Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
Bab 41


__ADS_3

Adam membawa meisya ke apartemen nya, karena jarak dari kantor lebih dekat ke apartemen dari pada ke rumah ia Adam tidak ingin melihat meisya kedinginan terlalu lama " Kenapa kita ke sini.?" tanya meisya yang melihat gedung tinggi


" Ayo keluar, kita mampir ke apartemen milikku " ajak Adam lembut


Meisya hanya bisa pasrah dengan sikap Adam, ia mengikuti langkah Adam dari belakangnya sampai akhirnya mereka sampai di apartemen milik Adam di lantai 25 yang hanya bisa di akses oleh dirinya saja karena ia mempunyai lift khusus " Wah kamar nya besar sekali " ucap meisya kagum


" aku punya dua lantai, kamu bisa naik ke atas di sebelah pojok adalah kamar ku di sana ada banyak kemejaku kamu pilih lah yang cocok untuk mu agar kamu tidak kedinginan lagi " pinta Adam kepada meisya


" Ta..tapi.."


" Tidak ada penolakan meisya, kamu tau aku sangat khawatir dengan mu aku takut kamu masuk angin atau sakit jadi mengerti lah "


" Heum baik lah " dengan pasrah meisya naik ke atas, sedangkan Adam ia langsung memesan makan di restoran langganan nya, karena tadi Adam lihat kalo meisya tidak jadi menikmati makan nya


Adam yang sudah duduk di sofa dengan membuka laptop nya, dengan dua kancing kemeja yang sudah ia buka lalu ia gulung kan bagian lengan nya, ketika Adam sedang fokus dengan laptopnya tiba-tiba fokus nya Buyar, ketika melihat meisya sedang berjalan ke arah nya dengan menggunakan kemeja yang hanya menutupi sampai paha nya saja dengan rambut yang ia urai " Ya ampun seksi sekali dia " batin Adam


" Aneh ya kak.?" tanya meisya merasa tidak nyaman

__ADS_1


" Tidak, bahkan kamu lucu menggunakan kemejaku yang kebesaran itu " jawab Adam


Adam langsung meraih tangan meisya sampai meisya duduk di atas paha nya " Aku suka melihat mu seperti ini sayang " goda Adam


Wajah meisya memerah mendengar ucapan Adam " Kakak..."


" Jangan panggil aku kakak lagi karena ku ini pacar mu bukan kakak mu " kata Adam


" Heum baik lah, aku akan panggil kakak dengan sebutan mas saja " jawab meisya


Mereka saling melepaskan silver nya, tak hanya bi** Adam pun berlari ke gunung kembar ia seperti bayi yang sedang kehausan " Eum..." lenguhan meisya terdengar indah di telinga Adam


" Sayang mari kita menikah, aku sudah tidak sabar mempersunting mu " ucap Adam ketika ia melepaskan gunung kembar


" Apa kakak sedang melamar ku.?" tanya meisya


" Anggap lah begitu, apa kau mau sayang.?"

__ADS_1


Meisya terdiam " Apa boleh setelah menikah aku berhenti menjadi model .?" tanya nya


" Kenapa.? apa kamu tidak suka dengan dunia model.?" tanya Adam sambil menatap meisya


Meisya menggelengkan kepalanya " Aku hanya ingin fokus mengurus mu dengan calon anak kita nanti, Tampa harus membagi waktu ku dengan kerjaan "


Adam tersenyum mendengar jawaban meisya " aku senang mendengar jawaban mu sayang, maka berhenti lah, aku juga tidak mau berlian ku banyak yang lihat, karena kamu hanya milikku "


" Tapi aku haru selesaikan dulu kontrak kerja ku, karena tidak mungkin aku memutuskan begitu saja, aku tidak mau jika harus di suruh ganti rugi "


" Uang ku banyak sayang, bahkan kamu pun aku yang bayar, kenapa kamu harus takut segala "


" Aku mohon jangan gunakan ke kekuasaan kamu lagi, aku hanya ingin bertanggung jawab dengan kerjaan ku, lagian hanya tinggal satu bulan lagi, setelah itu aku tidak akan mengambil job dan berhenti "


Adam membuang napas berat " Baik lah, sampai kontrak mu usai "


Meisya menganggukkan kepala nya " Iyah aku janji " mereka pun saling berpelukan dengan hangat

__ADS_1


__ADS_2