
Di sinilah Reno dan Lili berada di taman Hias milik Bunda yang selama ini Menjadi tempat untuk berkumpul
" Sayang " Reno mengambil tangan Lili " Jangan dengarkan ucapan Tante ajeng ya jangan salah paham "
Lili melirik Reno dengan tatapan sendu, Baru juga lili merasakan Kebahagian Karena Mendapatkan kekasih dan juga Bunda yang sangat baik dan pengertian kepada dirinya, Eh sekarang Hati nya malah harus patah karena ucapan Tante Ajeng.
" Kak, Jika emang kakak sudah di jodohkan oleh Bunda Aku ikhlas ko asalkan Kakak bahagia dengan wanita itu " Lili tersenyum simpul " Aku tidak ingin Kakak menjadi anak durhaka karena Tidak mengikuti ucapan Bunda "
" Tidak sayang, Sampai kapanpun kamu adalah calon istriku Calon ibu dari anak-anakku, Tidak ada wanita lain Jika bunda tidak merestui kita maka Aku akan memperjuangkan kamu Samapi kapanpun " Ucap Reno
Ada hari bahagia mendengar ucapan Reno tapi Lili tidak ingin Jika Reno Harus menjadi anak durhaka
" Kamu jangan punya pikiran yang aneh-aneh Dulu yank, Kita harus tanyakan kepada Bunda langsung jangan mendengar perkataan di sebelah pihak " Ucap Reno " Kita tunggu bunda ya, kita lurus kan semua nya "
Bagai mana tidak sakit hati, Lili merasa Sakit hati karena Ucapan Tante Ajeng yang bilang Akan menjodohkan putrinya dengan Reno
Lili mengangguk Patuh ia juga tidak ingin hanya mendengarkan di sebelah pihak, Lili juga harus memperjelas semua nya agar tidak ada yang seperti ini lagi.
Bunda dagang ke rumah, bunda melihat ada Teman masa sekolah nya " Assalamualaikum.. Mamah Mita " Ucap Bunda memeluk Tante Ajeng dan mencium pipi kiri dan kana
" Wa'alaikumsalam... Bund " Jawab nya
Bunda menaruh tas di sopa lalu duduk di samping Tante ajeng " Sudah lama di sini? Maaf tadi habis dari supermarket " Ucap Bunda merasa tidak enak
" Iyan tidak apa-apa, Tadi juga Aku samapi Ngobrol dengan Reno "
" Reno? Sekarang dimana Reno nya? " Bunda menari keberadaan Reno
Tante ajeng memalingkan wajah nya ke arah lain " Kamu ini Gini sih Bund, kata nya mau menjodohkan Anak-anak kita tapi kenapa Nak Reno malah Sudah memiliki kekasih "
__ADS_1
" Apa Mamah Mita sudah bertemu dengan kekasih nya Reno ? "
" Iyan tadi dia di sini dan memberikan aku minum, Aku gak mau ya Bund rencana kita untuk menjodohkan anak-anak kita gagal karena ada gadis lain "
Bunda membuang napas Pelan " Maafkan Aku Mamah Mita, Tapi perasaan Aku tidak pernah menjanjikan apa-apa kepada Mamah Mita, dulu Aku hanya bilang, Biarkan anak-anak kita saling kenal Jika mereka saling menyukai baru kita jodohkan tapi Jika salah satu di antar mereka tidak mencintai maka Maaf Aku tidak bisa memaksa Putraku Karena Aku tidak ingin Mengekang Putraku apa lagi Soal hati " Ucap Bunda Hati-hati, Bunda tidak ingin ucapan nya menyakiti orang lain
" Kamu ini, Kenapa tidak konsisten sih Tau gitu Aku tidak akan jauh-jauh datang ke sini hanya karena ingin Bertemu dengan anak mu itu, Ini pasti karena wanita itu yang sudah merebut Reno dari putriku "
" Sabar dulu Mam, Ini bukan salah siapa-siapa di sini Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada anak-anak apa lagi soal Pendamping, Biarkan mereka milih hidupnya sendiri tanpa harus ada paksaan dari kita " Ucap Bunda " Setiap orang tua pasti ingin anak-anaknya Hidup bersama orang yang mereka cintai dan Membina rumah tangga dengan bahagia "
" Sudahlah! " Tante Ajeng berdiri " Aku kecewa dengan mu Dan jangan harap aku akan menemui mu lagi Cukup Samapi di sini pertemanan kita, Dan bilang kepada Putra mu jangan so kegantengan Putrimu seorang Dokter Dia bisa memilih pria yang mana saja yang dia inginkan " Tante Ajeng menghentakkan kaki nya lalu pergi Dari rumah Bunda
Bunda yang melihat Kepergian Tante Ajeng Hanya mengelus dada " Astaghfirullah.. " Ucap Bunda Menggelengkan kepalanya
Karena tidak ingin Terlalu di pikirkan Bunda langsung Mencari keberadaan Reno dan juga Lili, Bunda harus menjelaskan kepada Lili, Bunda yakin jika saat ini Calon menantunya itu sedang salah paham
" Kakak " Panggil Bunda
Bunda langsung ke belakang Untuk menghampiri Reno dan juga Lili " kalian di sini? "
" Iyan Bund " Jawab nya. Lili langsung mencium Punggung Tangan Bunda
" Bunda sudah Pulang "
Bunda tersenyum lalu duduk di kursi yang kosong " Duduk lah, Bunda akan jelaskan tentang ke datangan Tante Ajeng yang mendadak datang ke rumah kita, Bunda tidak ingin ada yang salah paham di sini " Ucap Bunda
" Iyan Bunda Harus jelaskan, Kakak tidak ingin Lili salah paham kepada Kakak " jawab Reno
" Iyah, Jadi... " Bunda menceritakan kepada Reno dan Lili semua nya tidak ada yang bunda Sembunyikan, Bunda Benar-benar Menceritakan semuanya " Jadi begitu Ceritanya " Ucap Bunda
__ADS_1
" kamu dengarkan sayang " Ucap Reno
Lili mengangguk " Maaf, Maaf karena aku sudah salah paham " Lirih Lili
" Tidak apa-apa Salah paham yang penting jangan Samapi Kalian ribut karena hal yang belum jelas Adanya " Nasehat Bunda
" Iyah bunda "
~ DI RUMAH ADAM
Meisya sedang menyandarkan tubuhnya di atas Tempat tidur dengan membaca Novel " Sayang kamu kenapa? " Tanya Adam Heran karena melihat Istrinya yang terisak
" Mas, Kenapa nama mas pasaran sekali, Aku sudah baca Novel berkali-kali tapi kenapa Nama Mas di pakai di salah satu Novel milik Little squid di sana Ada nama Mas hikss... "
Adam Mengerutkan keningnya " Lalu Apa urusan nya Jiak Nama Mas pasaran, Justru Mas harus bangga dong Karena Nama Mas bisa di kamar kan di Novel " Jawab Nya dengan enteng
" ih. Mas gak Ngerti banget sih " keluh Meisya Yang masih terisak
" Aku emang tidak mengerti sayang, lagian buat apa kamu tangis Itu kan hanya sebuah Nama. Dari pada Kamu nangis mending Mas Pijitin Mau? " Tawar Adam dari pada dirinya harus pusing memikirkan soal nama dirinya yang pasaran
" Mas serius mau Pijitin Aku? " Tanya Meisya dengan mata yang berbinar
" Iyan sayang " Jawab Adam yang langsung memijit Kaki Meisya dengan pelan
Meisya menghapus air mata nya lalu tersenyum " Terimakasih Mas "
" Apapun untukmu sayang, Yang penting kamu jangan nangis lagi kaya tadi "
" Iyah Mas " Meisya langsung keenakan ketika Kakinya di pijit oleh Adam Namun semua itu tidak gratis, Sudah pasti akan ada bayaran yang setimpal yang akan di dapat oleh Adam
__ADS_1
Setelah Beberapa menit Akhirnya Adam bisa melakukan aksinya, Adam dengan lihainya Membawa sang istri ke atas awang-awang Bahkan Meisya tidak bisa menolak karena ia sangat candu dengan Sentuhan suaminya ini.