
" Kenapa bisa Aplikasi yang kita buat bisa di tiru oleh perusahaan lain? " Tanya Fadil yang sedang mengadakan rapat dadakan dengan ketiga sahabatnya.
Semalam Liong mengirimkan Email kepada Fadil jika Aplikasi yang akan di rilis minggu depan tiba-tiba saja ada yang Rilis namun bukan perusahaan Fadil yang rilis melainkan Perusahaan lain.
" Kamu tenang saja Boss, walaupun mereka meniru Aplikasi kita tapi kan Aplikasi kita belum sepenuhnya sempurna jadi kita bisa menuntut Perusahaan itu untuk menarik aplikasi kembali "
" Benar itu Boss, kita bisa tuntut perusahaan itu karena sudah meniru aplikasi milik kita, Aplikasi mereka pasti belum sempurna dan bahkan bisa di bilang masih cacat "
Fadil melipatkan kedua tangannya di dada dengan Kaki yang ia silahkan, Jangan di tanya bagaimana wajah Fadil saat ini " Bukan soal Aplikasi nya karena mereka hanya menduplikat yang belum sempurna. Tugas kalian saat ini adalah cari orang dalam yang sudah berani membocorkan Aplikasi itu, setelah kita mengetahui siapa dalang dari semua ini dan satu lagi undur pertemuan kita dengan Tuan Feng karena tidak mungkin kita Mendemokan aplikasi yang jelas-jelas sudah di duplikat " Kata Fadil
" Lalu bagiamana dengan usaha kita yang sia-sia " Keluh Lixi yang tidak terima dengan semua ini.
Fadil tersenyum " Kita Pakai Rencana B " Jawab Fadil
Lixi, Liong dan juga Marlo ikut tersenyum ketika Boss mereka tersenyum, Mereka yakin jika Boss nya itu selalu memiliki Rencana cadangan.
Fadil sangat percaya kepada Lixi, liong Dan Marlo karena mereka bersahabat sudah lama dari mereka bangku kuliah sampai sekarang, selain mereka Fadil tidak pernah mempercayai orang lain.
" Wah Boss kita memang ngerii " Kata Marlo
" Kau benar, Tadi aku hampir putus asa ketika hasil kerja keras kita harus di curi oleh perusahaan lain tapi sekarang " Lixi cukup bangga kepada Fadil.
" Rapat selesai, Jangan hubungi Aku Sampai aku pulang dari bulan madu, setelah itu baru kita selesaikan pekerjaan kita " Kata Fadil yang langsung berdiri dari duduk nya.
" Siap Boss tenang saja kami tidak akan menggangu Boss karena kami juga sudah tidak sabar ingin segera memiliki Ponakan yang lucu " Seru Lixi
Fadil tersenyum lalu ia pergi meninggalkan ketiga sahabatnya untuk menyusul sang Istri yang saat ini sedang bersama kedua orang tuanya.
Fadil langsung ke Lons ia melihat Istrinya yang sedang duduk di tengah-tengah keluarga nya " Sayang " Panggil Fadil yang langsung duduk di samping sang Istri
" Eh Mas, sudah beres " Kata Kanza
" Hm... "
" Anak ini ya, di saat seperti ini saja kamu masih memikirkan pekerjaan dari pada istrimu sendiri " Keluh Daddy yang tidak habis pikir kepada Putra nya ini
Fadil melirik sang Istri " Apa Anggota keluarga ku telah menggoda mu sayang? " Tanya Fadil kepada Kanza. Kanza langsung menggelengkan kepalaku cepat " Tapi aku tidak yakin dengan jawaban mu, Apa pagi aku cukup tau bagaimana keluarga yang selalu bisa menggoda orang " Lanjut Fadil yang mengelus pipi Kanza
" Anak ini benar-benar" Mommy duduk di sofa Lalu ia melihat Putra nya " Kalian Akan pergi bulan madu kemana? " Tanya Mommy
" Rahasia " Jawab Fadil " Baiklah, sebelum acaranya di mulai Aku dan Istriku akan balik dulu ke kamar " Kata Fadil yang langsung membawa Kanza ke dalam kamar Hotel
Daddy dan juga Mommy hanya bisa menggelengkan kepalanya " Anak itu selalu bersikap dingin kepada orang lain, tapi jika ke Istrinya dia sangat lembut " Kata Mommy heran
" Itulah Pria sejati " Balas Daddy
Mommy hanya bisa membuang napas pelan, memang benar juga, Pria sejati tidak akan tebar pesona kepada sembarang orang apa lagi sama wanita ganjen.
Di dalam kamar Kanza sedang di rias oleh MUA untuk acara nanti malam, Gaun yang berwarna putih dan juga indah membuat Kanza terlihat sangat cantik apa lagi dengan Mahkota kecil di kepala kanza, Kanza benar-benar seperti ratu.
Fadil yang melihat Istrinya dari pantulan kaca hanya bisa bernapas kasar bisa-bisanya Mommy nya menyiapkan Gaun yang terlalu terbuka, Bagiamana mana tidak gaun yang di pakai oleh Kanza memiliki belahan di belakang nya sampai pinggang belum lagi di bagian depannya juga berbentuk V membuat. fadil benar-benar tidak rela melon milik istrinya di lihat oleh orang lain
" Lepaskan Gaun itu " Kata Fadil
Kanza dan MUA langsung saling pandang " Kenapa Mas, gaun ini kurang cantik ya? " Tanya Kanza
" Bukan Gaun nya yang kurang cantik tapi aku tidak rela orang lain melihat tubuhmu " Kata Fadil " Tunggulah, Sekertaris aku sebentar lagi akan membawa gaun penggantinya " Kata Fadil
Kanza tersenyum " Baiklah " jawab Kanza yang menurut saja kepada suaminya, Sebenarnya Kanza juga memang kurang nyaman dengan Gaun yang di pesankan oleh Mommy mertuanya ini, terlalu terbuka.
Setelah menunggu hampir tiga puluh menit akhirnya Sekertaris Fadil datang dengan membawa Gaun pengganti untuk Kanza.
Kanza terlihat Cantik menggunakan Gaun yang di pesankan oleh Fadil ya, sederhana tapi masih terlihat Elegan.
" Bagaimana Mas? " Tanya Kanza yang memutarkan tubuhnya
" Cantik " Balas Fadil tersenyum.
__ADS_1
Fadil tidak henti-hentinya menatap sang Istri yang begitu cantik menggunakan gaun yang ia pesan " Istriku Sanga cantik membuat aku enggan untuk keluar Dari sini " Ucap Fadil
" Jangan ngadi-ngadi Mas "
Fadil terkekeh lalu ia langsung membawa sang Istri ke tempat acara karena Acara akan segera di mulai.
Fadil dan Kanza berjalan kearah tengah-tengah para tamu, Mommy, Daddy dan yang lain cukup Takjub yang Melihat Kanza dan Fadil yang cukup serasi.
Kanza yang menggunakan Gaun putih yang panjang nya selutut dengan mahkota kecil di kepalanya cukup cantik seperti Ratu apa lagi Kanza menggunakan Kalung berlian yang di berikan oleh Mommy.
Sedangkan Fadil ia menggunakan setelan jas yang senada dengan sang Istri, Rambut yang ia sisir ke belakang menambah kesan tampan seorang Fadil.
" Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya " Ucap Daddy yang membenarkan Jas miliknya
" Dia juga Putraku. " Kata Mommy
" Iyah Anak kita " Balas Daddy
Fadil dan juga Kanza langsung berjalan ke setiap Meja untuk menyapa para tamu undangan,.
Amira yang sedang duduk sendiri karena Aulia sedang ke Toilet " Hai "
" Kak Marlo " Ucap Amira tersenyum
" Cisss " Kata Marlo yang menyentuh gelas Amira dengan gelas miliknya
Amira tersenyum lalu ia meminum minuman yang ada di gelas nya " Mereka cukup serasi ya, Aku masih tidak menyangka jika Sahabat ku kini telah menjadi Kakak Ipar hehehe.. "
" jodoh siap yang tau. "
Amira menganggukkan kepalanya " Kakak benar, Padahal sebelum nya mereka belum pernah bertemu "
Marlo mengerutkan keningnya lalu ia tersenyum " Mungkin di dunia nyata mereka baru bertemu sebentar namun asal kamu tau, di Game online mereka itu sudah menjadi sepasang suami istri dari satu tahun yang lalu " Kata Marlo yang sudah tau bagaimana pendekatan Kanza dan juga Fadil secara Marlo juga adalah salah satu pemain game tersebut.
" Benarkah? " Tanya Amira tidak menyangka
" Dunia menang sempit " Ucap Amira terkekeh " Kalo begitu, Apa aku akan mendapatkan Jodoh jika Aku juga bermain game seperti Kanza hihihi.. "
Raut wajah marlo langsung mendung " Kenapa kamu harus mencarinya di Game, Bukannya mencari yang sudah ada " Ucap Marlo
Amira meminum minumannya " Di dunia nyata??? Mana ada. Aku tidak memiliki teman pria jika di dunia nyata " Kata Amira jujur
" Amira "
" Hm.. Kak. " jawab Amira yang menoleh Kearah Marlo
Marlo mengepalkan kedua tangannya agar di berikan keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya " Aku suka sama kamu " Ucap Marlo
Uhuk...
Amira langsung terbatuk-batuk ketika mendengar ucapan Marlo lalu ia tertawa" Hahahah... Kakak jangan becanda deh, Apa karena Aku bilang jika aku sedang sendiri makanya Kakak bilang seperti itu " Amira menggelengkan kepalanya
" Aku serius Amira, Jika aku suka sama kamu, terserah kamu mau bilang apa kepadaku yang jelas Aku menyukai mu sudah sedari lama, hanya saja Aku baru berani mendekati mu sekarang ini " Kata Marlo yang berhasil membungkam mulut Amira
" Kak, sepertinya kita sudah banyak minum membuat Kakak mabuk " Kata Amira yang hendak meninggalkan Marlo namun Marlo langsung menahan tangan Amira
" Kamu pikirkan baik-baik jika aku benar-benar tulus menyukaimu dan bahkan aku menyukaimu sudah sedari dulu " Kata Marlo dengan tatapan yang serius
Amira menelan air ludahnya lalu ia menatap kedua bola mata Marlo yang terlihat serius lalu Amira mengedipkan mata nya " Kak, Kepala aku pusing sepertinya aku ingin kembali ke kamar saja " Kata Amira yang langsung meninggalkan Marlo di sana padahal Amira tidak benar-benar mabuk ia masih sadar dan Amira juga baru minum satu gelas.
Marlo menatap punggung Amira yang semakin jauh " Tuan Marlo "
Marlo langsung menoleh kerah Suara " Iyah "
" Besok siang Anda di tunggu oleh Tuan kami di perusahaan " Ucap nya
" Baik " Jawab Marlo dengan tegas.
__ADS_1
Kanza dan Fadil berdansa di tengah-tengah para undangan " Love you sayang " Bisik fadil
" Love you to, habby " Balas Kanza
Fadil sangat suka dengan panggilan baru dari Kanza " Aku suka dengan panggilan mu sayang "
Kanza tersenyum malu ia langsung membenamkan wajahnya ke dada bidang sang suami.
Fadil mengelus rambut Kanza dengan lembut ia tau jika saat ini istrinya tengah malu.
Cium... Cium... Cium....
Seru Aulia dan juga yang lainnya namun Fadil langsung menolak permintaan Para tamu dan juga Adiknya " Maaf, saya tidak bisa mencium istri saya "
Para tamu undangan langsung hening kebingungan " Kenapa Kak? " Tanya Aulia
" Karena Aku tidak ingin Istriku terlihat murahan jika di cium di depan umum " Balas Fadil yang langsung mendapatkan Dua jempol dari Aulia
" Putraku memang Laki! " Ucap Daddy yang bangga kepada Putranya.
Mommy Sangat bangga dengan Putranya yang mau menjaga marwah istrinya " Mom sangat Bangga kepada putra kita, dia benar-benar berubah setelah bertemu dengan Kanza.
Mommy memeluk daddy " Kenapa Istriku malah menangis " Daddy menghapus air mata sang istri dengan Jempolnya.
Sedangkan Di kamar Amira sedang tidak fokus bahkan Amira membawa satu botol minuman untuk ia nikmati di dalam kamar.
" Kenapa wajahku panas sekali " Gumam Amira yang mengipas-ngipas wajah nya dengan tangan " Apa aku jatuh cinta kepada Kak Marlo? " gumam Amira yang langsung meminum minumannya.
Daddy tidak Pernah melarang untuk anak-anak meminum minuman alkohol, selama mereka minumnya di rumah dan selama mereka tidak minum berlebihan bagi Daddy itu tidak jadi masalah, toh minuman juga bagus untuk kesehatan Jantung, mencegah kanker dan juga meningkatkan kadar kolesterol dengan baik.
Sedangkan di sisi lain, Aulia dan juga Lixi mereka sedang duduk bersama di sebuah meja yang berada di pojok, mereka memilih agak pojok karena tidak ingin di ketahui oleh kedua orang tua Aulia.
" Kenapa kita duduk di sini? " Tanya Lixi
" Karena tempat ini juga dari kedua orang tua ku hehehe.. " Balas Aulia terkekeh
" Memang nya kenapa jika kita ketahuan oleh orang tua mu? Apa mereka tidak akan suka denganku? " Tanya Lixi
" Bukan begitu, hanya saja Ibu dan Ayah aku itu sedikit Bawel, Aku enggan jika terus menerus mendengar Omelan mereka " Keluh Aulia
Lixi menatap wajah Aulia dengan lekat " Apa kamu serius denganku? " Tanya Lixi tiba-tiba
Aulia tersenyum " Apa sih ko tiba-tiba ngomong begitu "
" Karena aku tidak ingin membuang waktuku untuk wanita yang tidak pernah serius dengan ku, Jujur saja jika Aku saat ini sedang ingin serius dengan seorang wanita bahkan Aku sudah lelah jika hanya untuk bermain-main saja " Kata Lixi " Jika aku ingin main-main aku tidak akan memilih kamu menjadi wanita ku karena Aku tau apa resiko Aku jika sampai aku melukai mu " Lanjut Lixi
Tidak mudah untuk masuk kedalam keluarga Aulia, Apa lagi Aulia memiliki Paman yang cukup berkuasa, jika Lixi main-main dengan Aulia apa lagi Sampai menyakitinya itu sama saja ia bunuh diri dan menyerahkan hidupnya kepada Paman Aulia.
Aulia terdiam ia menelan air ludah nya " Kakak tenang saja, Aku juga serius ko sama Kakak, namun untuk saat ini aku belum bisa mengenalkan Kakak kepada kedua orang tuaku " Ucap Aulia
" Lalu kapan? "
" Kasih Aku waktu ya Kak, Lagian kita juga baru jadian beberapa hari " Lirih Aulia
Bukan tanpa Alasan Aulia belum mengenalkan Lixi kepada kedua orang tuanya hanya saja hubungannya masih bisa di bilang masih dini, Aulia tidak ingin ketika ia sudah mengenalkan Lixi kepada kedua orangtuanya tiba-tiba saja mereka putus di tengah jalan, Aulia hanya butuh waktu untuk itu.
" Baiklah, Jika menurut mu itu baik Aku akan tunggu waktunya " Balas Lixi yang mengusap rambut Aulia
" Terimakasih ya, atas pengertiannya "
" Sama-sama Sayang " Balas Lixi
" kita ke sana yuk sepertinya Kak Fadil dan juga Kanza akan melakukan Dansa " Ajak Aulia
" Mari " Balas Lixi
Aulia dan juga Lixi mereka berjalan dengan beriringan namun tidak saling pegangan tangan karena takut ada yang melihat nya.
__ADS_1
Benar saja Aulia melihat Fadil dan juga Kanza yang sedang berdansa, mereka berdansa begitu indah membuat Aulia iri " Eh, sebenar ko aku gak lihat Amira ya " Gumam Aulia yang mencari keberadaan Amira " Mungkin sedang bersama Kak Marlo " Batinnya.