
Karena hari sudah semakin Malam orang-orang sudah pada masuk kedalam Tenda Beda hal yang Dengan Lili dan Juga Reno mereka Masih setia berada di dekat Api Unggun Mereka seolah enggan untuk Meninggalkan bara api Itu.
" Yank, Berapa lama Kamu menyiapkan ini semua? " Tanya Lili sambil bersandar di dahu Reno
" Belum lama, Ide itu muncul tiba-tiba saja "
" Benarkah, Lalu kapan kamu beli Cincin ini? " tanya Lili lagi sambil mengangkat jari-jari tangannya ke udara lalu melihat nya dengan jeli
Kebahagian Lili sangat Sempurna, Mempunyai Pria seperti Reno adalah Hal yang paling membahagiakan untuk dirinya " Sehari sebelum Kita pergi ke sini Tadinya aku bingung harus melamar mu dengan cara apa karena aku takut Kamu tidak menerimaku "
Lili Langsung memposisikan dirinya menjadi duduk dan menatap Sang kekasih " Kenapa Takut? bukanya Kamu sudah tau bagai mana isi hatiku? "
" Takutlah sayang, Aku takut di Tolak hihihi " Reno malah Terkekeh. Sebenarnya Reno belum Ada Niat buat Melamar Lili Bukan karena apa-apa Hanya saja Reno masih Minder dengan Lili, Lili yang karir nya sudah semakin bagus sedangkan dia masih pegawai Biasa Rasanya Reno tidak panas menikahi Lili Namun setelah Reno Berbincang-bincang bersama Paman Ibram ia sangat Yakin dengan melamar Lili apa lagi mendapatkan Persetujuan dari Paman Ibram.
" Ada-ada saja kamu Yank, kenapa harus takut Justru aku seneng " Lili memeluk Reno dan menenggelamkan wajahnya ke dada bidang sang suami
Reno mengecup kening Lili " tapi sekarang aku Sudah tidak takut lagi karena kamu sudah menerimaku Yank Dan satu Minggu habis dari sini Aku akan ajak Bunda ketemu dengan keluarga mu Yank "
" Serius? secepat itu? " tanya Lili terkejut
" Kenapa kamu tidak mau? " Tanya balik Reno melihat Lili
" Bukan gitu, Aku hanya.. "
" Dengar, Kita Pacaran sudah lebih dari Lima Bulan Aku tidak mau kita pacaran terlalu lama Aku takut Nanti kita Kelewatan batas dan Melakukan hal-hal yang tidak di inginkan " Ucap Reno dengan serius
Lili tersenyum Ia semakin bangga kepada kekasih nya ini " Baiklah Yank, Aku ikut katamu saja " Jawab Lili
" Tapi nanti jika Sudah menikah kita akan tinggal dimana? " Tanya Lili
" Kamu gak apa-apa kan Jika untuk sementara kita tinggal di rumah Bunda dulu. Aku bisa sih beli rumah sekarang-sekarang Tapi Aku takut Jika Uang nya tidak cukup untuk menikahi mu apa lagi kamu putri satu-satunya pasti Keluarga mu menginginkan pernikahan yang sangat istimewa untuk putrinya ini "
__ADS_1
" Sebenarnya aku lebih suka menikah biasa saja tapi Aku juga tidak bisa menolak jika keluargaku menginginkan yang lebih " Lirih Lili. Lili sangat tau betul bagai mana Keinginan Papah nya yang ingin menikahkan putrinya besar-besaran mungkin karena Lili adalah Putri satu-satunya makanya Papah Lili ingin pernikahan yang luar biasa
" Maaf ya yank, Jika nanti akan merepotkan mu dan juga Bunda. Aku tidak jadi masalah Jika Kita akan tinggal di rumah bunda dulu Samapi tabungan kita Cukup untuk Membeli rumah sendiri " Lanjut Lili mengerti dengan kondisi Kekasih nya yang tidak sekaya Papah nya
" Terimakasih Yank, karena kamu sudah Mengerti keadaan ku "
" Sama-sama Yank " Reno memeluk Lili
" Kita masuk yuk sudah sangat Malam " Lili menganggukkan kepalanya
Di dalam Tenda Lili melihat teman satu Tenda nya sudah pada tidur " Yank gmn tidur nya? " kata Lili yang sudah duduk
" Kamu tidur aja yank, Aku tidak akan macem-macem ko " Jawab Reno yang tau isi pikiran Lili jika Lili merasa takut Jika tidur sebelahan dengan Reno
Lili Menggaruk kepala yang tidak gatal " Yaudah, Tapi benar ya Jangan aneh-aneh yank "
" Tidak yank, paling tidur sambil meluk doang hehehe "
Reno menyelimuti tubuh Lili " Pakai selimutnya Yank si sini dingin " Ucap Reno
Jantung Lili mulai tidak karuan ia benar-benar dag Dig dug jer, Bagai mana tidak ini pertama kalinya Lili tidur bersebelahan dengan pria dan pria itu adalah kekasih nya sendiri. Lili melirik Reno yang sudah memejamkan kedua matanya sedangkan dirinya masih belom bisa Tidur
Karena tidak kunjung tidur Lili menyampingkan Tubuhnya agar bisa berhadapan dengan Reno, Entah mempunyai keberanian dari mana Lili mengelus pipi Reno lalu mengelus bi*r Reno " Ada apa denganku? " batin Lili, Lili ingin menghentikan aksinya Namun
" Kenapa? apa kamu tidak bisa tidur Hem? " tanya Reno menahan tangan Lili di wajah nya
" Yank, kamu bangun? "
Reno tersenyum " Bagai man tidak bangun sedari tadi kamu usil sekali " Jawab Reno dengan suara paruhnya
" Aku gak bisa tidur yank, Maaf sudah mengganggu mu " Kata Lili " Kalo begitu ayo kita tidur lagi "
__ADS_1
Namun Reno langsung menahan tengkuk leher Lili, Sebagai seorang Pria yang normal mana mungkin tidak tergoda dengan hidangan di depan mata nya apa lagi wanita yang ada di hadapan nya ini adalah kekasih dan juga calon istrinya
Lili yang mendapatkan serangan mendadak Langsung memejamkan matanya ia malah pasrah dan menerima serangan dari Reno
Awalnya Ciu**n mereka biasa saja namun lama kelamaan Ciu**n itu semakin panas apa lagi tubuh Reno dan Lili sudah saling menyatu walaupun terhalang dengan pakaian mereka masing-masing
Untung Aldi dan juga Istrinya sudah tertidur lelap jika Tika bisa-bisa akan ada Yang kepanasan.
" Eum.. " Lirih Lili pelan Ia benar-benar terhanyut dalam permainan Reno Sehingga dirinya tidak sadar mengeluarkan lengguhan kecil di bibirnya
" Kenapa ada yang mengganjal di bawah sana? apa itu... " Lili langsung membayangkan bagai mana besar nya di bawah sana. pa*a Lili tidak sengaja Menubruk Adik Reno dan Lili pun sempat terkejut karena ada yang mengganjal di bawah sana.
Reno yang sadar Jika kekasihnya sudah ingin meminta yang lebih Reno pun menghentikan aksinya, Ia menatap Lili yang sendu seolah menginginkan yang lebih " Maafkan aku " Reno mengusap Bi*r Lili yang basah, ia juga tidak ingin melakukan hal yang lebih kepada kekasih nya itu
Lili hanya menjawab dengan anggukan lalu Memeluk Reno " Tidur lah " ucap Reno mengelus kepala Lili dengan lembut.
Akhirnya mereka berdua pun tertidur pulas setelah Melakukan aksi yang tidak terduga Tadi dengan saling berpelukan.
~ PAGI HARI
Aldi bangun dari tidur nya ia melihat Reno dan Lili yang masih tertidur dengan saling berpelukan " Kalian masih terlelap tidur setelah membuat Adikku tersiksa gara-gara mendengarkan suara Rujakan kalian semalam " Kata Aldi Menggelengkan kepalanya
" Sudah biarkan saja, kaya yang tidak pengalaman saja " Tegur Istri Aldi
Akhirnya mereka pun keluar ingin Membersihkan diri atau mandi ke Toilet umum
Semalam Aldi yang sedang tidur terbangun karena mendengar ada suara Rujakan di samping Istrinya, karena penasaran Aldi mengintip Ke sebelah Istrinya teranyata benar saja jika di sampingnya sedang rujakan,
Ternyata tidak hanya Aldi yang bangun istrinya juga sudah bangun mungkin karen di sebelah nya yang tidak bisa diam makanya ikut ke bangun, Istri Aldi menahan tangan Aldi yang tadinya Aldi mau menegur Reno
" Jangan, baikan saja " Itulah isarat dari Istri Aldi
__ADS_1