelar di salah satu Bintang lima milik Daddy, gedung yang sudah di dekor dengan sedemikian rupa terlihat sangat indah bahkan lebih indah dari bayangan mereka.


Di dalam kamar Kanza benar-benar gugup " Kanza, Ayolah di makan dulu " Kata Aulia yang duduk di meja makan


" Kalian saja dulu, aku belum lapar " Jawab Kanza kepada Aulia dan juga Amira


" Apa kamu sedang mengalami demam pernikahan? Hehehe.. Atau kamu takut gaun pengantin kamu tidak muat ya " Ledek Amira tersenyum


Kanza langsung melangkah dan duduk di meja makan " Sekarang kalian bisa menertawakan Aku, tapi nanti jika kalian berada di posisiku, Aku yakin kalian juga pasti tidak akan mood buat makan " Keluh Kanza


" Eh.. Eh.. Apa kamu sudah menyiapkan gaun untuk malam panjang kalian? " kata Aulia menggoda Kanza " Aku yakin jika kamu menggunakan gaun itu pasti Kak Fadil tidak akan melepaskan kamu Hahaha... Dan besoknya kamu pasti tidak akan bisa jalan gara-gara di terkam oleh Kak Fadil "


Kanza membulatkan kedua matanya. " Iih Auliaaa... " Kanza langsung menggelitik Aulia agar tidak berfikiran yang tidak-tidak apa lagi Samapi memikirkan malam panjang.


Tawa ke tiga wanita itu cukup renyah, Apa lagi Aulia yang tidak henti-hentinya menggoda Kanza tentang malam panjang mereka.


" Awas ya kalian, Akan aku balas nanti jika kalian menikah " Keluh Kanza yang langsung duduk dan meminum air putih miliknya


 " Jadi ceritanya mau balas dendam nih hahaha.. "


Ke tiga gadis itu tidak henti-hentinya mengobrol seolah-olah mereka seperti menghabiskan malam terakhir bersama Kanza sebelum Kanza benar-benar menjadi milik Fadil dan berstatus seorang istri.


Hari yang di tunggu telah tiba pagi-pagi sekali Kanza sudah di bangunkan oleh time MUA, Walaupun dengan keadaan Kanza yang masih mengantuk tidak menghalangi time MUA untuk merias wajah cantik Kanza.


Bagaimana tidak mengantuk semalam Kanza tidak bisa tidur dan bahkan Kanza baru bisa terlelap pukul tiga pagi dini hari itupun Kanza paksakan agar bisa tidur.


" Non, ini bibi buatkan susu hangat untuk Non " Kata Bibi yang memberikan segelas susu kepada Kanza

__ADS_1


" Terimakasih Bi " Kanza langsung mengambil gelas yang berisi susu dari bibi lalu ia segera meminumnya


Setelah meminum susu kedua mata Kanza lumayan segar, Kanza melihat pantulan wajahnya di balik cermin terlihat seorang wanita yang begitu Cantik nan terlihat anggun " Mbak, apa ini benar-benar wajahku? " Tanya Kanza yang merasa pangling dengan wajah cantiknya


" Tentu, ini adalah Non " Jawab si perias


" Kenapa terlihat sangat berbeda sekali. " gumam Kanza.


Mungkin karena Kanza yang tidak suka Makeup dan hari ini ia harus di tuntut untuk Makeup makanya ia merasa melihat orang lain di dirinya.


Wajah cantik yang alami membuat perias begitu takjub dengan kecantikan yang di miliki oleh Kanza.


Kanza menahan air matanya ia tidak ingin merusak riasan ketika ia teringat kepada kedua orang tua dan juga keluarganya, di Hari bahagia Ini tidak ada satupun anggota keluarga yang mendampingi dirinya dan bahkan Kanza juga tidak tau dimana Anggota keluarga dari Almarhum Ayah dan juga ibu nya berada saat ini.


Kesedihan yang tidak bisa di bendung membuat Kanza menitihkan air matanya " Maafkan Aku mbak " Kata Kanza yang langsung menghapus air matanya dengan tisu yang di berikan oleh perias


Kanza tersenyum " iyah Mbak " Jawab Kanza yang langsung menghentikan air mata nya.


Di kamar sebelah Fadil juga sudah berpenampilan rapih dengan Jas hitam dan kemeja putih dan di berikan dasi kupu-kupu tidak lupa rambut yang di sisir rapih seakan menambah ketampanan yang di miliki oleh Fadil.


" Selangkah lagi Kamu akan mejadi seorang suami " Ucap Daddy sambil menepuk pundak milik Fadil


Fadil tersenyum " Terimakasih Dad, karena Daddy sudah membesarkan Fadil sampai sebesar ini dan terimakasih karena Daddy banyak mengajarkan Fadil tentang arti kehidupan, Fadil tidak akan pernah lupa akan jasa Daddy sebagai orang tua Fadil " Kata Fadil yang langsung mendapatkan pelukan hangat dari Daddy nya


" Daddy bangga kepadamu, Jadilah suami yang menyayangi istri dan bawalah Istrimu ke jalan yang lebih baik lagi, jangan kamu coba-coba menyakiti istrimu ataupun mengkhianatinya karena itu sama saja kamu menyakiti dan juga mengkhianati Ibu mu " Nasehat Daddy " Tidak apa terlihat lemah di depan istrimu karena dialah yang akan memuliakan kamu dan menyayangi kamu di saat kamu susah maupun senang, di saat kamu muda ataupun tua nanti "


" iyah Daddy " Jawab Fadil paham akan nasihat yang di berikan oleh Daddy nya.

__ADS_1


" Waktunya sudah tiba, Mari kita keluar " Ajak Daddy


Fadil menghirup udara lalu ia hembuskan pelan agar tidak grogi " Mari Dad " .


Bohong jika Fadil tidak merasakan tegang ataupun grogi, Fadil juga manusia biasa walaupun dirinya sering menghadapi klien tapi tetap saja ia manusia biasa.


Daddy dan Fadil sudah berdiri di depan Altar mereka melihat Kanza yang sedang berjalan dengan di apit oleh kedua sahabatnya, Fadil tidak bergeming ia menitihkan air matanya ketika calon istrinya berjalan kearah nya.


Daddy yang melihat itu langsung mengulum senyum karena baru kali ini melihat putranya menangis sampai menitihkan air mata " Kalem Boy " Bisik Daddy


Kanza berhenti melangkah pas di depan Fadil, Fadil langsung mengulurkan tangan dan membawa Kanza ke sisinya.


Aulia dan Amira ikut bersedih haru melihat Kakak dan Sahabatnya telah menikah, Mereka langsung duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk anggota keluarga " Mom " Amira mengelus lengan Mommy


Mommy langsung menghapus air matanya lalu ia tersenyum " Mommy Baik-baik saja " Kata Mommy


Siapa yang tidak menangis haru ketika menyaksikan putra pertamanya telah menikah bahkan Mom merasa tidak menyangka jika Putra sulungnya akan menikah secepat ini.


Ibu lili memeluk lengan Ayah Reno " Mas apa ketika Aulia menikah nanti, kita juga akan merasakan hal yang sama seperti Kak Meisya? "


Ayah Reno tersenyum " Tentu saja, Apa lagi kita hanya memiliki seorang Putri pasti kita akan sedih ketika Melihat putri kita menikah dan akan di bawa oleh suaminya nanti " Jawab Ayah Reno


" Anak yang kita besarkan sedari kecil bahkan kita berikan putri kita dengan penuh kasih sayang, namun akhirnya ia akan menjadi milik pria lain dan kita akan kembali berdua lagi hehehe..."


Plak..


Ibu lili menepuk lengan sang suami, bukannya menghibur malah bikin Ibu Lili semakin sedih memikirkan Putrinya yang akan di bawa oleh suaminya nanti " Kalo begitu Aku tidak akan membiarkan putri kita menikah agar ia tetap menjadi milik kita " Ucap Ibu lili

__ADS_1


" Jangan jadi ibu yang egois "


__ADS_2