
Pagi hari nya Meisya sudah siap untuk berangkat ke perusahaan ia sudah berdandan rapih, karena hari ini ada pelatihan untuk menjadi model, untung saja hari ini tidak ada pemotretan jadi Meisya bisa bernapas lega
Ting
Meisya membuka handphone nya ketika ada pesan masuk
Adam. : turun lah ke bawah aku sudah menunggu mu
Setelah membuka handphone, Meisya langsung ke jendela, ia melihat Adam melambaikan tangan nya, Meisya pun membalas lambaian tangan itu " ngapain kak Adam kesini pagi_pagi " gumam Meisya
Meisya. : Iyah kak, aku sekarang turun
Meisya pun segera keluar tidak lupa ia mengunakan parfum, karena tadi ia belum sempat memakainya, Meisya turun dengan tergesa_gesa " Kak.." kata Meisya ketika ia sudah berada di bawah
" Jangan lari kaya gitu, kalo jatuh bagai mana?" ucap Adam sambil berjalan ke arah Meisya
" He he ia maaf kak, oh iya kakak ngapain ke sini.?" tanya Meisya polos
" Menurut mu " balas Adam sambil mendekatkan ke wajah nya ke wajah Meisya
Wajah Meisya langsung memerah " A..aku tidak tau kak " jawab Meisya sambil memalingkan wajah nya
__ADS_1
Adam tersenyum melihat perubahan wajah Meisya " Ayo " Ajak Adam sambil menuntun Meisya agar masuk kedalam mobil
"Eh.." Dengan pasrah Meisya pun mengikuti Adam dan masuk kedalam mobil
Di dalam mobil Adam masih fokus menyetir sedangkan Meisya ia merasa grogi karena perubahan sikap Adam kepadanya " Apa kamu sudah sarapan.?" tanya Adam memecahkan lamunan Meisya
Meisya menggelengkan kepalanya" Belum kak "
" Kalo gitu kita sarapan dulu baru ke perusahaan" Meisya hanya bisa mengangguk pasrah
Tak lama kemudian Meisya dan Adam sudah sampai di tukang bubur pinggir jalan, tadinya Adam ingin mengajak Meisya untuk sarapan di kafe atau dimana gitu tapi Meisya menolak nya ia malah mengajak Adam untuk makan bubur di pinggir jalan yang letak nya dekat dengan perkantoran
" Iyah " Meisya pun langsung memesan dua mangkuk bubur kepada mas penjual nya
Sambil menunggu, meisya ngobrol ringan dengan Adam, obrolan mereka terhenti karena ada sosok laki-laki yang menghampiri mereka
" Sayang " panggil nya
Meisya langsung melirik ke arah suara, lalu membuang napas berat nya
" Sayang siapa dia.? dan kenapa kamu tidak pulang ke rumah apa karena laki_laki ini.?" tanya Diego, ya laki_laki itu adalah Diego, semenjak kepergian Meisya Diego selalu sarapan dan makan di luar rumah
__ADS_1
" siapa dia.?" tanya Adam kepada Meisya
" Dia adalah laki-laki pengecut, yang egois dan ingin menang sendiri " jawab Meisya sebal
Adam pun menganggukkan kepala nya tanda mengerti, sebenarnya Adam sudah tau siapa laii_laki yang ada di hadapan nya namun ia pura_pura saja
" Sayang, mari kita pulang, aku sangat merindukan mu " ucap Diego sambil meraih tangan Meisya, namun sebelum Diego mengambil tangan nya, Meisya langsung menepis nya
" Dengar ya, aku sudah tidak mau pulang ke rumah itu, dan satu lagi aku sudah mendaftar kan perceraian kita ke pengadilan jadi tunggu lah panggilan dari pengadilan " kata Meisya sedikit ketus
" Apa maksud mu, aku tidak pernah mau cerai dari mu, kamu hanya milikku " bentak Diego
" Hei bung, jangan kasar kepada perempuan " ucap Adam dengan sorot mata tajam nya
" Siapa Lo? apa karena Lo istri gue menggugat cerai gue hah!!"
Orang-orang yang ada di sana mulai berbisik-bisik memandang pertengkaran mereka
Meisya yang sudah tidak tahan lagi langsung bersuara " Apaan sih kamu mas, bukan karena kak Adam aku menggugat cerai kamu, seharusnya kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan, jangan egois ingat di rumah mu ada perempuan dan seorang anak yang harus kamu bahagiakan, dan lupaka aku " ucap tegas Meisya, ia langsung mengajak Adam untuk pergi dari sana
Diego yang masih berdiri di sana, sudah mengepalkan tangan nya, wajah nya sudah berubah menjadi merah karena menahan marah " Awas kamu Meisya, aku akan mendapatkan mu kembali "
__ADS_1