Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
Senyum terpaksa


__ADS_3

Di dalam mobil Kanza merasa gugup dan bahkan Kanza merasa bingung harus berkata Apa ‘’ Apa kamu tidak merasa dingin menggunakan pakaian pendek? ‘’ Tanya Fadil yang membuka suara


Kanza menggelengkan kepalanya ‘’ Tidak, aku baik-baik saja ‘’ Jawab Kanza


Fadil menghentikan laju mobilnya lalu ia mengambil jas miliknya lalu menyelimuti tubuh amira dengan jas itu ‘’ Ac nya kurang bagus jadi kamu harus tertutup agar tidak terkena angin Ac ‘’ Kata Fadil


Kanza menelan air ludahnya, ini adalah pertama kalinya untuk Kanza sebelumnya ia belum pernah dekat dengan seorang pria ‘’ Duduk dengan santai saja jangan gugup seperti itu ‘’ Kata Fadil tersenyum lalu melanjutkan lagi mengemudi ‘’ Tolong nyalakan lokasi ke arah rumah mu ‘’ Ucap Fadil


‘’ Iya baik ‘’ Kanza langsung menuliskan alamat rumahnya


Tidak butuh waktu lama Mobil Pun berhenti di depan sebuah kosan yang bertingkat tiga ‘’ Terima Kasih Mas, karena sudah mengantarkan aku ‘’ Kata Kanza


‘’ Iyah, sama-sama ‘’ Jawab Fadil lalu ia memberikan handphone miliknya kepada Kanza


‘’ Apa? ‘’


‘’ Simpan no mu di dalam Handphone, kita ini sudah menjadi  pasangan jadi tidak elok kan jika kita tidak bertukar no ‘’ Kata Fadil


‘’ Oh ‘’ Kanza langsung menyimpan no miliknya ‘’ Sudah Mas, kalo begitu Aku masuk dulu ‘’ kata Kanza yang langsung di balas anggukan oleh Fadil


‘’ Selamat malam ‘’


‘’ Eum.. ‘’ Kanza langsung turun   dari mobil dan langsung masuk kedalam kosan miliknya


Fadil yang melihat Kanza sudah masuk kedalam kamar ia pun langsung membawa Mobilnya ke Apartemen miliknya


Tidak butuh waktu lama Untuk Fadil sampai di Apartemen ia langsung membersihkan diri lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur ‘’ Apa yang sudah ku lakukan, Aku menerima wanita itu tanpa berpikir panjang bahkan tidak ada penolakan, Apa Aku benar-benar menyukainya? Atau... ‘’ Fadil menggelengkan kepalanya lalu ia memejamkan kedua matanya.


Di kosan Kanza sudah mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur lalu ia memeriksa Handphone miliknya


‘’ Pak Rendy ‘’ Gumam Kanza


Pak Rendi : Besok malam aku tunggu di Restoran xx jam 7 malam. Kamu harus memenuhi janjimu kepadaku.


Kanza membuang napasnya pelan lalu ia menaruh Handphone miliknya, Kanza baru ingat jika dirinya memiliki janji dengan Pak Rendi ‘’ Apa aku harus bilang kepada Tuan, eh Mas Fadil soal ini? ‘’ Gumam Kanza bingung lalu tiba-tiba saja Kanza tersenyum ‘’ Apa ini serius jika Aku benar-benar menjadi calon Istrinya ‘’


Ini berasa mimpi untuk Kanza bahkan Kanza saja tidak pernah berpacaran sebelumnya namun kini Kanza malah menjadi calon istri orang.


Karena lelah berfikir akhirnya Kanza pun tertidur dan mungkin karena sudah malam juga makanya kanza sudah mengantuk.

__ADS_1


~ PAGI HARI


Kanza bangun dari tidurnya perama yang ia cari adalah Handphone miliknya dan melihat apa ada pesan masuk atau tidak. Kedua bola mata Kanza langsung melotot ketika melihat pesan siapa yang masuk


0821xxxxxx : Morning.. bagaimana tidurmu, Apa Nyenyak


0821xxxxxx: Ini Aku calon suamimu, di save ya karena mulai hari ini No ku yang akan membunyikan Notifikasi di Handphone mu


‘’ Astaga ‘’ Kanza hampir saja melemparkan Handphone miliknya karena terkejut ‘’ Apa yang harus aku jawab ‘’ Gumam Kanza bingung


Kanza : Pagi juga Mas, baiklah aku akan simpan No Mas


Kanza menyimpan no milik Fadil dengan di beri nama Mas Fadil ‘’ Ini sudah cukup ‘’ Kata Kanza tersenyum tipis


Mas Fadil : Jangan lupa sarapan ya


Kanza senyum-senyum sendiri melihat pesan yang di kirim oleh Fadil ‘’ Huh.. jantung kenapa kamu berdebar dengan tiba-tiba seperti ini ‘’ Gumam Kanza yang memegangi jantungnya


Kanza : Iyah Mas, Mas juga jangan lupa sarapan ya


Kanza : Aku mau bersiap dulu untuk berangkat kerja. Bay Mas


Di Apartemen Fadil mengerutkan keningnya ‘’ Kerja? Bukannya dia kerja di Apartemen  milikku dan itu pun sore ‘’ Gumam Fadil bingung. Sepertinya Fadil benar-benar lupa jika dirinya pernah bertemu di Kafe bersama Kanza dan bahkan mengotori jas miliknya.


Tidak ingin kehabisan Akal Fadil langsung menelepon adiknya namun sang adik malah susah untuk di telpon mungkin karena Amira yang masih tidur.


Karena Amira tidak kunjung mengangkat telepon miliknya Fadil pun tidak ke habisan cara ia langsung mengambil jaket dan kunci mobil Miliknya lalu ia membawa Mobil miliknya dengan kecepatan sedang.


‘’ Apa yang ku lakukan sekarang aku malah penasaran dengan wanita itu ‘’ Gumam Fadil yang mengeratkan pegangan kemudinya.


Tidak butuh waktu lama Fadil sudah memarkirkan mobil miliknya di depan Kosan Kanza membuat kanza melongo karena Ada Fadil


‘’ Mas.. ‘’


‘’ Bukannya kamu mau berangkat kerja ‘’ Kata Fadil


‘’ Iyah Mas, tapi Mas mau apa ke sini? ‘’ Tanya Kanza heran


‘’ Aku akan mengantarkan kamu ke tempat kerja ‘’ Jawab Fadil ‘’ Ayok Masuk ‘’

__ADS_1


Dengan wajah yang bingung Kanza masuk kedalam mobil Fadil lalu duduk dengan tenang ‘’ Di mana tempat kerja kamu? ‘’


Tanya Fadil. Kanza pun langsung menunjukan dimana tempat kerja miliknya.


Fadil yang sudah paham ia langsung membawa Mobil  miliknya ke Kafe yang dekat kantor miliknya ‘’ Kamu bekerja di sini? ‘’ Tanya Fadil yang di balas anggukan oleh Kanza


‘’ Apa mas lupa, jika dulu kita pernah bertemu di Kafe ini dan bahkan aku tidak sengaja menubruk mas sehingga Kopi milik Mas Tumpah ‘’ Jelas Kanza sambil tersenyum


Fadil mengerutkan keningnya ‘’ Ah ia aku ingat, pantas saja ketika kamu bekerja di tempatku aku merasa tidak asing dengan wajah mu ternyata itu kamu ‘’


‘’ Maaf ya mas ‘’


‘’ Tidak Apa-apa lagian semua itu sudah berlalu ‘’ Kata Fadil tersenyum


‘’ Mas tidak marah? ‘’ Tanya Kanza


‘’ Untuk Apa marah lagian kejadiannya sudah lama ‘’ Jawab Fadil ‘’ Tapi waktu itu Mood ku langsung buruk karena masih pagi tapi sudah tersiram oleh kopi hehehe.. ‘’


‘’ Maafkan Aku ya Mas, habis waktu itu aku buru-buru ‘’ Kanza menundukkan kepalanya karena ia benar-benar merasa bersalah kepada Fadil


‘’ Hei.. ko malah murung, sudah aku tidak Apa-apa lagian itu semua sudah berlalu ‘’ Kata Fadil ‘’ sekarang semangat buat bekerja nanti pulangnya akan aku jemput ‘’ Kata Fadil


Kanza menaikan kepalanya agar bisa melihat Fadil ‘’ Mas, sebenarnya nanti malam Aku ada janji dengan atasanku untuk makan malam bersama ‘’


Fadil mengerutkan keningnya ‘’ Benarkah, yasudah kalo begitu hati-hati nanti kabarin saja jika sudah usai ‘’ Kata Fadil


‘’ Mas tidak marah? ‘’ Tanya Kanza dengan penuh selidik


" Bagaimana mungkin Mas Fadil marah secara dia saja belum tentu memiliki perasaan kepadaku " Gumam Hati Kanza


Fadil tersenyum ‘’ Untuk Apa aku marah, lagian aku tidak ingin menjadi pria yang Posesif ‘’ Balas Fadil dengan senyum yang terpaksa


‘’ Baiklah kalo begitu, Aku turun dulu ya ‘’ Kata Kanza yang langsung turun dari mobil dan melambaikan tangannya kepada Fadil


Setelah melihat Kanza masuk kedalam Kafe Fadil langsung berwajah masam ia gelisah ia takut jika kanza akan bertemu dengan pria ‘’ Aku harus selidiki siapa atasannya Kanza yang sudah mengajaknya makan malam ‘’ Gumam Fadil


Ternyata Fadil hanya so call di depan Kanza ia tidak ingin terlihat pria yang suka posesif kepada Kanza apa lagi hubungan mereka baru saja di mulai.


" Aku tidak ingin kecolongan " Gumam Fadil yang langsung membawa Mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2