
Hari semakin sore dan Fadil pun belom juga menjemput Kanza dari rumah ibu mertuanya, Andai saja jika tadi Kanza tidak berjanji kepada suaminya untuk menunggu mungkin Kanza sudah pulang saat ini juga. Kanza sudah muak dengan sikap Rina yang semakin jadi membuat Kanza tidak betah berada di rumah Ibu mertuanya.
" Mom, Mom lagi masak apa? " Tanya Kanza yang mencium aroma masakan dari Dapur
" Eh Sayang, Ini Mom lagi buat gulai kepala Kakap " Jawab Mommy
" Wah enak itu Mom " Seru Kanza yang sudah tidak sabar ingin mencicipi gulai ikan kakap buatan Mommy
" Ck.. Gitu kalo orang kampung pasti baru pertama kan makan makanan enak " Sindir Rina yang sedang membuat acar
Kanza sudah mulai mengepalkan kedua tangannya, Iya benar-benar sudah muak dengan kelakuan Rina yang semakin jadi dan semakin merendahkan dirinya apalagi tadi ia sempat menyindir soal kehamilan Kanza.
" Ya karena aku orang kampung makanya aku merasa bahagia sekali ketika ibu mertuaku membuatkan aku makanan spesial " Balas Kanza yang bergelayut manja di lengan Mommy " Iya Kan Mom, kalo Mommy butakan ini untuk aku? " Tanya Kanza kepada Mommy
" Iyah sayang, Bukannya tadi kamu yang menginginkannya makanya Mom tadi langsung menyuruh diri untuk mencari kepala ikan kakap "
" Mom bagi perhatian sekali kepadaku " Kanza semakin manja kepada Mommy membuat Rina memberikan tatapan tidak suka kepadanya.
" Aku pulang "
" Habby " Ucap Kanza yang menghentikan langkahnya ketika ia ingin menghampiri sang suami karena keduluan oleh Rina
" Kak Fadil " Rina langsung bergelayut manja di lengan Fadil, iya soalnya tidak melihat keberadaan Kanza " Kak Fadil pasti lelah ya? biar aku ambilkan air minum ya " Rina langsung mencari kelas dan mengisinya dengan air putih namun Fadil malah berjalan kearah Istrinya karena
" Sayang, bagaimana hari ini Apa kamu senang bermain di rumah Mommy? " banyak Fadil sambil mengelus rambut Kanza dengan lembut
" Kamu itu ngomong Apa sih, sudah pastilah Kanza senang bermain di sini memangnya di sana yang hanya ada kesunyian " Ledek Mommy sambil terkekeh
" Kak Ini air minum nya " Rina memberikan segelas air putih kepada Fadil Namun bukan alih-alih diambil Fadil malah membuang nya ke wastafel " Kakak! " Keluh Rina
" Aku tidak pernah meminta kamu untuk melayaniku jadi jangan pernah kamu coba-coba untuk mengambil posisi Istriku " ucapan dengan tatapan tajam kepada Rina " dan satu lagi jangan kamu pikir aku tidak tahu apa yang kamu lakukan kepada istriku, mungkin istriku tidak akan mengadukannya tapi tanpa istriku ngomong aku sudah tahu apa yang kamu lakukan pada istriku "
" Apa maksud ucapan mu Fadil? " Tanya Mommy kepada Fadil
" Kak, Kenapa Kakak sekarang jahat sekali kepadaku padahal dulu Kakak nggak pernah seperti ini? Apa karena wanita ini yang membuat Kakak menjadi seperti ini kepadaku? " Keluh Rina
__ADS_1
Prang...
Fadil membanting Panci milik Mommy ke samping Rina dengan Kasar " Apa kau tidak memiliki urat malu? dan apa kau pikir dengan kau bilang jika anak yang sedang di kandung oleh Istriku itu Bukan anakku, terus aku akan percaya kepadamu?! " Bentak Fadil yang sudah menahan emosinya Sudah dari tadi
" Habby " Lirih Kanza yang takut melihat suaminya
" Benar yang di katakan oleh Fadil, Rina? " sekarang giliran Mommy yang bertanya kepada Rina
Rina langsung menggelengkan kepalanya lalu ia meraih kedua tangan Mommy " Tidak tante, Itu semua tidak benar aku tidak pernah mengucapkan itu kepada Kanza. pastikan saya sudah mengadukan yang tidak-tidak tentangku kepadaku adil " Rina langsung memasang wajah yang menyedihkan seolah-olah dirinyalah yang teraniaya
" Iyah, Aku percaya kepada ponakanku tidak mungkin ponakanku bisa sepicik itu, pasti ini adalah akal-akalan wanita kampung ini. Ayo cepat kamu ngaku kamu jangan menjadikan kita sebagai kambing hitam dong " Sesak Tante Sari kepada Kanza
Kanza mengerutkan keningnya Lalu tersenyum sini " jika aku yang melakukannya Apa manfaatnya untukku dan apa keuntungannya untukku? dan jika aku hanya ingin mengambil simpati suamiku dan juga ibu mertuaku apa aku harus dengan cara sepicik itu? " Kanza bicara dengan tubuh yang gemetar iya benar-benar menahan emosinya sekuat tenaga agar tidak meledak apalagi saat ini dirinya sedang hamil
" sayang "
Kanza langsung memberi kode kepada suaminya agar suaminya diam " apa Kamu pikir aku tidak tahu jika kamu dan Tante mu itu hanya menginginkan harta milik suami dan juga mertuaku? Kalian salah jika kalian menilai ku " Ucap Kanza " Tolong panggilkan Hao datang ke sini, dan suruh Hao membawa berkas yang aku minta " Suruh Kanza kepada pelayan
" Baik Nona "
Fadil langsung melindungi tubuh istrinya karena tante Sari hendak saja mendorong Kanza ke depan " Jangan pernah anda sentuh istri saya, berani Anda menyentuh istri saya maka anda akan berhadapan dengan saya!! " Ucap Fadil dengan tegas
" Ni..ni.. Ni... Lihat Meisya Putra kesayangan Kamu ini sudah diracun oleh wanita kampung itu, andai saja dulu kamu tidak menikahkan ya dengan si wanita Kamu mungkin saat ini putramu tidak akan tercemar otaknya " adu Tante Sari kepada Mommy
" Memang ada apa dengan otak Putra saya? di sini harus dibenarkan otaknya itu adalah kalian, seharusnya otak kalian itu dicuci pakai rinso sekalian biar bersih dan tidak berpikiran negatif terus kepada orang lain " ucap Mommy ya ikut geram dengan saudara iparnya itu
" Kalian!! "
Untung Daddy tidak ada Coba kalo Daddy Ada mungkin tanpa ba Bi bu lagi Daddy akan langsung mengusir hama seperti mereka.
" Nona muda, ini berkas yang ada minta " Hao memberikan amplop berwarna coklat kepada Kanza
Kanza tersenyum " saya kasih kesempatan kepada kalian, Kalian mau berkata jujur atau aku bongkar semua rahasia kalian? " Tanya Kanza
Fadil melirik istrinya itu karena ia benar-benar tidak mengetahui Apa rencana istrinya saat ini apalagi di balik amplop yang sedang dipegang oleh Kanza.
__ADS_1
" Mungkin kalian berdua bisa membohongi keluarga suamiku dan bisa dengan mudahnya membayar orang untuk membalikkan nama surat-surat yang penting tapi kalian terlalu bodoh karena kalian memilih orang yang hanya menilai semuanya itu dari uang Hehehe.. " Ucap Kanza tersenyum " Mom, mungkin lebih baik Mom yang buka amplopnya " Kanza langsung memberikan amplop coklat kepada Mommy
Mommy dengan senang hati mengambil Amplop yang di berikan oleh Kanza " Oke Mom Buka ya, Mom sudah tidak sabar ingin tau apa isi amplop ini " Mom langsung membuka Isi Amplop yang di berikan oleh Kanza lalu Mom tersenyum getir ketika melihat isi yang ada di dalam amplop tersebut " Kalian benar-benar licik " Ucap Mommy kepada Tante Sari dan juta Rina
" Apa Maksud mu? " Tante Sari tidak terima dengan perkataan Mommy
" Baca "
Mommy lemparkan selembaran kertas yang sudah di duplikat atau dipalsukan oleh tante Risa Tetang hak kepemilikan Toko Bunga milik Mommy, yang awalnya atas nama Meisya kini telah berganti nama dengan Sari. tidak hanya itu di sana juga ada beberapa foto tante Sari yang sedang tertawa puas bersama pengacara bayarannya dan ternyata pengacara itu adalah suami siri Rina yang selama ini Tante Sari dan juga Rina sembunyikan karena mereka ingin menjebak Fadil untuk menikah dengan Rina dan menguasai harta keluarga Fadi.
Kalo soal Toko Bunga, Dulu Mommy pernah mempercayakan toko bunga itu kepada Tante Sari karena menurut Mommy, Tanya Sari orang yang baik dan bisa di andalkan, namun siapa sangka jika orang yang kita andalkan ternyata menusuk kita dari belakang.
" TI..dak.. Ini bohong ini palsu " Ucap Tante Sari yang tidak ingin mengakui kesalahannya
" Ini semua gara-gara Tante andai saja tante enggak ceroboh mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini " Kesal Rina
" Apa kau bilang ini kesalahanku!!! "
Plak...
satu tamparan mendarat di pipi cantik Rina " kau yang bodoh, dikasih tugas untuk merayu saja kau tidak bisa hal apa yang kau bisa hah?!! Bikin anak sama pria gila itu? " bentak Tante Sari " Andai saja kau bisa diandalkan mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini dan andai saja kau pintar dalam merayu laki-laki mungkin kau tidak akan terjebak dengan pria gila itu "
" Cukup!!! Jika kalian ingin bertengkar keluar dari sini " Usir Fadil " Hao sered mereka berdua dari rumahku aku tidak suruh di rumahku diinjak oleh wanita gila seperti mereka " Perintah Fadil kepada Hao
" Baik Tuan " Jawab Hao
Fadil langsung menggendong sang istri karena Fadil tidak ingin istrinya terluka atau terpeleset di dapur apalagi tadi ya telah membandingkan banci yang berisi air.
setelah kepergian Fadel dan juga Kanza. Mommy memberikan tatapan dingin kepada Tante Sari dan juga Rina " Akan aku bawa ini semua kemeja hijau Jadi nikmatilah sisa angin segar kalian " Setelah mengucapkan seperti itu Mom pergi meninggalkan Tante surya dan juga Rina di dapur.
Di dalam Kamar Fadil langsung mengeringkan kaki sang istri yang terkena air tadi " Maafkan aku ya sayang karena aku sudah membuat kakimu basah "
Kanza tersenyum " Tidak apa-apa Habby, lagian itu hanya air dingin kok bukan air panas " Kanza mengelus rambut sang suami dengan lembut " yang di lap itu kakinya Habby, bukan paha nya "
Kanza tau betul Bagaimana sifat suaminya ini, apa lagi jika sudah memberikan tatapan yang menggoda sudah pasti ujung-ujungnya menjurus kearah yang lain.
__ADS_1