
Ha-na tidak terima dengan Kanza yang di kenalkan sebagai salah satu pewaris, Ha-na langsung mencari cara agar dirinya bisa menyingkirkan Kanza " Aku tidak terima dengan semua ini, selama ini Papi dan juga Mami yang sudah mengembangkan perusahaan milik Opa, Aku tidak terima jika jerih payah Papi dan juga Mami di ambil oleh wanita itu. aku harus cari cara agar bisa menyingkirkan dia " Gumam Ha-na yang mengepalkan kedua tangannya
Bagaimana mungkin Ha-na tidak marah, Ha-na melihat Berita yang isinya semua tentang Kanza " Pewaris tunggal telah kembali " Begitulah judul berita itu membuat Ha-na muak dan tidak terima
" Aku harus cari cara, Ah.. aku punya ide " Ha-na langsung keluar dari kamarnya lalu ia mencari orang kepercayaan Tuan Lee
" Dimana manusia robot itu? ". Tanya Ha-na kepada pelayan
" Beliau sedang berada di ruangannya Nona " Jawab Nya sambil menunduk
Tanpa basa basi lagi Ha-na langsung mencari keberadaan Pria itu. Ha-na Langsung masuk kedalam ruangan Tuan Asisten
" Ada apa? Kamu tiba-tiba masuk " Kata Nya
Ha-na yang sedang menggunakan Dress mini dengan bertali Spaghetti, Ia berjalan lalu duduk di atas meja " Halo tampan " Kata Ha-na dengan suara yang menggoda
Tuan Asisten hanya memandang rendah Ha-na " Untuk Apa kamu ke sini? " Tanya Tuan Asisten dengan tegas
Ha-na turun dari meja lalu memutari Tuan Asisten dan mencongkak kan kepalanya " Aku bisa memuaskan mu " Bisik Ha-na dengan suara yang menggoda
Bukannya tergoda Tuan Asisten malah mendorong Ha-na sampai Ha-na terjungkal ke belakang " Jika kamu ingin merayuku hanya karena kamu tidak mendapatkan harta, kamu salah orang karena Kamu memang tidak ada hak untuk mendapatkannya "
Ha-na mengepalkan kedua tangannya dengan sorot mata yang tajam " Siapa kau, berani bicara seperti itu kepadaku " Ucap Ha-na
Tuan Asisten memberikan Amplop berwarna Coklat kepada Ha-na " Baca itu dan renungi " Kata Tuan Asisten " Dan satu lagi jangan Pernah kamu macam-macam kepada Nona Muda jika tidak ingin aib mu ku bongkar " Ia langsung meninggalkan Ha-na di sana
Dengan wajah yang masih marsh Ha-na membuka Amplop coklat, Ha-na membulatkan kedua matanya ketika melihat berkas yang ada di dalam amplop coklat tersebut " Tidak, Tidak mungkin " Ha-na menggelengkan kepalanya ia tidak percaya dengan apa yang ia baca.
__ADS_1
Ha-na bukanlah Anak kandung dari Tuan muda, Ha-na hanya anak tiri yang tidak tau siapa ayah kandungnya, Karena ketika Tuan Muda menikahi Ibu Ha-na, Ibu Ha-na telah hamil oleh pria lain karena itu juga Ha-na tidak mendapatkan Harta ataupun saham dari Tuan Lee karena Tuan Lee sudah tau sedari awal jika Ha-na bukanlah Cucu kandung nya.
~ DI MOL
Kanza dan juga Fadil sedang jalan-jalan di pusat perbelanjaan di Korea, Kanza ingin membelikan oleh-oleh untuk mertua dan juga kedua sahabatnya tidak hanya mereka yang mendapatkan oleh-oleh tapi yang lain juga.
" Sayang, Kamu mau cari apa lagi? " Tanya Fadil
Kanza Melihat paper bag yang di bawa oleh para Bodyguard " Hehehe,.. sudah cukup Habby " Jawab Kanza tersenyum
Fadil langsung mengalungkan tangan di pundak Kanza lalu membawa Kanza untuk pulang.
Di dalam Mobil Kanza terus berprilaku manja kepada Fadil bahkan sangat manis, Kanza menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami lalu memeluk sang suami dengan erat " Dingin Habby "
" Nanti di rumah kita hangatkan ya " Bisik Fadil di telinga Kanza, Kanza dengan polosnya ia menganggukkan kepalanya membuat Fadil tersenyum lucu
Tidak butuh waktu lama akhirnya Mobil pun masuk ke dalam mansion " Tuan, Nona. Kita sudah sampai " Kata Supir
Mereka sampai di rumah sudah mulai malam sudah mulai gelap, Fadil menggendong Kanza untuk masuk kedalam rumah dan membawa nya ke dalam kamar sedangkan barang-barang yang di belinya tadi Fadil menyuruh para Bodyguard untuk membawanya ke dalam kamar.
" Habby, Kenapa aku enggak di turunkan " Keluh Kanza
Fadil membaringkan tubuh kanza di atas tempat tidur " Tadi katanya dingin dan minta di hangatkan " Bisik Fadil yang menggoda sang istri
Kanza langsung turun dari tempat tidur " Aku mau liat Kakek dulu " Ucap Kanza yang langsung pergi dari kamar
Fadil terkekeh Melihat sikap Istrinya yang terlihat lucu, " Sepertinya aku akan awet muda hehehe.. " Fadil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur
__ADS_1
Tok.. tok.. tok...
" Kek, Apa kanza boleh masuk? "
Ceklek
Tuan Asisten keluar dari kamar Tuan Lee " silakan Nona Muda, Tuan Lee ada di dalam " Kata Asisten
Kanza tersenyum lalu ia masuk kedalam kamar Tuan Lee, Kanza melihat Kakek nya yang sedang setengah duduk " Malam Kakek " Sapa Kanza yang berjalan mendekati Tuan Lee, lalu ia duduk di samping Tuan Lee " Apa Kakek sudah makan malam? "
Tuan Lee menganggukkan pelan lalu tersenyum " Maafkan Kanza ya Kek, Karena Kanza tidak makan malam bersama Kakek malam ini " Kanza mengelus jari-jari Tuan Lee dengan lembut " Besok Kanza sudah harus pulang ke Tanah air, Kakek tidak Apa-apa kan jika Kanza tinggal? "
Sebenarnya Kanza masih tidak bisa meninggalkan Tuan Lee di saat kondisi Tuan Lee seperti ini, apa lagi Ha-na dia tidak bisa di andalkan sama sekali, selama Kanza di sini Ha-na tidak pernah menjaga dan merawat Tuan Lee jangankan merawat menanyakan kabar kesehatan Tuan Lee juga tidak.
" Nona Muda, Nona Tenang saja jika ada yang terjadi kepada Tuan Lee pasti saya akan segera menghubungi Nona " Kata Tuan Asisten
" Janji ya, Harus kabarin aku soal keadaan Kakek " Kata Kanza " Kalo gak Bagaimana jika Kakek ikut bersama ku ke Indonesia jadi Aku bisa merawat kakek di sana "
Tuan Lee tersenyum sambil menitihkan air matanya, ia begitu bahagia karena memiliki Cucu yang begitu perhatian seperti Kanza.
" Kakek, Kakek kenapa nangis? " Kanza Langsung menghapus air mata Tuan Lee " Jangan nangis nanti aku semakin sedih dan semakin ingin membawa kakek ke tanah air "
Fadil Langsung mendekat kearah sang Istri lalu mengelus pundak sang istri " Sayang, Mungkin Tuan Lee begitu bahagia memiliki Cucu seperti mu makanya Tuan Lee menangis " Kata Fadil dengan lembut
" Benarkah? " Tanya Kanza kepada Kakek
Tuan Lee Langsung menganggukkan kepalanya " Kalo Kakek bahagia, Kakek harus terus tersenyum " Ucap Kanza
__ADS_1
" Ayok sayang, kita keluar biarkan Tuan Lee istirahat " Ajak Fadil
Setelah berpamitan kepada Tuan Lee, Kanza dan Fadil pun langsung pergi ke dalam kamar mereka.