Kepentok Cinta Kakak Sahabat

Kepentok Cinta Kakak Sahabat
KEGABUTAN AULIA DAN JUGA AMIRA


__ADS_3

Fadil membawa Napan yang berisi makanan untuk mereka tidak hanya itu Fadil juga menyuruh pelayan untuk membawakan nampan yang lainnya.


" Taruh di sini saja " Pinta Fadil kepada pelayan itu


Kanza langsung menelan air ludah nya melihat banyak nya makanan yang di bawakan oleh sang suami " Apa ini cukup? " Tanya Fadil yang duduk di samping Kanza


Tidak hanya Kanza yang terkejut dengan banyak nya makanan. Aulia dan juga Amira pun langsung menelan air ludahnya


" Kak, Apa kakak pikir Kanza itu sapi pemeras susu? bisa-bisanya Kakak membawa makanan sebanyak ini untuk di makan oleh kalian " kata Amira kepada Kakak nya


" Anak kecil tau apa " Ucap Fadil yang langsung tersenyum ketika melihat Kanza


" Kak, Aku sudah bukan anak kecil lagi, Aku sudah bisa buat anak juga seperti Kanza " Keluh Amira yang tidak habis pikir kepada Kakak dan juga keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya seperti anak kecil.


Peletak...


" Kakak!!! " Keluh Amira yang memegangi kening nya yang sakit karena di jitak oleh Fadil


" Makanya kalo ngomong itu di saring, Yang boleh buat anak cuman kami karena kami sudah menikah, Awas saja jika aneh-aneh sama si Marlo " Ucap Fadil yang memberikan peringatan kepada Adiknya


Amira langsung menutup mulut dan membulatkan kedua matanya, Kenapa Kakak nya bisa tau jika saat ini dirinya sedang dekat dengan Marlo, ya walaupun baru sebatas teman.


" Dewa Cinta yang tidak bisa di saingi oleh orang lain. amira lebih baik kita pergi dari sini dari pada kita di sini hanya menonton pengantin baru yang sedang manis-manisnya " Ajak Aulia kepada Amira


Fadil melihat Aulia dan juga Amira pergi, lalu ia Melihat istrinya yang sudah makan terlebih dahulu " Mas terlalu banyak ngomong jadi Aku makan duluan karena perutku sudah keroncongan " Ucap Kanza dengan mulut yang penuh dengan Makanan


" Selamat Makan istriku " Kata Fadil tersenyum


Dari kejauhan Amira dan juga Aulia memperhatikan perlakuan Kakak nya yang aneh itu. " Apa orang yang sedang jatuh cinta bisa berlaku bodoh seperti Kak Fadil? " Tanya Aulia kepada Amira


 " Entahlah, Yang jelas Kanza sudah berhasil meruntuhkan gunung es hehehe... " Balas Amira terkekeh


" Kamu benar, dan lihat penampilan si Kanza juga sekarang lebih feminim dari sebelumnya" Aulia cukup memperhatikan penampilan Kanza yang berubah drastis


Amira mengangkat kedua bahunya lalu mengajak Aulia untuk pergi dari sana.

__ADS_1


" Apa kamu masih ingin yang lain? "


Kanza menggelengkan kepalanya " Tidak Mas, ini sudah lebih cukup bahkan ini saja aku sudah merasa kenyang " Kata Kanza


" Pasti karena masakan di sini tidak seenak masakan mu ya, Makanya kamu tidak napsu makan "


Kanza menelan makanan nya " Bisa-bisanya suamiku ini Bilang seperti itu, gak tau apa jika perutku memang sudah kenyang bahkan lebih dari kenyang " Gumam Batin Kanza


" enggak Ko Mas, aku benar-benar sudah kenyang " Jawab Kanza


" Baiklah kalo begitu, Setelah ini aku mau menemui Lexi dan Marlo dulu, Apa kamu mau ikut? " Tanya Fadil


" Enggak, Mas saja. Aku mau cari Mom dulu karena sedari tadi aku belum menyapa Mom dan juga Daddy " Jawab Kanza, sebagai menantu yang baik Kanza tidak ingin melupakan keberadaan Kedua mertuanya Apa lagi nanti malam masih ada acara.


" Baiklah kalo begitu, jika urusan aku sudah selesai dengan mereka aku akan langsung menyusul kamu " Kata Fadil yang langsung di balas Anggukan oleh Kanza


Mereka pun melanjutkan sarpan yang sudah tertunda itu, Fadil dan Kanza benar-benar pasangan yang serasi bahkan para pengunjung cukup iri kepada Kanza karena memiliki pria yang seperti Fadil di sisinya.


Setelah Makan Kanza langsung mencari keberadaan Kedua mertuanya di kamar lons " Mom Daddy " Sapa Kanza. Di lons bukan hanya Ada Mom dan juga Daddy tapi anggota keluarga yang lain juga ada di sana


" Tante " Wajah kanza langsung memerah karena yang menggoda dirinya bukan hanya Ibu Lili tapi Mommy juga ikut menggoda dirinya.


" Kamu ini lili, seperti yang tidak pernah merasakan saja bagaimana nikmatnya malam pertama " Balas Mommy tersenyum


Daddy langsung meminum kopi miliknya " Seharusnya pengantin baru itu tidak perlu keluar kamar, diam saja di dalam kamar " Kata Daddy " Sepertinya Putra ku memang tidak bisa di andalkan bisa-bisanya melepaskan istrinya untuk ke sini " Daddy terkekeh


Plak..


Mommy memukul lengan Daddy " Emang nya putraku itu seperti mu Dad? Yang tidak akan melepaskan ku bahkan sampai berhari-hari " Keluh Mommy


" Tapi enak kan, kalo tidak begitu mana mungkin kita punya Fadil dan juga Amira " Balas Goda Daddy kepada Mommy sambil mengedipkan sebelah matanya


Mommy menggelengkan kepalanya " Hahaha.... Ternyata Ponakan ku tidak segarang wajah nya " Ucap Ibu Lili


Kanza benar-benar salah mengambil keputusan padahal tadi ia ikut saja sama Fadil kumpul dengan Marlo dan juga Lixi dari pada di sini malah di goda oleh anggota keluarga suaminya.

__ADS_1


" Sudah-sudah Apa kalian tidak lihat bagaimana wajah menantuku yang sudah memerah " Keluh Mommy.


Sedangkan Aulia dan juga Amira di tugaskan Mommy untuk pergi ke Butik untuk memastikan jika Gaun yang Mom sudah Redi.


" Sis, Apa gaun yang di pesan oleh Mom Aku sudah Redi? " Tanya Amira


" Sudah dong Cantik.. Bahkan sudah aku suruh anak buahku untuk mengantarkan nya ke Hotel "


Amira mengangguk ia melihat-lihat gaun yang cukup indah " Kapan ya kita bisa pakai gaun yang seperti ini " Kata Amira kepada Aulia


" Entahlah, Aku juga tidak tau " Jawab Aulia " bagaimana jika kita coba saja dulu " Usul Aulia.


" Ide bagus " Seru Amira


Aulia dan juga Amira langsung meminta ijin kepada pemilik butik untuk mencoba Gaun yang akan mereka kenakan..


Amira begitu cantik ketika mencoba gaun pengantin pilihannya, bahkan Amira terlihat Anggun " Bagaimana Bagus gak? " Tanya Amira


" Cucok pokonya " Balas Aulia " Aku ambil gambar ya siapa tau kamu mau post di sosial media milikmu " Kata Aulia yang langsung mengambil gambar milik Amira



Setelah mengambil gambar milik Amira, Aulia langsung menggunakan gaun yang ia pilih tadi, Sesuai dengan karakter Aulia yang senang dengan yang minim " Bagaimana Apa bagus? " Aulia memutarkan tubuhnya


" Sempurna apa lagi jika belahannya semakin ke atas akan semakin sempurna Hahahah... "


" Sialan kamu " Keluh Aulia


Amira mengambil Gambar Aulia yang sedang memegang satu tangkai bunga mawar putih lalu memperlihatkan belahan di bagian bawahnya,


" Milikmu sangat menonjol sekali " Goda Amira yang melihat gunung kembar milik Aulia yang menonjol


" Apa bedanya denganmu, Kamu pikir aku tidak tau jika gunung merapi mu juga sama seperti ku "


__ADS_1


Setelah puas mencoba Gaun pengantin Aulia dan Amira memutuskan untuk pulang karena hari juga sudah semakin sore.


__ADS_2