Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
Seblak membawa berkah


__ADS_3

Ce kokom sangat senang bisa di undang ke rumah Lili, ia sangat terkagum_kagum melihat kemewahan isi rumah nya " Neng ini seblak nya sudah jadi " kata ce kokom, awalnya ce kokom bingung bagai mana cara menghidupkan kompor namun dengan di bantu koki rumah akhirnya ce kokom bisa membuat seblak


" Wah ce harum sekali " puji meisya " Iya kan Mas " Meisya melirik ke arah Adam yang ikut duduk di meja makan


" Makanan aneh begitu apa enak nya " ledek Adam


" Kakak.."


" Mas.. "


" Ih si Aden mah, ini itu makanan khas kampung Cece, Banyak yang nge dadak jadi juragan seblak di sana, karena memang seblak sangat nikmat, Apa lagi kalo yang makan nya lagi galau yang tadinya galau bisa langsung sumringah da lada ha ha ha.."


Tawa lili dan meisya pecah ketika mendengar ucapan ce kokom " Sudah ah aku capek ketawa terus mendengar ucapan ce kokom, nanti seblak nya keburu tidak enak " seru meisya


" Ia nih " Jawab lili, mereka pun langsung menikmati seblak buatan ce kokom, bukan hanya Meisya dan lili saja yang makan melain kan para pelayan dan koki juga ikut makan kecuali Adam karen menurut ia seblak adalah makan yang paling aneh


" Apa Makanan ini senikmat itu sehingga kamu melupakan aku yang berada di samping mu .?" tanya Adam yang sedari tadi di cuekkan oleh Meisya


" Ini itu sangat nikmat mas, apa lagi nih tulang nya beh tidak ada tandingan nya " Jawab meisya " Iya kan Li "

__ADS_1


" Benar banget "


" Kalian aneh sekali, Ayam di kulkas sangat Banyak bahkan aku beli impor tapi kalian malah lebih suka makan tulang, Kalian seperti kucing "


Seketika wajah Meisya dan yang lain langsung melongo mendengar ocehan Adam, Meisya mengambil satu sendok seblak " buka mulut mas " dengan patuh Adam pun membuka mulut nya


Hap ..


Satu sendok seblak mendarat di mulut Adam " Kunyah mas " suruh Meisya Adam pun mengunyah nya " Bagai mana enak kan.?" tanya meisya


" tidak buruk ". Batin adam " Mau lagi " pinta Adam setelah habis di dalam mulut nya


" Neng lili " panggil ce kokom


" Iyah ce. "


" Rumah nya suka di bersihin pakai apa.? mni licin pisan, Samapi Cece saja takut untuk nyentuh nya "


" Ha ha ha... ce kokom mah ada_ada saja "

__ADS_1


" Iya neng, takut kotor " Kata ce kokom


Mereka menikmati seblak nya sampai habis, Adam pun menghabiskan satu mangkuk Seblak bahkan ia sampai minta tambah " Setelah mencoba seblak ce kokom saya jadi ingin membuka usaha kuliner Seblak " kata Adam tiba-tiba


" Hah... kakak.. mas tidak salah " tanya lili dan juga Meisya bersamaan


" Iyah, bagai mana ce kokom .?" tanya Adam


" loh ko ke Cece.?"


" Karena Cece yang akan menjadwalkan usaha nya " jawab datar Adam


" Mas serius.? "


" Kenapa tidak " balas Adam " Lagian resep seblak ce kokom enak pasti kita bakalan untung banyak, Bagaiman cek, sanggup.?"


Ce kokom berkaca_kaca ia tidak menyangka ke datangan dirinya ke rumah mewah ini malah membawa berkah untuk dirinya dan keluarga " Cece gak tau harus jawab apa den, Cece sangat senang sekali mendengar nya hiks.."


Meisya tersenyum dan mengelus lengan ce kokom " Sudah jangan nangis ce, mungkin ini adalah awal karir Cece dari bidang seblak " kata Meisya

__ADS_1


" Iyah neng, terimakasih den, neng lili Atas kepercayaan nya kepada cece "


__ADS_2