
Beginilah hari-hari Meisya setelah menikah, mengurus rumah, suami, dan sekarang Mengurus Anak, Walaupun begitu Meisya tidak pernah Mengeluh ia melakukannya dengan ikhlas bahkan Meisya sangat menikmati perannya Sebagai seorang istri dan juga seorang Ibu.
Seperti Saat ini Meisya sedang menjaga putranya yang sedang Bermain sambil Memasak makanan untuk sang suami karena siang ini Meisya ingin membawakan makan siang untuk sang suami " Sayang jangan mainnya yang tenang ya, ini Mom sebentar lagi selesai " ucap Meisya
Meisya lebih senang mengurus suami dan juga anaknya sendiri dengan begitu Meisya bisa dekat dengan putra dan semakin di Cintai oleh sang suami kecuali kalo Meisya sudah merasa kerepotan baru ia akan meminta Bantu Diva atau bibi.
" M..mo..m.." Fadil berjalan terpata-pata untuk sampai di dapur ia tidak jarang Fadil terjatuh namun ia tidak merasa Kapok terus saja seperti itu
Meisya yang melihat putranya sedang berjalan ke arah nya langsung Mendongakkan tubuhnya " kenapa Nak, Apa kamu sudah bosan main sendiri Hem " ucap Meisya mencium pipi gembul Fadil..lalu Meisya membawa Fadil untuk duduk di kursi khusus balita dan menaruh makanan di sana agar Fadil tenang
" duduk di sini Ya nak, Ini Mommy sudah mau selesai " Karena merasa Fadil sudah anteng Meisya melanjutkan kembali Aktifitas nya
" Halo ganteng, sedang makan apa? " tanya Diva yang baru datang dari taman Habis menyiram tanaman.
Diva sebenarnya merasa tidak enak karena Ia merasa tidak ada kerjaan di rumah ini bahannya Baby Fadil juga keseringannya bersama Meisya dari pada dirinya.
Balita itu seakan memberi tau jika ia sedang memakan Bihun goreng buatan Mommy nya " Wah Ganteng nya Mbak, lahap banget ya makannya. sini mau Mbak Bantu? " tanya Diva kepada Fadil
Balita itu hanya tersenyum dan menunjukan gigi putihnya " Biarkan saja Div, biar Fadil Mandiri bisa makan sendiri " ucap Meisya
" Iyah Nyonya " jawab Diva patuh
" Mending Kamu siap-siap gih, kita ke kantor suamiku. setelah kamu siap-siap nanti giliranku yang siap-siap " ucap Meisya
Diva mengangguk patuh " Baik Nyonya. Ganteng Mbak pergi Dulu ya, kamu baik-baik di sini yang anteng "
" Siap Mbak " jawab Meisya dengan meniru suara anak-anak
Sebenarnya Meisya sudah melarang Diva untuk memanggil nya dengan sebutan Nyonya karena Meisya merasa tidak nyaman dengan panggilan itu namun Diva tetap saja kekeuh memanggil Meisya dengan sebutan Nyonya karena menurut Diva sangat tidak sopan jika memanggil dengan sebutan lain apa lagi ia hanya sebagai pengasuh.
Meisya sudah memasukan Ayam goreng, Sambel goreng kentang, sambal, bihun goreng dan Capcay goreng Tidak lupa nasi Padas ke dalam Rantang bahkan Meisya sudah menyiapkan cemilan juga untuk sang putra agar nanti pas makan siang di kantor suaminya Fadil tidak rewel karena ada cemilan miliknya.
" Kamu sudah siap Div? " tanya Meisya ketika melajang Diva yang sudah siap
" Sudah nyonya " Jawab nya
" Kalo begitu tunggu ya, aku mandikan dulu Fadil nanti setelah itu aku titip sama kamu " kata Meisya
Diva tidak banyak protes karena ia sudah terbiasa melihat nyonyanya yang mengurus putra sulungnya itu, Bukan tidak mau tapi Diva sudah di kasih tau oleh Meisya kalo Meisya ingin mengurus anaknya sendiri kecuali kalo ia butuh bantuan.
Dengan telaten Meisya memandikan sang putra walaupun sang putra terus saja bermain air dan menciprat-cipratkan air ke arah nya " Sayang, Kamu bar-bar sekali seperti aunty mu " Kata Meisya sambil terkekeh
Merasa sudah bersih dan wangi Meisya langsung membawa anaknya ke dalam kamar dengan keadaan sesudah di lilit oleh Handuk kalo tidak begitu Fadil akan terus bermain air
" Kamu semakin aktif ya nak hehehe " Meisya memberikan Minyak angin dan taburan bedak ke tubuh Fadil lalu ia memakan pakaian yang sudah ia siapkan tadi " Anak mom sudah tampan, sekarang sama Mbak dulu ya, Mom mau mandi dulu "
Meisya memanggil Diva dan menitipkan Fadil kepada Diva. sambil menunggu Diva memberikan susu kepada Fadil karena tadi ia sempat merengek mungkin karena ia haus dan sudah lelah ingin istirahat.
Setalah siap Meisya langsung turun ke bawah dan melihat Putra nya yang sudah tertidur " Loh ko malah tidur " ucap Meisya
" Hehehe iya Nyonya mungkin sudah ngantuk " jawab diva sambil tersenyum
" Yasudah ayo berangkat, Nanti juga ia akan bangun kalo sudah sampai di perusahaan" ucap Meisya yang sudah membawa rantang dan diva menggendong Fadil karena tadi Fadil tidur di gendongan Diva.
Setelah perjalanan selama satu jam kurang akhirnya mereka sampai di Perusahaan sang suami, Benar saja setelah sampai Fadil langsung bangun matanya langsung segar
" Benarkan Kata ku, Fadil akan bangun jika sudah sampai di perusahaan hehehe " Meisya tersenyum dan langsung menggendong sang putra
Para karyawan cukup bangga kepada Meisya, mantan Model itu semakin cantik setelah melahirkan bahkan Meisya tidak malu untung menggendong Putranya, dengan satu tangan Hot Mommy benget.
" Selamat siang " sapa Meisya kepada Resepsionis
" Selamat siang juga Nyonya " jawab Mereka yang langsung mengangguk Sopan
__ADS_1
Di belakang Ada Diva yang membawa rantang Dan juga sttoler milik Fadil.
" Apa kamu kerepotan Mbak? " Tanya Meisya yang takut merepotkan Diva
" Tidak Nyonya " Jawab nya.
Sesampainya di depan ruangan Sang Suami, Meisya mengetuk pintu terlebih dahulu karena ia takut Jika sang suami sedang ada tamu
tok..tok..tok..
" Masuk "
Meisya masuk kedalam ruangan sang suami, Ia melihat Ada seorang wanita seksi yang sedang duduk di sopa bahkan Pakaian si wanita itu seperti bukan pakaian yang layak untuk di pakai
" Mom " Ucap Sang suami
" Maafkan aku Dad, aku pikir Daddy sedang tidak ada tamu " ucap Meisya sambil tersenyum ramah
" Ah, tidak apa-apa Mom, lagian ini bukan tamu spesial ko, dia teman Daddy ketika Daddy Masih di Negara K waktu itu, ayo mom aku perkenalkan " Ajak Adam kepada Meisya
Meisya tersenyum ramah lalu ia duduk di samping sang suami, Meisya bisa melihat jika wanita yang ada di hadapan nya ini merasa tidak nyaman dengan kedatangan dirinya " Kris, perkenalkan Ini Istri gue nama nya Meisya. sayang ini namanya Kristin Teman aku dulu " ucap Adam
Meisya mengulurkan tangannya dengan senyum yang manis namun Bukannya Mendapat balasan Uluran tangan, wanita yang bernama Kristin itu malah Memalingkan Wajahnya ke arah Lain.
" Turns out this is your wife Adam " Ucap Kristian
" Iya ini istri gue, cantik kan " puji Adam
" Just normal " jawab nya sinis " My beauty is everywhere from your wife "
" You don't need to use English, I also understand what you are talking about " Bukan Adam yang menjawab melainkan Meisya
Kristen pikir Meisya tidak mengerti dengan bahasa mereka, Karena Meisya terlihat biasa saja di mata nya bahkan terlihat seperti wanita yang tidak berpengetahuan luas.
" Kamu sudah berubah Bab, dulu kamu sangat baik dan juga ramah tapi sekarang " Kesal Wanita itu
Meisya merasa kesal kepada Wanita yang mengaku-ngaku teman suaminya ini " beda dulu beda sekarang sis, Dulu mungkin suamiku baik karena ia belum menikah namun sekarang beda lagi, sekarang teman lama mu ini sudah menikah dan bahkan memiliki seorang putra yang tampan " jawab Meisya dengan tenang
Diva yang sedang menggendong Fadil hanya mengulum senyum, ia tidak menyangka jika Nyonya nya bisa bersikap tegas.
" Cih.. kamu salah pilih istri Adam "
" Lalu menurut mu siapa yang pantas dengan suamiku? Situ? " tanya Meisya " Sebelum kamu semakin ke pedean Mending kamu ngaca dulu sis, lihat pakaian mu yang sangat tidak pantas " ledek Meisya
Adam terdiam ia membiarkan sang istri untuk melawan ulat bulu ini
" Dad "
" Iya Mom " jawab Adam
" siapa yang paling cantik aku atau dia? " tanya Meisya
Adam tersenyum ia yakin jika saat ini istrinya sedang cemburu " Sudah pasti kamu sayang, bahkan tubuhmu yang terbungkus begini saja terlihat sangat indah apa lagi jika sudah tidak terbalut sudah pasti aku akan langsung menggempur mu karena tidak tahan " jawab Adam sambil mengecup Bi*** Meisya
Meisya merasa puas dengan jawaban Sang suami " Terimakasih Dad, nanti malam Aku yang dia atas "
" Oke sayang " balas Adam
Kristin sudah mengepalkan tangannya ia merasa geram karena melihat kemesraan Adam dan juga Meisya " Sepertinya aku harus pamit Bab, Istrimu sangat kampungan " ledek nya yang langsung berdiri
" Walaupun kampungan tapi aku lah yang di pilih oleh suamiku " ucap Meisya sedikit meninggikan udara nya
Bruk..
__ADS_1
pintu Ruangan Adam di tutup dengan keras oleh Kristin
Meisya memalingkan wajah nya lalu ia langsung membuka Rantang yang ia bawa tadi " Dad, Ayo makan. aku sudah laper " ucap Meisya
" Suapi Mom " rengek Adam
" Makan sendiri " jawab Meisya yang sudah menaruh Nasi dan lauk pauk di piring milik sang suami " Div, ajak Dava untuk makan bersama. Biarkan Fadil duduk di kursi nya saja " ucap Meisya yang langsung mendapatkan anggukan oleh Diva
" Mom, jangan marah "
" Siapa yang marah "
" Aku juga tidak tau jika wanita itu datang ke sini, dia datang tanpa sepengetahuan aku " kata Adam jujur
" Sudah berapa lama dia di sini? "
" Tidak lama setelah Mom datang " jawab Nya
" Hem.. "
" Boy, bantuin Daddy membujuk Mommy agar tidak marah lagi Boy " Adunya kepada sang putra
Sedangkan Balita itu hanya menyengir sambil memakan makanan nya seolah ia sedang mengejek sang ayah
" Kamu tidak setia kawan Boy "
" Jangan bawa-bawa anak kita, sudah makan " ucap Meisya lagi
Diva mengetuk ruangan Dava, diva melihat calon suaminya sedang duduk dengan menatap Laptop
" Abang " panggil Diva
" Sayang, kamu di sini? " tanya Dava yang langsung berdiri dan menghampiri Diva lalu memeluk diva " Sudah lama? "
" Tidak, baru ko " jawab Diva yang mengurai pelukan Dava
" Kenapa tidak langsung ke sini? "
" Tadi ada drama di ruangan Tuan dan Nyonya, jadi aku harus jaga Baby Fadil Dulu " jawab Diva
Dava mengerutkan keningnya " Drama? " Diva mengangguk
" Ko aku gak tau "
" mungkin karena lagi sibuk di sini makanya Gak tau " Kata Diva " Sudah ayo, Nyonya mengajak kita makan bareng " ajak Diva
" Iyah Sayang "
Sebenarnya Dava paling malas Jika harus bertemu dengan atasannya jika situasi sedang tegang, karena Dava tau pasti ujung-ujungnya dirinya yang akan kena getah nya.
Dava dan Diva masuk kedalam ruangan Adam, di sana Meisya sudah menyiapkan empat piring dan Makanan yang sudah Siap untuk di santap
" Kalian sudah datang, ayo makan bersama nanti keburu dingin " ucap Meisya kepada Dava dan Diva
" Iyah Nyonya "
Dava melihat Jika wajah bos-nya sedang tidak baik-baik saja bahkan Dava bisa menebak Jika Bos nya sedang Bad mood.
Acara makan siang mereka berjalan lancar dengan ocehan Fadil yang khas anak bayi sedangkan yang dewasa mereka malah asik menikmati makanan mereka masing-masing.
Setelah makan siang usai, Adam menyuruh diva dan Dava membawa baby Fadil untuk di ajak main dengan patuh mereka membawa baby Fadil.
Di sinilah mereka berada sekarang di sebuah taman Di atas atap Perusahaan " Sepertinya Tuan Adam akan kena maslaah " ucap Diva
__ADS_1
" Biarkan saja, lagian salah sendiri ajak-ajak teman wanita ke perusahaan mana penampilan seperti itu " Gerutu Dava.